
“Nah dah di dalam mau apa?“ Setelah dari parkiran tadi langsung menuju ke situ. Kecuali jika lantai paling bawah yang mendekati areal parker penuh, maka akan di suruh lewat pintu depan yang langsung menuju ke bagian atas, dimana belum begitu banyak orang yang memenuhi nya.
“Ya jalan-jalan dong. Masa sudah masuk ke tempat mewah begini tidak melihat-lihat. Muter yang searah jarum jam.“
“Kenapa?“
__ADS_1
“Kebiasaan. Enaknya kan demikian. makanya kios di posisi itu bakalan lebih mahal nilai nya jika di banding lain nya. karena akan langsung terlihat.“ Memang pengunjung kebanyakan akan melewati jalur tersebut. Biasa nya. Karena memudahkan saja kala melintas. Yang biasa nya pada posisi kiri, maka setelah melewati antrian masuk pintu, pengunjung juga bakalan langsung ke arah tersebut. Yang jelas langsung di hadapkan pada sesuatu yang menarik perhatian. Beda jika pintu lurus, karena menuju ke lokasi yang pasti, membuat mata seakan tak harus memandang ke sisi kanan kiri nya.
“Ah, bisa aja lu.“
“Eh, kebiasaan gitu.“ Jelas Kintoko yang sudah sangat paham kalau di tempatnya akan banyak mini market yang berlaku demikian.
__ADS_1
“Wih, benda mahal-mahal.“ Pada bagian itu, setelah pintu masuk, sudah langsung memandang benda yang menarik perhatian, dan ingin nya beli saja. Tentu saja jika punya dana lebih. Karena lokasi perbelanjaan demikian biasanya bukan di datangi orang-orang yang kaya dan terkenal. Mereka terkadang sudah bosan. Atau cukup dengan menelpon pada satu atau beberapa took, maka benda mahal akan dating sendiri ke lokasi yang diinginkan. Sementara yang menuju ke situ biasanya yang penasaran. Walau tak menutup kemungkinan hanya ingin jalan-jalan saja, sehingga berkali-kali ke tempat itu namun tak kunjung bosan. Ada kalanya juga karena jenuh di rumah, maka ingin pergi. Itu pula yang membuat pusat perbelanjaan selalu berusaha inovasi tempat agar tak membosankan sehingga mereka-mereka yang tak ingin dating langsung berbalik piker serta ingin kembali. Serta anak-anak yang suka main di tempat permaian dengan koin mahal atau kartu gesek akan selalu dating dengan mengisi saldo yang sangat banyak supaya betah berjam-jam dengan permainan yang selau berganti-ganti. Walau kalau ingin mendapat banyak hadiah serta tiket yang berlipat-lipat selalu main di game yang sama. Beda dengan yang Cuma penasaran, dia akan mencoba semua permainan walau tiket nya tak pernah dapat. Namun sudah sama-sama puas. Karena dia ingin Cuma main saja.
“Mana HP?“
“Ya biasanya bagian atas disana banyak kumpulan penujual HP yang di kelompokkan jadi satu biar terarah.“ Tidak Cuma HP memang, namun berbagai macam barang kalau dianggap sejenis bakalan di jadikan satu lokasi. Supaya memudahkan para pembeli untuk langsung ke tujuan jika menginginkan akan mencari barang tersebut. Sebut saja super market. Maka akan di lokasi kan si tempat yang mudah di jangkau pada suatu lantai yang khusus untuk itu. Walau di mall juga tak menutup kemungkinan aka nada beberapa super market, maka mereka biasanya saling berdekatan. Andai dua lantai juga tak terlampau jauh. Karena akan mudah menjangkau nya. Demikian juga jika barang-barang yang sama. Semisal buku, akan di jadikan satu lokasi. Apalagi kalau buku loak akan memenuhi beberapa lantai di bagian bawah. Supaya yang ingin mencari barang murah akan langsung ke situ.
__ADS_1
“Yuk…“