
“Wah gerah ya?“
“Hooh. Panas kali.“ Panas bukan karena situasi yang seperti kota. Karena situ daerah ketinggian. Tapi karena situasi yang baru datang serta mesti banyak kegiatan yang sudah berlangsung dari awal saat mereka datang.
“Mandi enak nih.“ Hanya itu yang diperlukan. Kalau ada AC sementara sekarang tak ada. Maka satu-satunya adalah ke sungai untuk mandi.
“Ayo ke kali.“
“Oke.“
__ADS_1
Mereka turun ke lokasi yang di maksud. Jaraknya tak seberapa jauh memang. Jadi cukup dengan jalan kaki saja. Lagipula jalanan lumayan rumit untuk sekedar di lewati.
“Tapi tidak di bak saja tadi.“
“Tidak. Orang sini kebanyakan mandi di kali.“
Banyak yang suka langsung ke situ. Tapi ini di daerah tak seberapa banyak punya cadangan air. Makanya itu membuat bak jarang di isi. Kalaupun terisi mengambil nya dari sumber air bersih. Yang jika ada mengalirkannya lewat pipa-pipa yang di hubungkan dari suatu sumber mata air menuju ke rumah-rumah yang terjangkau oleh pipa panjang sepanjang jalur terdekat menuju ke rumah rumah itu.
“Lebih mudah dan selalu ada air.“ Jasmine menerangkan. “Kalau di bak bisa saja kesulitan air. Sumur sulit di gali.“
__ADS_1
“Keras kah.“ Tentu saja sebab daerah tinggi kebanyakan jika pun itu ada tanah maka bakalan langsung terseret oleh air dan angin sehingga akan menuju ke dataran rendah dimana membentuk suatu tanah aluvial muda yang gembur akibat seretan dari atas tadi dalam bentuk yang kebanyakan suatu lumpur yang tebal serta lama kelamaan mengeras. Namun itu kemudian membuat tanah tersebut menjadi cepat keras, namun kebalikan nya juga kemudian akan cepat lembek, karena sebab salah satunya adalah kandungan air di dalamnya akan langsung hilang. Baik itu menuju ke sungai atau menguap oleh panas siang hari. Itu yang berikutnya membuat tanah di dataran rendah banyak yang retak-retak saat kemarau panjang, namun akan cepat juga gembur bila banjir datang. Selebihnya tanah tersebut akan menjadi lahan subur buat di tanami oleh para petani. Lalu tanah itu juga bakalan terendam untuk selanjutnya akibat jarak dengan laut tak seberapa tinggi. Serta dalam menyerap air tak bisa lama. Membuat jika musim banjir bakal cepat datangnya tapi kalau kemarau akan kesulitan air. Itu hal biasa di sekitar pantai yang rendah.
“Juga belum tentu ada mata air nya.“ Karena lokasi di dataran tinggi itulah. Maka belum dalam mengambil tanah, maka tak dalam. Dan itu belum tentu merupakan jalur air.
“Sementara jika langsung ke kali sudah pasti ada air sekaligus sangat mudah untuk berbagai aktifitas.“ Begitulah. Walau di lokasi tinggi air tak kekurangan. Karena air dengan mudah di simpan oleh berbagai faktor. Antara lain pepohonan atau jalur air yang ada di dalam tanah namun langsung menuju ke celah batu lain yang mulai besar sebagai sungai. Makanya air terus saja bisa mengalir. Kalau tidak ke sungai maka akan langsung ke sumber mata air. Juga hal itulah yang membuat orang tak banyak membuat sumur. Akibat lebih mudah mengambil di sumber air tersebut. Tapi kalau lumayan jauh dari sumber mata air tersebut, maka air yang di gunakan pada sungai tersebut yang merupakan jalur terusan dari mata air tersebut. Sebab air bakalan menuju ke lokasi rendah yang antara lain pada sungai tersebut.
“O begitu.“
“Hooh. “
__ADS_1