Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Keadaan yang tidak di sukai Elna


__ADS_3

Fahrizi di nyatakan boleh pulang. Mama membawa Fahrizi pulang ke kediaman Fahrizi dan Elna. Elna sangat antusias menyambut kepulangan suami nya.


Elna menyiapkan berbagai macam masakan kesukaan Fahrizi. Namun tidak satu pun yang di sentuh oleh Fahrizi. Fahrizi hanya mau makan masakan mama Maryam saja. Dan Fahrizi sempat menolak pulang ke rumah nya sendiri. Karena Fahri tidak mau satu rumah sama Elna.


Berbagi macam cara mama menjelaskan akhir nya Fahrizi mau pulang ke kediaman nya sendiri. Tapi dia tidak mau satu kamar sama Elna. Fahrizi tidur di kamar tamu Sementara Elna tetap di kamar mereka.


Setiap melihat Axel Fahrizi mengalami sakit kepala. Maka dari itu Elna berusaha sebisa mungkin Fahrizi tidak bertemu langsung sama Axel.


Elna semakin sedih dengan keadaan ini. Elna nggak apa-apa jika Fahrizi melupakan diri nya. Tapi kenapa Fahrizi harus lupa juga sama Axel.


"Kasihan kamu nak. tidak seharus nya kamu mengalami ini. Umi tahu kamu pasti sangat merindukan Abi mu" batin Elna sambil menatap Axel yang sedang duduk tertawa memandang nya .

__ADS_1



"Sayang Umi. Kamu yang sabar ya nak. Umi yakin Abi akan sembuh " ujar Elna.


Tiga bulan berlalu begitu saja. Fahrizi telah kembali aktif sebagai seorang direktur. Fahrizi lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Tidak jarang pulang kerja Fahrizi langsung pergi ke klub.


Bisa di bilang Fahrizi kini telah kembali menjadi seorang Fahrizi yang gemar gonta ganti perempuan. Dia sering menghabis kan malam nya di atas ranjang bersama perempuan yang berbeda.


Saat pulang ke rumah terkadang dalam keadaan mabuk. Keadaan ini lah yang paling Elna tidak suka. Karena saat Fahrizi mabuk Fahrizi sering meminta Elna melayani nya. Yang membuat Elna sakit Fahrizi melakukan itu bukan atas dasar cinta yang selama ini Fahrizi lakukan bersama Elna. Tapi karena syahwat nya karena pengaruh alkohol.


Setelah selesai mengganti pakaian Fahrizi Elna kembali ke kamar mereka. Terkadang Elna tidur di kamar Axel. bi Wati yang menyaksikan itu setiap hari sangat kasihan kepada ibu muda nya itu.

__ADS_1


Bi Wati terkadang berpikir kenapa orang baik selalu di coba. Bi Wati ingat betul sejak bi Wati kerja di kediaman Fahrizi dan Elna bi Wati tahu persis setiap cobaan yang datang silih berganti dalam kehidupan rumah tangga ibu muda itu.


"Saya salut sama ibu muda. Beliau sanggup melewati setiap cobaan yang datang. batin bi Wati.


Tidak terasa mengalir butiran bening dari sudut mata bi Wati memandang ibu muda nya sedang tidur bersama putra kecil nya.


"Semoga suatu saat ibu mendapatkan kebahagiaan yang hakiki bu" batin bi Wati.


Setiap pagi Elna selalu menyiapkan pakaian Fahrizi secara diam - diam. Karena kalau Fahrizi tahu dia akan marah besar. Dan tidak akan mau memakai baju tersebut.


Elna juga selalu membuatkan sarapan untuk Fahrizi. Tapi yang memberikan nya bi Wati.

__ADS_1


Entah apa yang ada di dalam pikiran Fahrizi sehingga dia begitu membenci Elna.


"Pak tolong cepat lah sembuh seperti semula. Supaya ibu muda tidak sedih terus seperti sekarang " batin bi Wati.


__ADS_2