
“Atau Si Dela. “
“Dela?“
“Dia kan rumah nya di seberang sungai.“ Berada di luar rumah kontrakan tersebut. Memang membuat mereka bisa leluasa bergerak. Karena sudah sangat hafal akan daerah tersebut. Setidaknya untuk lingkungan nya. Karena memang tak semua orang yang dekat dengan rumah seseorang walau dekat akan bisa keluar masuk. Sebab ada banyak privasi yang mesti di hargai oleh tetangga nya. Jadi tak mesti bisa ke dalam. Juga kalau tak ada kepentingan buat apa seseorang sampai masuk masuk ke dalam rumah seseorang hanya untuk melihat nya saja. Karena ada rasa itu untuk berlaku demikian. Juga menjadi tak nyaman pastinya. Jika si tetangga juga akan mengunjungi rumah sendiri tanpa ada apa-apa yang akhirnya akan menjadi rasa curiga. Itulah makanya walau orang dekat tapi belum tentu bisa mengetahui seluk beluk keadaan dalam rumah di lingkungan sekitar nya.
“Dela, apa Bela? Orang dua-duanya ada di seberang sungai. Yang kalau lewat menyeberangi sungai tersebut. Kalau tidak lewat jembatan gantung yang sedikit memutar.“ Jika memutar memang agak lama. Kecuali jika ada banjir bandang yang sulit untuk menyeberangi sungai dalam kondisi tak normal nya. Yang bahkan akan bisa menyeret ternak untuk menjadi kembung perutnya. Dan akhirnya tak bisa menikmati hasil yang mestinya sudah bisa di panen, namun akibat air itu menjadi sia-sia. Dagingnya tak bisa di gunakan, dan di jual tak bisa. Akhirnya di biarkan. Itulah bahaya nya jika ada banjir yang tak terduga karena cuaca yang tengah tak menentu. Mau tak mau akhirnya mesti melewati jembatan gantung yang letaknya jauh. Dan tenaga yang di keluarkan mesti lebih. Juga waktu yang dibutuhkan akan semakin panjang. Tapi untuk kondisi yang normal, maka jalan pintas dengan menyeberangi sungai akan cepat. Baik langsung masuk ke air atau meniti bebatuan yang saling terhubung dalam jarak yang lumayan pendek. Tapi mesti hati-hati, karena bisa jadi sangat licin. Akibat air sesekali membasah di bebatuan besar tersebut. Kalau sudah berada dalam airnya kekhawatiran tersebut bakalan tak beralasan lagi. Akibat bagian dasarnya sudah pasti tak terlampau licin. Dan juga tak khawatir basah, akibat sudah mengalaminya.
__ADS_1
“Wah gawat dong. Jadi dua-duanya ada di seberang sungai.“
“Tapi yang satu hilang.“ dia sudah ada di situ dan tanpa perlu di curigai lagi. Tinggal beberapa itu saja. Ia yang mengerikan. Dan kini berada di sekitar mereka, serta dengan sosok mahluk yang kali ini tengah mereka curigai itu.
“Ih. Makanya itu!“
“Sama Putri.“
__ADS_1
“Waduh. “
Itu berikutnya menjadi pemikiran agi. Semua semakin menambah bingung. Seakan dalam suatu ruang tertutup dimana hanya ada pintu yang sempit. Semua mengarah pada pintu tersebut kala terjadi suatu kepanikan. Kalau mungkin hanya satu orang pasti tak akan masalah semua bisa menjangkaunya. Namun bila jumlah banyak dan rebutan maka akan menjadi satu persoalan tersendiri yang berikutnya menyeret pada satu bencana. Itu yang kini menjadi misteri. Tak akan mudah terkuak kalau belum memerlukan satu kejelasan. Pintu itu. Yang akhirnya menandaskan bila tak ada jalan lain lagi. Dimana di belakang ada satu teror, sementara di depan hanya kebuntuan. Tentunya akan menyisakan satu kemungkinan. Bisa atau tidak menembus yang sempit tersebut.
“Makanya kita ke sana.“
“Yuk.“
__ADS_1