Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Bidadari Tak Bersayap


__ADS_3

Dinda melajukan mobil nya menuju sebuah kampus dimana Aisyah adek nya Elna juga kuliah di sana. Dalam perjalanan menuju kampus Dinda chat Aisyah.


"Assalammu'alaikum... Aish. Ke kampus nggak dek hari ini " (Dinda )


"Wa'alaikumsalam... kak Dinda. Kampus kak. Ada apa ya kak " (tanya Aisyah)


"Kakak mau ke kampus Aish. Ini kakak lagi di jalan menuju kampus Aish. "(Dinda)


"Oke! Aish tunggu kakak di parkiran kampus ya kak" (Aisyah)


"Oke makasih ya dek" (Dinda)


"Sama-sama Kak. bye... (Aisyah)


"Bye.... (Dinda).


Dinda terus melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Dua puluh menit kemudian Dinda pun memasuki parkiran kampus.Dinda turun dari mobil dan mencari keberadaan Aisyah.


"Kak... " ujar Aisyah.


"Hai.. " jawab Dinda.


Aisyah pun langsung menghampiri Dinda. Dinda dan Aisyah berpelukan bagai mana kakak adik yang saling merindukan. Ya walau pun tinggal di kota yang sama Dinda dan Aisyah sangat jarang bertemu.


Karena kedua nya sama - sama sibuk kerja dan kuliah. Tidak jarang akhir pekan mereka pun harus di habis kan dengan tumpukan tugas kuliah mereka.


"Kakak apa kabar? tanya Aisyah


"Kakak nggak baik-baik aja. tapi sekarang udah cukup baik dari sebelumnya " jawab Dinda.


"Memang nya kakak kenapa? "tanya Aisyah.


"Aish benar-benar nggak tahu? tanya Dinda balik.


"Iya nggak tahu lah Kak. Orang kakak belum cerita sama Aisyah " ujar Aisyah.


"Cerita nya panjang. Kakak rasa ceritanya jangan hari ini. Soal nya hari ini kakak mau lihat kampus Aish. Kakak mau pindah kuliah di sini " ujar Dinda.


"Serius kak? " tanya Aisyah.


"Iya kakak serius " jawab Dinda.


"Asyik....! " seru Aisyah.


Aisyah mengajak Dinda keliling kampus. Kebetulan pagi ini Aisyah nggak ada mata kuliah. Karena dosen yang bersangkutan berhalangan hadir. Setelah selesai keliling kampus mereka mampir di kantin kampus.


"Dek mau makan apa? tanya Dinda

__ADS_1


"Aish minum aja kak. Masih kenyang " jawab Aisyah.


"Oke kalau begitu kita makan puding aja gimana? seperti nya puding nya enak " ujar Dinda.


"Buk puding dua sama lemon tea dua ya" ujar Dinda.


"Baik neng " jawab pelayan kantin.


"Kak gimana suka nggak sama kampus nya? tanya Aisyah.


"Suka dek. Seperti nya kampus ini cukup nyaman " jawab Dinda.


"Kapan kakak mulai kuliah? tanya Aisyah lagi.


"Besok kakak akan mengurus surat pindah dari kampus kakak yang lama. Jika bisa selesai besok langsung daftar di sini" jawab Dinda.


"Iya kak. Semakin cepat semakin bagus " ujar Aisyah.


"Ini neng pesanan nya " ujar pelayan kantin.


"Terima kasih bik.. " ujar Dinda dan Aisyah.


"Sama-sama neng" ujar pelayan kantin dengan sedikit membungkuk.


Dinda dan Aisyah menyantap puding nya.


"Kumayan enak " ujar Dinda.


"Iya soal nya puding buatan kak Elna jauh lebih enak " ujar Dinda.


"Oh ya Kak. Apa kabar kak Elna dan baby Axel ponakan Aish yang mengemaskan itu " tanya Aisyah.


"Baik. Semua nya sehat. Makah nya main ke rumah Kak Elna supaya tahu keadaan mereka " ujar Dinda.


"Iya kangen sama mereka " ujar Aisyah.


"Gimana kalau siang ini ikut kakak kita kerumah kak Elna" ujar Dinda.


"Aish ada kelas kak mata kuliah hari ini mana ada ujian praktek lagi" ujar Aisyah.


Aisyah beruntung tempat dia berkerja memperbolehkan Aisyah kerja sambil kuliah. Jam kerja Aisyah di sesuai kan dengan jadwal mata kuliah nya.


