
“Yang lain. Ita?“ ujar Kintoko pada wanita yang dia lihat menggantung di sungai dengan batang bambu melengkung ke arah aliran nya yang jernih dan membisu.
“Dia sama seperti yang lain nya, karena kesalahan itu.“ Jasmine mengenang hal bodoh yang dilakukan teman nya tersebut dengan suasana yang mengerikan namun tak dia sadari makanya menjadi pendaman yang seperti sebuah lahar dalam kawah, yang jika penuh bakalan langsung meledak. Seirama amarah yang demikian terpendam. Dia hanya ingin kalau mempunyai kasus dan permasalah, jangan sampai membuat orang yang menjadi korban tersebut menjadikan suatu dendam. Tapi namanya manusia. Maka hal yang diam di ibaratkan suatu air yang tenang. Tak akan dalam sungai itu dengan kondisi demikian. Yang nyatanya, air tenang justru merupakan bagian terdalam dari daerah tersebut. Dengan aliran yang tak nampak dari atas, maka akan menyamarkan apa yang sebenarnya bergolak dalam keheningan itu.
__ADS_1
“Saat kau mancing. Karena terlalu fokus, Aku bertemu dengan nya.“ Itulah kejelekan pemancing. Jika terlampau berharap banyak pada hasil, maka akan melalaikan apa yang ada di sekitarnya. Tak terkecuali dengan teman nya yang tengah melancarkan suatu niatan mengerikan.
“Dia tetap menyusul kita di sungai. Karena beranggapan sungai tempat yang aman. Tentu jika di banding dengan apa yang ada di dalam rumah. Mengingat sudah ada beberapa orang yang meninggal dalam kondisi sama. Dia berpikiran tentu ada sesuatu yang tak beres,“ ujar Jasmine. Pada suatu lokasi dengan kejadian sama pasti bakalan membuat orang akan berpikiran tentang hal terburuk yang mengakibatkan hal itu terjadi. Makanya mending menjauh ke lokasi yang kiranya dapat menjauhkan disi dari keadaan mengerikan yang kemungkinan akan sama terjadi.
__ADS_1
“Lalu pada tepi sungai itu, kita bicara. Dan apa yang pernah dia lakukan, Namun selalu lolos dari tuntutan, Kemudian aku urai.“
“Dan akhirnya menuju ke batang bambu Yang seakan hendak roboh di tepi sungai. Karena batang yang tak seberapa besar, Membuat dia semakin condong saja ke arah sungai tersebut. Hingga akhirnya, Kau lihat apa yang kita semua saksikan itu.“
__ADS_1
“Ih ngeri yah.“
“Iyalah.“
__ADS_1