Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 57


__ADS_3

“Wah rumah di tepi sungai.“


“Asik yah.“


Sungai itu nampak berkelok dengan jernih. Walau berada di seputar pemukiman ramai, namun karena berada di suatu ketinggian membuat air nya masih sangat jernih. Maklum sungai di pegunungan begitu. Airnya tak dalam namun berkelok dengan indah menyusuri bebatuan yang banyak jumlahnya serta antara yang satu dengan yang lain nya saling terlepas. Tentunya kalau banjir tak akan besar, namun sangat deras serta kencang untuk menuju ke muara nya. Tentunya walau tak terlampau dalam, namun jika air datang langsung menyeret yang ada ke bawah, serta


“Iya.“

__ADS_1


“Tapi sangat misterius ini.“ Dia merasa demikian. Bisa saja di sana ada sesuatu yang sangat mengerikan. Karena beberapa peristiwa pernah berlaku demikian. Mereka datang ke suatu rumah sepi, lalu di dalam sana ada sesuatu yang sangat mengerikan. Makanya perasaan yang datang itu langsung mengarah ke hal demikian. Juga terlhat semacam ada sebuah dendam masa lalu yang timbul. Makanya orang yang demikian bersalah akan di kumpulkan ke suatu lokasi. Lalu di bunuh satu persatu untuk kemudian merasa puas karena dahulu yang berbuat kejam pada dirinya sudah mendapat balasan nya. Tapi itu bayangan yang sekali itu saja langsung terlihat karena rumah di depan itu seakan menyimpan suatu rahasia yang demikian mengerikan. Tapi kalau demikian tentu si Jasmine akan senang, sebab dia cewek cerdas dan sangat pemberani, jadi hal yang menantang itu akan menjadi sebuah pengalaman khusus yang sangat berarti. Makanya dia senang-senang saja walau kemana pergi, asalkan ada nyali dan tujuan nya jelas, dia tak bakalan takut. Hal yang sama tentu berbeda dengan yang di rasa oleh kintoko. Sebagi orang desa, tentu tak ingin melakukan petualang misterius, apalagi sangat horor yang nanti akan bisa di temui dalam rumah misterius di depan mereka kini yang sudah di rasa aura aneh yang langsung terasa.


“Bagaimana bisa?“


“Lihat saja.“


“Itu Dela Dan Bela sudah di sini.“

__ADS_1


Nampak, Dela, Bela dan Putri serta yang lain nya sudah duduk menunggu mereka. Ada yang sudah memegang minuman. Ada yang mengunyah makanan lokal. Semacam ketela goreng atau jagung bakar. Dan kue kue lain bawaan mereka yang sengaja menggunakan nya yang mungkin mengira sama dengan Kintoko tadi, takut kalau-kalau di rumah sewa itu tak ada yang memasakkan. Atau memasak hanya pada saat awal saja kedatangan mereka lalu di bawa ke suatu kondisi sunyi dimana tak ada apapun sehingga mereka mesti berjuang sendiri mendapat apa yang di butuhkan dengan sangat berat mengingat tak semua berasal dari desa yang terbiasa mencari makan sendiri sebelum makan. Karena kalau di suatu darah sunyi, tak bekerja berarti tak akan dapat makan.


“Kawan-kawan yang lain juga.“


“Iya.“


Senang sekali rasanya yang di undang sudah berada di situ serta melakukan kegiatan serta menganggap seakan rumah itu adalah milik sendiri saja.

__ADS_1


__ADS_2