Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Ke Kantor Suami


__ADS_3

Setelah membaca do'a makan Fahrizi lansung menyendok makan nya. Baru kunyaan pertama langsung berhenti.


" Dek ini enak banget " ucap Fahrizi berbinar binar


" Alhamdulillah kalau mas suka " jawab Elna.


"Kalau gini cara nya. bisa-bisa mas jadi gendut dek" ucap Fahrizi di selah-Selah ngunya nya.


" Nggak apa-apa gendut mas. Kalau mas gendut orang tau berarti kamu nggak terlantar makan nikah sama aku " jawab Elna.


" Memang nya adek nggak malu jalan sama mas. Walaupun mas gendut. nanti adek di kira jalan sama Om - Om lagi. " canda Fahrizi.


" Kenapa harus malu mas. Suami isteri itu harus menerima kurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi seperti apa pun mas aku akan tetap menerimas mas" jawab Elna.


" Mas bersyukur banget dek bisa menemukan wanita secantik dan sebaik adek. tapi apakah adek akan tetap menerima mas kalau adek tau seperti apa masa lalu mas" batin Fahrizi.


" Mas kenapa bengong " tanya Elna


" Nggak apa-apa sayang " jawab Fahrizi.


Selesai makan Fahrizi dan Elna tidak langsung kekamar tapi mereka pergi keruang keluarga



Untuk bersantai sambil menonto TV.


"Dek besok mas kerja. Adek gak apa -apa dirumah sendiri "tanya Fahrizi


" Nggak apa-apa mas " jawab Elna.


" Oke jika adek bosan dirumah adek bisa main kekantor mas. Adek telpon mas supaya mas suruh sopir Kantor untuk jemput adek " ucap Fahrizi.


Elna tetsenyum sambil bersandar di dada bidang suami nya.


Entah pengaruh tinggal berdua saja atau Elna mulai menyukai Fahrizi. Yang jelas sekarang Elna sangat menikmati waktu bersama Suami nya itu.


Karena merasa nyaman dengan posisi nya Elna tertidur.


Menyadari isteri kecil nya sudah terlelap Fahrizi mengendong tubuh munggil itu dengan sepelan mungkin agar isteri nya tidak terbangun. Membawa nya kekamar tidur mereka.


Membaringkan nya di atas ranjang King Size. Fahrizi memang mempersiapkan semua yang ada dirumah itu semewah mungkin.


Karena rumah itu memang Fahrizi persiap kan untuk orang yang istimewa dalam hidup nya.


Fahrizi menyelimuti tubuh munggil itu. Lalu dia pun ikut berbaring dan terlelap di samping isteri nya dengan posisi memeluk posesif sang isteri .


Elna semangkin nyenyak merasakan kehangatan dekapan suami nya. Sehingga mereka berdua hanyut di alam mimpi.


Saat adzan subuh berkumandang Elna terbangun. Di lihat nya Fahrizi masih tertidur dengan pulas.


Sebenar nya Elna nggak tega membangunkan suami nya. Tapi panggilan untuk melaksanakan kewajiban sebagai muslim membuat Elna harus membangun nya.


" Mas bangun udah subuh" ucap Elna


Sambil menyentuh pipi Fahrizi.


"Hmmm. Ada apa sayang?" ucap Fahrizi


Masih dengan posisi nya.


" Mas bangun dong. Nanti kesiangan gak dapat subuh lagi " ucap Elna lagi.


" Hmmm. ini dulu ucap Fahrizi sambil menepuk nepukan telunjuk nya ke bibir.


Elna paham apa yang di inginkan suami nya itu.


Elna mendaratkan kecupan kilat di bibir Fahrizi. dan itu cukup untuk membuat Fahrizi terbangun.


Mereka menuju kamar mandi untuk bersih- bersih dan berwudhu.


Selesai sholat dan mencium punggung tangan suami nya Elna kedapur untuk membuat sarapan.


Sementara Fahrizi memilih melakukan olaraga ringan di taman belakang rumah. Selesai olaraga Fahrizi memberi makan Ikan.


Elna masih sibuk dengan dapur membuat sarapan untuk suami nya.


Selesai membuat sarapan Elna menyiapkan pakaian Kantor Fahrizi.

__ADS_1


Lalu Elna mandi selesai mandi Elna kembali menata makanan di atas meja makan.


Fahrizi masuk kerumah dia mencium aroma yang sangat lezat. Dia pun menuju ruang makan.


" Sayang. Masak apa enak banget ni aroma nya.


" Mas mandi dulu ya nanti baru sarapan. baju mas udah aku siapin di atas tempat tidur" ucap Elna


" Oke mas Mandi dulu ya. cupp Fahrizi mendarat kan kecupan di pipi Elna.


Elna hanya tersenyum sambil geleng Kepala.


Fahrizi turun sudah rapi dengan baju Kantor nya.


Menuju meja makan. Aroma farfum nya sudah lebih dulu menghampiri Elna.


Elna suka bangat sama aroma farfum suami nya.


" Mas ayo sarapan" ucap Elna


Sambil mengambilkan sarapan untuk Fahrizi.


" Makasih sayang " ucap Fahrizi


Sambil ngambil sendok dan garpu.


" Emmmm, benaran enak nih. Ternyata isteri mas jago masak ya" puji Fahrizi.


