Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Mantan Kasanova


__ADS_3

Hari semakin sore para tamu undangan sudah pada pulang. Hanya mereka yang memang baru datang saja masih di sana.


Fahrizi dan Elna masih sibuk dengan tamu yang masih ada.


"Waaah isteri anda masih sangat mudah dan cantik sekali Pak " ujar salah seorang relasi Fahrizi.


"Terima kasih Pak! ujar Fahrizi sambil tersenyum ramah.


"Pak Fahri ini memang hebat sukses dalam segala hal termasuk dalam memilih pasangan." ujar yang lain nya.


"Bapak bisa aja" ujar Fahrizi.


Elna yang merasa kurang nyaman berada di antara Fahrizi dan rekan-rekan kerja nya. Memilih pamit dengan alasan dia capek berdiri.


Elna menuju taman belakang di sana sudah ada Dinda, Keylin dan Aisyah.


"Hai Kak " ujar Dinda sambil memapah Elna untuk duduk.


Elna tersenyum lalu duduk.


"Kak Fahri nya mana Kak? kok kakak sendirian? tanya Dinda


"Kakak mu masih bersama tamu. Kakak capek berdiri " jawab Elna.


"Oh" ujar Dinda


"Kak seperti nya. Kakak harus merawat diri deh paskah melahirkan " ujar Keylin.


" Memang nya kenapa Key? tanya Dinda


"Key lihat banyak banget cewek - cewek anak relasi Kak Fahri yang menatap Kak Fahri tanpa berkedip " jawab Keylin.

__ADS_1


"Kak Elna itu nggak perlu perawatan udah cantik Key. Udah cantik dari sana nya" ujar Dinda.


"Iya. Tapi kan biasa nya perempuan kalau sudah melahirkan akan banyak perubahan kak Dinda" ujar Keylin nggak mau kalah


"Kak fahri itu orang nya setia kok dek " jawab Elna.


"Tapi tetap aja Kak. Kakak harus terlihat selalu cantik agar kak Fahri tidak berpaling " ujar Keylin lagi.


"Dek laki-laki itu mau setia atau nggak nya tidak tergantung pada kecantikan isteri nya atau kesuksesan isteri nya. Tapi setia itu terletak pada hati nya.


Walau bagaimana pun keadaan isteri nya. Kalau hati nya setia makah dia akan setia" ujar Elna.


Fahrizi yang dari tadi mencuri dengar perbincangan mereka merasa tertampar karena semua yang Elna katakan benar ada nya.


Aisyah yang dari tadi hanya menjadi pendengar akhir nya buka suara juga.


"Iya benar apa yang di katakan kak Elna itu. Kalau laki-laki setia apa pun dan bagai mana pun keadaan pasangan dia akan tetap setia.


Dinda hanya terdiam mendengar kan perkataan Elna dan Aisyah. Karena dia tidak tahu kakak nya mampu setia atau tidak. Mengingat Kak Fahri boleh di bilang mantan kasanova.


Setelah cukup lama Fahrizi mendengar kan obrolan mereka Fahrizi memilih menemui mertua nya yang sedang berbincang dengan mama Maryam.


"Pak nginap di sini aja bapak sama dek Aisyah. Elna pasti sangat kangen sama bapak " ujar Fahrizi.


"Bapak mau nya juga begitu. Soal nya sudah lama bapak nggak ketemu Elna. Semenjak Elna nikah ini aja bapak terbiasa nggak ketemu Elna.


Kalau dulu satu bulan aja bapak nggak sanggup nggak ketemu Elna.


Anak bapak itu ada enam bersaudara. Tiga laki-laki dan tiga perempuan. Tapi Elna ini lain sendiri. Bapak nggak bisa terlalu lama berpisah dari Elna.


Bukan nggak sayang sama yang lain. Tapi Elna ini memang lain dari kakak - kakak dan adik-adik nya" ujar bapak Elna panjang lebar.

__ADS_1


Fahrizi terharu mendengar kan cerita bapak mertua nya.


"Ternyata kamu memang istimewa dek bukan hanya mas yang merasa kan itu. Tapi bapak kamu juga merasakan apa yang mas rasakan.


Beda nya bapak merasa kamu istimewa sebagai anak dan mas merasakan kamu istimewa sebagai pasangan " batin Fahrizi.


"Pak sebaik nya bapak istirahat. Mungkin bapak capek setelah menempuh perjalanan jauh " ujar Fahrizi.


"Baik lah nak. Bapak itu memang suka sakit pinggang kalau terlalu lama duduk" jawab pak muatopa bapak nya Elna.


"Besan saya pamit istirahat dulu" pamit pak Mustopa pada mama nya Fahrizi.


"Oh ya silakan Pak! jawab mama Maryam.


Fahrizi pun mengantar kan mertua nya ke kamar tamu.


"Pak silakan istirahat. Kalau bapak perlu apa-apa bapak bisa telpon saya " ujar Fahrizi.


"Terima kasih nak " ujar bapak nya Elna.


" Seperti nya hidup mu terjamin nak. Bapak senang melihat kamu berkecukupan. semoga kamu mendapatkan ke bahagian yang sesungguhnya "


ujar Pak Mustopa dalam hati.


Beliau pun merebahkan tubuh nya di kasur yang sangat empuk itu.


" Bu coba ibu ikut. Ibu pasti senang melihat keadaan anak kita sekarang. Sayang nya ibu tidak ikut " ujar beliau


"Tapi bapak tahu sebenarnya ibu juga merindukan Elna. Hanya saja ibu belum bisa menerima semua nya" lirih beliau lagi.


jejak ya

__ADS_1


__ADS_2