Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 93


__ADS_3

“Makanya Lu, gaul jangan sama cewek seperti itu nyesel kan Lu,” ujar Santi. Mereka sudah sama-sama lagi. Kintoko juga sudah sedikit tenang. Serta untuk melupakan nya dia mesti melakukan suatu kegiatan. Yang ada hanya kali ini. Makanya mau tak mau dia mengulang kerjaan lama yang sudah cukup lama juga dia tinggalkan. Berjualan buah.


”Ya gitu,” Kintoko cuma mengiyakan. Mau bagaimana lagi semua juga sudah terlanjur. Dan dia seakan tak mau perduli sebelum nya dengan kondisi teman baru yang memang tak diketahui bagaimana latar belakang kehidupan nya, keluarga dan lingkungan nya. Sebab semua dianggap hanya kisah sejenak saja, selagi menginginkan bertambah pertemanan, lebih jauh untuk kekerabatan yang lebih akrab nanti nya.

__ADS_1


“Nah.“


”Makanya sini, Lu Gua gauli.”

__ADS_1


”Dah sono buahnya di kupas, terus di cuci. Entar kalau banyak yang beli, nggak keteteran kita,” katanya seraya melayani pembeli yang datang silih berganti. Dari rumah gerobak di dorong. Selagi mendorong itu, kala ada yang ingin beli langsung di layani. Kintoko menghentikan dorongan nya. Yang langsung di layani oleh Santi. Menjual demikian memang tak sulit-sulit amat, namun juga tak semudah yang di bayangkan. Perlu ketelitian, kecepatan tangan serta perasaan agar bagaimana buah yang akan di jual tidak terlalu tipis sehingga banyak bagian yang terbuang, namun juga tak terlampau tebal, sehingga masih kelihatan jorok, sehingga para konsumen juga bakalan enggan untuk memakan nya. Jangankan untuk menikmati, melihat saja sudah tak mau, kalau buah tersebut Nampak kotor dan tak berbentuk. Itu yang menjadikan sisi keindahan nya sama sekali tak Nampak dari si buah yang sangat menyehatkan jika di konsumsi secara baik dan benar, sesuai standar kebutuhan tubuh yang memerlukan asupan zat yang terkandung dari buah itu, serta tak terlalu banyak mengkonsumsinya sehingga nanti malah bakalan menjadi buruk bagi kesehatan. Misalkan buah yang terlampau masam, bisa membuat perut mules seperti habis kena tonjok preman terganas. Atau banyak buah yang manis-manis, bukannya menambah manis tubuh, nanti akan menambah sakit untuk diabetes yang dikandung badan serta semakin membengkak kala kena itu. Namun secara alami kadar kemanisan dari buah sudah layak buat tubuh, sehingga kekhawatiran sedikit berkurang jika belum di campur dengan berbagai zat penyedap.


Kintoko manut-manut saja. Sejenak dia kupas papaya, mangga, pisang, jambu. Lalu di letakkan pada tempat berdinding kaca yang nampak dari kejauhan. Dengan warna nya yang menggugah selera.

__ADS_1


__ADS_2