
“Coba kau cari sana.“
“Baiklah.“
“Aku akan mencari di sebelah yang lain.“
Kembali Kintoko menyusuri jalanan yang sebelumnya sudah dia lewati tadi. Dimana tak melihat sama sekali. Pada sebuah tikungan yang penuh dengan tumbuhan itu.
Pelan-pelan di telusuri jalanan setapak itu. Terus dan terus. Namun banyak percabangan yang aneh. Seakan tengah menuju ke suatu alam lain yang mengerikan.
__ADS_1
Dilewati bagian yang simpel saja.
Tak ketemu..
Wah gimana...
Masih ada sedikit kebingungan. Mau melanjutkan atau mencari rekan saja.
Masih diamati dengan seksama. Barulah merasa yakin setelah lumayan lama berdiam.
__ADS_1
Hah bukan..
Ternyata pisang. Ada batang pisang yang menggerombol di situ.
Tapi takutnya, Dia malah bersembunyi di situ. Mengingat batang pisang demikian besar sehingga mampu menyembunyikan dia di balik nya. Kalau orang menyelinap di sebalik batang itu maka tak akan nampak dari situ. Kecuali batang pisang yang masih bocah maka hanya akan nampak bayang kehitaman yang tak mampu diselubungi. Namun ini sangat banyak. Seperti layaknya pisang-pisang yang lain dimana seperti rumput saja yang langsung akan berkembang biak di lokasi di mana sekelilingnya dapat tumbuh. Maka akan langsung memenuhi nya. Mengingat sangat mudah untuk hidup. Ibarat kata, asal kena air bisa langsung tumbuh. Tapi ini pisang, yang berbuah hanya sekali. Seperti cinta. Yang hanya sekali. Kenyataan nya di rerimbunan itu sangat banyak. Yang berbuah sudah bertumbangan. Di ambil buah nya, untuk di ganti tunas baru yang mesti berbuah sekali dengan jantung nya yang memerah. Hingga lambat laun bisa memenuhi tempat itu, serta menjadi persembunyian yang sangat sempurna.
Itu yang membuat mesti waspada. Kintoko berusaha menelitinya. Dan baru bisa berjalan lagi dengan santai setelah yakin kalau di gerombolan pisang itu jelas-jelas tak ada orang. Sekali lagi tak nampak. Semua seakan batang saja.
Maklum daerah sepi. Bukan wilayah nya. Itu yang membuat hati-hati. Seandainya itu milik nya tentu sudah sedikit di kenali. Sehingga dimana letak pohon itu bisa di lihat. Seumpama mau mengambil buahnya, maka mana yang tua dan yang baru tunah sebelum nya sudah nampak. Dan andai ada keanehan sudah bisa mendeteksi nya lagi.
__ADS_1
Ini sedikit lain. Kalaupun bukan karena musuh, bisa jadi itu suatu jebakan. Bahkan bisa saja hanya tanah yang curam dengan ketinggian yang cukup untuk membuat celaka. Misalkan tergelincir di tanah yang tak rata. Atau tersangkut akar pohon yang menyembul, bisa saja. Untuk selanjutnya menggelinding, jatuh bebas, dari ketinggian menjangkau dasar yang tak mengenakkan di sana. Itu yang mesti di hindari. Kalau sepi begini mungkin tak mengapa, tapi andai terlihat musuh, maka suasana dan kondisi batin jadi agak berlainan, dan bakal bisa menimbulkan rasa takut yang mendadak muncul, serta kepanikan akibat menyadari jika musuh membawa senjata mengerikan. Itu kembali mesti di waspadai. Hingga saat kondisi ngeri begitu akan bisa langsung menyeret nya ke suasana yang tak mengenakkan tadi.
Kali ini ada pepaya. Pohonnya juga besar. Nampak seperti habis di pangkas. Tapi masih tumbuh. Itu juga kalau dari kejauhan nampak misterius. Tumbuhnya setelah di balik rimbun batang-batang pisang tadi. Namun beberapa bagian, masih terlihat juga batang pisang yang mulai tumbuh menyebar. Hanya nampak belum menggerombol. Atau memang masih baru. Bisa jadi. Di tanam, lalu mulai timbul. Karena untuk mudah tumbuh serta buahnya bisa besar-besar, dan batang yang subur juga. Untuk sekali itu saja.