
“Ini bermula saat Si Dodo Nono pergi ke luar ke kali. lalu diikuti oleh teman nya Si Putri,“ ujar Jasmine. Semua telah berkumpul di tempat itu. Serta berusaha memecahkan sendiri masalah sebelum di laporkan pada yang berkaitan.
“Ya saya melihatnya dia menuju sungai,“ ujar putri memberi tahu keadaan di saat itu. Meski sudah menjelang malam, namun itu saat yang bagi si Korban untuk mandi. Sebab malam-malam akan terasa nyaman kalau mandi dan membersihkan diri. “Tak disangka, saat kembali dia sudah menggantung begitu.“
“Wah gawat ini, kita mesti segera pulang,“ ujar Kintoko yang panik melihat peristiwa mengerikan begitu. Bakalan ada musibah nanti kalau terus berada di situ. Sementara dia di situ hanya di suruh menemani saja. Tak tahu menahu, bahkan sebelumnya dia sama sekali tak kenal dengan mereka ini. Bahkan bisa saja suasana di tempat tersebut sangat angker. Karena dia dari kali, malam-malam, yang berarti bisa saja mahluk halus ikut dengan nya pada saat atau setelah kejadian, sehingga dia mati kemudian di gantung di atas kayu berpalang yang melintang serta bisa di masuki tali diantara sela-selanya itu. Selain itu tidak ada tanda-tanda kalau dia bunuh diri. Bangku dan lain yang di pakai pijakan tak ada. Ini berarti ada sesuatu misteri yang terjadi.
“Lalu dengan Ringgo“
“ Jangan di bawa-bawa dong Gua“
“Lah, lo kan teman sejak kecil. suka jajan es. juga suka beli sate dengan tangan kanan itu kan. di sekolah juga lu dulu sering bersama. jadi bagaimana kita tak bertanya dengan itu semua padamu?“
“Iya tapi...“
__ADS_1
“Kenapa?“
“Itu dulu Dia memang sering berbuat salah. Ngeledek cewek. Main cewek. Sampai dengan ngomong yang enggak enggak. Tapi itu dulu. Jadi kalau sekarang aku tak tahu,“ jelas Ringgo. Memang seakan dosa masa lalu kala mereka bersama seakan sebuah kawah saja. Yang sewaktu-waktu bisa meledak dikala telah penuh apa yang tak bisa di tampung di dalam nya. Dan menjadi suatu ledakan kasus yang kali ini baru kejadian.
“Kalau tak tahu kenapa kemari?“
“Karena sama - sama di undang sama Mela. Jadi kita datang,“ jelas Ringgo.
Semua diam, semua memang di undang ke tempat itu oleh orang yang sama. Dan tentunya memang menjadi keanehan tersendiri.
“Tadi dia juga bareng,“ ujar Dela.
“Enak saja, itu kan hanya bercanda. Kita sama-sama tak paham akan hal demikian,“ jawab Putri seakan menolak tuduhan. Walau bersama tapi dia kemudian berpisah. Jadi berikutnya sudah tak bersama lagi.
__ADS_1
“Bagaimana dengan mu Bela?“
“Aku juga tak paham. Aku pulang,“ ujar Bela. “Karena ada keributan itulah, makanya kita kembali lagi kemari.”
“Apalagi aku. Ini sebuah kecelakaan kayak nya,“ kata Dela.
“Lalu yang di sini siapa?“
“Semua kan disini, kebanyakan sudah pada tidur. Kecapekan dalam perjalanan panjang yang begitu melelahkan.“
“Kalau bunuh diri biasa, kenapa mesti jauh-jauh dari rumah kemari. Jika Bela sih mungkin saja orang dia dekat. Jadi bisa saja dia yang ingin agar teman teman nya tahu jika hendak melakukan kegiatan mengerikan di sini. Lah dia rumah nya jauh. Hanya karena pertemuan kali ini membuat dia berlaku demikian. “
“Tinggal satu yang jadi misteri kenapa kita semua di undang sama Mela. Sementara orangnya tak nampak sampai sekarang. “
__ADS_1
“Nah itu, jelas kan. “
“Yah, dia yang mesti paham akan keadaan ini.“