Banyak orang merasa iri atas apa yang di dapatkan Aisyah. Aisyah bisa kerja sesuai kebutuhan nya. Selama kerja di sana Aisyah belum pernah bertemu secara langsung dengan bos nya yang baik hati dan tampan itu. Menurut orang - orang sih.


Nama nya pun Aisyah nggak tahu. Karena orang - orang menyebut nya dengan sebutan si tampan saja. Aisyah nggak tahu sih benaran tampan atau nggak.


Bagi Aisyah itu nggak penting. Yang penting adalah dia bisa kerja sambil kuliah. jadi dia bisa membiayai kuliah nya sendiri. tanpa harus meminta kepada orang tua nya. Itu adalah hal yang paling penting dalam kamus Aisyah.

__ADS_1


"Oh ya udah kalau begitu lain kali aja. Kalau kakak udah kuliah di sini kita bisa bareng kapan aja Aish punya waktu " ujar Dinda.


"Iya kak. Makasih ya sebelumnya " ujar Aisyah.


"Sama-sama " jawab Dinda.


"Kakak pulang duluan ya" ujar Dinda.


"Iya kak. Hati-hati "jawab Dinda sambil cipika cipiki sama Dinda.


"Iya. Bye... " ujar Dinda


"Bye... kak" jawab Aisyah.


Aisyah menuju ruang kelas karena sebentar lagi kelas nya di mulai. Aisyah tidak mau tertambat walau hanya satu menit saja.


Sementara Dinda sedang melajukan mobil nya menuju pulang. Dinda berhenti di sebuah SPBU untuk mengisi bahan bakar. Selama menunggu antrian Dinda melihat sosok yang sangat dia kenal sekaligus sangat dia benci yaitu Meta.


Teman nya yang telah menjebak Dinda di malam naas itu. Dinda mengeluarkan mobil nya dari barisan antrian. Dinda menginjak gas mobil nya dia berniat menabrak mobil Meta. Namun tiba-tiba Dinda ingat perkataan Elna Kakak ipar nya.


Bahwasan kita itu tidak boleh dendam. Dan harus sabar dengan semua cobaan yang di berikan Allah kepada kita. Allah menjanjikan surga bagi orang - orang yang sabar. Malaikat akan mengucapkan salam kepada mereka orang - orang yang sabar itu. Malaikat masuk dari pintu mana saja untuk mengucapkan salam. Dalam Alqur'an di jelas kan tentang sabar dalam surat Al furqon.


Salah satu ayat nya berbunyi :


Ulaaika yujzawnal ghurfata bimaa sabaruu wayuqqowna fiiha tahiya tawwasalama.


Di surat ini di jelas kan. bahwa orang - orang yang sabar akan di beri balasan tempat tinggi (Dalam surga) atas kesabaran mereka. Dan mereka akan di sambut dengan penghormatan.


Karena mengingat itu Dinda mengurungkan niat nya. Dia memutar setir nya menuju pulang.


Sampai di kediaman Elna. Dinda berlari masuk ke rumah yang kebetulan Elna dan Axel sedang berada di ruang tv.


"Kakak.... " ujar Dinda sambil menangis memeluk Elna.


Elna kaget dan membalas pelukan Dinda untuk memberi kan ketenangan.


"Dedek kenapa...? " tanya Elna.


Dinda tidak menjawab. Dinda terus menangis sampai sesegukan.


"Dek tenang ya. Coba pejamkan mata, tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan. " ujar Elna.


Dinda pun melakukan apa yang di katakan kakak ipar nya itu. Benar saja Dinda merasa sedikit tenang.


"Nah sekarang coba ceritakan sama kakak apa yang terjadi? " ujar Elna.


"Dinda ketemu Meta kak di SPBU. Hampir saja Dinda menabrak nya. Untung Dinda ingat kata-kata kakak tentang sabar. Kalau nggak mungkin Dinda udah di kantor Polisi sekarang kak. " ujar Dinda.

__ADS_1


"Alhamdulillah hari ini dek Dinda dah berhasil mengalahkan emosi dedek dengan kesabaran. " ujar Elna sambil tersenyum.


"Kak, kak Elna itu benar - benar bidadari tak bersayap. Setiap Dinda merasa putus asa dan emosi jika ngobrol sama kak Elna Dinda merasa tenang dan nyaman. batin Dinda sambil kembali memeluk Elna.


__ADS_2