
“Yuk pulang“
“Lo ... cepat“
“Sudah habis ini.“
“Wah...“
“Bawa sedikit kayaknya tadi.“
“Apa... Aku mendorongnya berat.“
__ADS_1
“itu gerobaknya,“ ujar Santi. Yang kelihatan nya tak terbiasa main dorong demikian. Membuat semua yang dilakukan seakan pekerjaan sangat berat. Kalau sudah biasa nanti juga akan terasa enteng. Karena mulai dari awal hingga ke tujuan sudah di prediksi seberapa harus mengeluarkan tenaga, juga perkiraan untuk sampai mesti bagaimana. Ini yang membuat terasa enteng. Karena telah biasa. Beda dengan tadi yang jarak juga belum di pahami, serta baru kala itu melakukan hal berat yang sebelumnya tak pernah di lakukan. Makanya gerobak yang memang berat, membuat rasanya semakin berat saja, meskipun kadar isi dari boks yang di atas isinya sama saja dengan kondisi sebelumnya. Hanya sedikit lebih ringan kalau tanpa isi. Jika belum ada buah, rasanya juga demikian pula.
“Ya sudah, yuk“
“Besok lagi gampang“
“Ya. “
“Entar ya.“
“Eh ngapain?“ tanya Santi keheranan.
__ADS_1
“Itu banyak hiburan,“ tunjuk Kintoko yang melihat di seberang jalan ada banyak keramaian. Nampaknya ada suatu resepsi perkampungan yang tengah di gelar oleh suatu rumah yang tengah melakukan hajat. Mungkin kalau enggak kawinan ya pesta syukuran lain. Karena sudah biasa kalau ada resepsi bakalan menanggap hiburan yang demikian saja. Selain murah juga banyak pihak penyelenggara yang siap menyewakan peralatan itu. Jadi tak akan kesulitan kalaupun salah satu tak bisa mengiringi, maka yang lain juga akan bisa mewakilinya. Semua dilakukan supaya semua berjalan dengan lancar.
“Ya, kutunggu di sini saja sambil menjaga gerobak buah,“ ujar Santi yang langsung mencari tempat duduk di tepi jalan. Walau bukan kursi, tepi trotoar maupun pagar yang agak menjorok juga bisa dijadikan tempat istirahat.
Kintoko langsung nimbrung saja. Asik-asik saja di main joged dengan kebanyakan pemuda yang lagi tak perduli lingkungan. Asal musik jalan, langsung ikut menggoyangkan badan. Semua dilakukan demi satu hal yang barangkali bisa melupakan kepedihan batin.
Banyak yang nyawer ke penari. Maklum itu sebagai tambahan rasa suka bila di kasihkan. Karena ada yang mendapat lebih banyak duit dari pemberian para pejuang joged, dari apa yang diberikan oleh rombongan.
Namun yang tak ada duit hanya joged di bawah. Dan penyanyi juga tak rugi karena sudah di bayar sesuai kesepakatan dari rombongan musik yang di sewa. Cuma jika banyak yang nyawer membuat para penyanyi itu semakin senang menggeluti pekerjaan nya. Karena tidak jarang di suatu lokasi buat yang sangat senang, duit saweran itu bisa menjangkau ratusan juta, yang tentunya lebih banyak dari hasil sewa rombongan yang di bagi rata bagi anggota nya. Ini karena para tukang joget dan yang menonton merasa puas dengan hiburan yang disajikan rombongan itu. Memang bukan hanya penyanyi nya saja. Namun titik utama dari pandangan para penghibur itu memang di penyanyi. Tapi tanpa iringan musik juga akan hampa. Walau masih bisa menyanyi, tapi tanpa iringan musik kurang greget, dan kurang indah rasanya.
Asik-asik saja semua bersuka. Asalkan tak bikin reseh dan rusuh, maka hiburan yang sangat sederhana begitu sudah bisa membuat hati sangat senang.
__ADS_1