
“Aku mau jalan-jalan dulu lah kalau begitu. Melihat-lihat situasi di kota besar, sambil masuk ke mall, siapa tahu ada makanan enak. Pusing gua mendengar banyak pilihan serta kebingungan sendiri dalam mencari kerja,“ ujar Kintoko yang tentu saja bingung, hanya mendengar kisah tentang apa-apa yang bisa dikerjakan di kota dengan berbagai bentuk nya yang beraneka rupa, sebanyak jumlah manusia yang membutuhkan rejeki. Karena memang demikian. Semakin banyak yang ada, maka sejumlah itu juga yang memerlukan pekerjaan. Tak hanya yang produktif. Namun yang tua maupun masih orok akan membuat yang produktif itu semakin giat dalam melakukan usahanya. Karena hal demikian semakin mendorong semangat nya juga. Sehingga bakalan layak untuk terus berusaha, diantara sulitnya keadaan mencari rejeki itu.
“Ini mau kerja, apa nyari makan sih?“ temannya heran.
“Ya makan dulu, baru kerja,” ujar Kintoko. Kalau tidak makan, bagaimana bisa kerja. Walau kerja itu untuk bisa mendapatkan makanan, tapi tanpa makan bakalan lemas, sakit lalu tak bisa kerja. Makanya keduanya saling terkait. Dimana makanan demikian dibutuhkan untuk mendukung mendapatkan kerja. Bahkan kalau tak makan, maka bagaimana mau mencari kerja. Jika semuanya terasa lemah, letih dan lesu. Juga usia kini sangat menentukan. Dimana banyak yang membutuhkan muda-muda. Sebab tenaga masih kuat dan semangat masih banyak. Sementara yang tua dan sedikit loyo agak dikesampingkan. Walau begitu tak nyaman juga kalau belum pengalaman. Karena yang tua sudah banyak pengalaman. Setidaknya untuk sebagian besar orang dengan kriteria khusus dan di bidangnya. Sementara yang belajar masih perlu banyak waktu lagi guna menjangkau kata itu. Selebihnya untuk ukuran terampil juga tentu akan lebih bermanfaat yang berpengalaman. Meskipun tenaga menurun, tapi karena sudah terbiasa maka tentunya akan masih bisa diterima banyak hasil nya di bandingkan dengan yang kurang itu. Hanya masalahnya kalau sudah tua namun belum berpengalaman, itu yang jadi kendala.
__ADS_1
“Tuh, ada makanan.“
“Sudah. Gampang itu.“
“Tadi sudah. Capek istirahat melulu. Mending main sebentar. Nanti pikiran jernih. Baru nyari kerja lagi,“ ujar Kintoko yang merasa sudah istirahat. Karena tak enak juga rasanya disaat yang lain lagi asik melakukan kegiatan sehari-hari, dia malahan asik-asik menghabiskan waktu nya. Sebab itu bukan hal yang biasa di kampung. Jika siang tentu untuk kerja. Walau tak selamanya demikian. Bagaimana jika kerja malam. Kerja sore, atau di waktu-waktu yang tak umum. Karena tak selamanya manusia kerja di siang hari. Walau bisa dipaksakan untuk tetap kerja. Namun kurang istirahat, serta kurang dalam berbagai hal, tentu akan membuat si pekerja ini bakalan menderita sakit. Setidak nya akan rentan terkena itu.
__ADS_1
“Atau minum kopi. Bagaimana kalian ini yah. Ayo merasakan kopi nya dulu. Bagaimana rasanya kopi buatan sini.“
“Oke lah. “
“Nah gitu.“ Akhirnya merasakan dulu kopi walaupun sedikit. Sudah itu baru pergi.
__ADS_1