
Mereka semua masuk ke dalam rumah. Namun betapa terkejutnya. Saat berada di salah satu ruangan.
“Kan apa.“
“Mengerikan.“
“Lihat!“
__ADS_1
“Dia malah menggantung dua orang.“
“Gawat.“
Dua orang tergantung dengan posisi yang tak sama. Satu bahkan seakan hampir jatuh. Pada tali yang sedikit melorot. Ini kembali jadi mimpi buruk buat yang ditinggalkan, juga menjadi mimpi yang jauh ebih buruk buat yang mengalami nya. Bagaimana akan sakit itu leher. Dan tali yang panjang itu seakan hidup untuk terus mengejar leher-leher rapuh mereka dengan ujung yang bernyawa nya.
“Wah tadi Dela bareng aku,“ ujar Bela. Dia merasa ada yang aneh saat sebelumnya masih bisa bersama di ruangan demikian. Sampai mahluk mengerikan itu hilang di atas rumah mereka sebelum nya. Dan itu menambah kengerian yang di rasakan oleh semua yang ada di situ.
__ADS_1
“Nah ini, kenapa kau tinggal?“ Semua tak menyangka kenapa bisa demikian, akhirnya menjadi salah satu korban yang tak diketahui bagaimana dan mengapa. Yang terlihat hanya jasat tergantung demikian. Ini menjadi sebuah hal buruk di saksikan. Namun berubah menjadi pemikiran lain. Jangan-jangan sengaja dia berbuat demikian supaya tak ada yang menyangka kalau dia telah menggantungnya, karena sebelumnya berbarengan. Akibat masa lalu yang tak bisa di lupakan begitu saja. Sehingga setelah lama berpisah dan tak bertemu lagi, pertemuan terakhir ini di gunakan sebaik-baik nya untuk menghabisi sesuatu yang sudah terendap dalam benak. Laksana lahar gunung yang lama-lama bakalan membuncah, keluar dari kungkungan tak nyaman itu, untuk jadi ledakan amarah yang mengerikan. Inilah apa yang nampak di muka mereka sebagai suatu akibat dari terpendamnya sebuah permasalahan tak terselesaikan yang masih menyisakan dendam kesumat yang berakhir dengan kesedihan tak terungkap di batin semua yang ada di situ.
“Kan aku nemenin nonton mahluk.“ Bela tak ingin di salahkan begitu saja. Dia berusaha meyakinkan kalau sebelum nya dia duduk dengan Kintoko di luar rumah tersebut hanya ingin menyaksikan apa yang di ucapkan tentang mahluk mengerikan itu benar. Karena cahaya demikian akan nampak pada malam hari yang pekat. Dan jika itu siang pastinya cahaya demikian akan tak kelihatan. Kalau dia datang. Namun jika memang kehadirannya nokturnal, maka siang bukan hal yang menakutkan. Nyatanya korban bisa siang hari. Ini yang aneh. Atau mungkin kekuatan korban yang membuat dia bisa menelusup di malam hari namun baru berhasil merenggut di siangnya akibat daya tahan nya yang kuat. Bisa saja. Yang jelas kengerian itu terus menjadi-jadi. Bagai gambaran tentang kendaraan yang patah untuk naik ke gunung. Dia tak akan bisa di gunakan lagi. Namun akan masih bisa menggelinding untuk menuruni lembah. Ini yang barangkali bisa di ibaratkan tentang keberadaan mahluk yang membuat mereka terseret pada kasus rumit tentang bagaimana haus nyawa nya mereka dalam memperlakukan mereka yang ada di situ untuk tak bisa istirahat dengan tenang. Sehingga hampir tak ada waktu untuk bisa lepas dari apa yang menakutkan itu. Bisa siang, bisa malam. Dan dapat juga kejadian di waktu yang tak terduga. Inilah mengerikan nya kejadian apa yang kali ini menimpa.
“Wah, berbahaya akhirnya. “
“Tak tahu sih.“
__ADS_1
Semua hanya bisa terdiam menyaksikan demikian mengerikan hal itu.