" Makasih mas atas pujian nya. Aku senang kalau mas suka masakan ku" ucap Elna.


" Mas suka bangat sayang. Semua makanan yang adek masak pas semua sama lida mas" ucap Fahrizi


Sambil tersenyum menoleh ke isteri nya.


Selesai sarapan Elna mengantar Fahrizi sampai depan rumah.


" Mas berangkat ya. ucap Fahrizi lalu mencium puncak kepala isteri nya.


" Iya mas. hati-hati balas Elna lalu mencium punggung tangan suami nya.


Selesai menyiram tanaman. Elna masuk kerumah beres - beres. Elna memulai nya dari dapur. Setelah dapur kinclong Elna ke kamar tidur mereka.



Untuk merapikan kamar.



Setelah semua nya beres. Elna kembali ke dapur untuk mempersiap kan bahan makanan untuk masak makan siang.


Elna berencana akan memasak makan siang dan mengantarkan makan siang untuk suami nya siang nanti.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Di Kantor Fahrizi sibuk dengan pekerjaan nya. tiba-tiba pintu di ketuk tok tok tok!


" Masuk " jawab Fahrizi


Violeta pun masuk dengan penuh pesona. Dia membuka satu kancing kemeja nya. Sehingga menampk kan belahan dada montok nya itu.


Fahrizi sama sekali tidak menoleh. Violeta mendekat lalu duduk di tangan kursi Fahrizi merangkul pundak Fahrizi lalu berkata


" Sayang aku kangen kamu" bisik Violetta


" Ma'af Vio sekarang aku sudah menikah. Bukan kah hubungan kita sudah berakhir sebelum aku menikah dengan Elna.


Dan itu sudah kamu setujui " ucap Fahrizi.


" Sayang aku sudah putus sama Raynan. Aku ternyata tidak mencintai nya.


Aku hanya mencintai kamu. Aku ingin kita bersama lagi seperti dulu" rengek Violetta


" Ma'af Vio aku nggak bisa. Aku mencintai isteri ku dan aku tidak mau menghianati nya.


" Aku nggak peduli. pokok nya aku mau kembali sama kamu.


Aku nggak apa-apa jadi yang kedua" ucap Violetta

__ADS_1


" Aku nggak bisa Vio. sekali lagi ma'af. Jika kamu nggak ada keperluan lain silahkan keluar. Bekerja lah dengan profesional " titah Fahrizi.


Violetta pun keluar dengan kesal.


Oke sekarang kamu nolak aku Fahrizi. tapi aku akan membuat kamu kembali pada ku. Bagai mana pun cara nya akan ku pasti kan itu . batin Violetta.


Sambil duduk kembali ke kursi kerja nya.


🌼


🌼


Jam sudah menunjukan pukul 11.00 wib Elna sudah siap dengan rantang nya.


Dia juga sudah pesan taxi online. Untuk berangkat ke Kantor suami nya.


Elna sengaja tidak menelpon Fahrizi. Karena Elna ingin memberikan surprise pada suami nya.


Teeeetttt. bel berbunyi. Elna pun bergegas keluar.


" Dengan Mbak Elna " tanya Sopir taxi


" Iya pak saya Elna " jawab Elna.


" Berangkat sekarang ya pak" ucap Elna


" Baik mbak. Silakan masuk " ucap pak sopir.


" Kita pergi ke alamat sesuai aplikasi ya mbak. " tanya sang sopir.


"Iya Pak " jawab Elna lagi


Kurang dari 30 menit mobil yang Elna tumpangi pun memasuki parkiran sebuah Kantor media cetak yang cukup terkenal di kota pempek itu.


Elna turun dan langsung masuk ke dalam kantor itu.


Elna menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan suami nya.


Dia di sambut dengan ramah oleh sang resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya gadis cantik yang umur nya mungkin lebih tua dari Elna.


Elna tersenyum lalu berkata


" Saya mau keruangan suami saya. ruangan nya ada dimana ya? tanya Elna


Karena waktu pernikahan Fahrizi dan Elna hampir semua kalangan hadir tentu resepsionis ini tau siapa yang di maksud.


" Baik bu. ikut saya akan saya antar " ujar nya


Elna pun mengikuti cewek cantik itu.


" Ini bu Violetta. Ada isteri Pak Fahrizi " ucap si gadis.


Violetta menatap dengan tidak bersahabat.


lalu berkata


" Pak Fahrizi sedang sibuk. tidak bisa menerima tamu " ucap Violetta.


Melihat Violetta tidak mengizinkan nya masuk. Elna mengeluarkan hp nya lalu menelpon Fahrizi.


" Mas aku ada di depan ruangan kamu. Tapi sekertaris kamu tidak mengizinkan aku masuk " ucap Elna


Mendengar itu Fahrizi langsung berdiri dan menjemput isteri nya.


Ceklek pintu di buka. Violetta langsung berdiri.


Fahrizi tidak memperdulikan itu dia lansung menghampiri isteri nya.


" Sayang kenapa kamu nggak langsung masuk aja.


Kenapa harus izin sama orang lain untuk masuk keruangan suami kamu " ucap Fahrizi.


Lalu mendarat kan kecupan mesra di puncak kepala isteri nya.


" Yuk masuk " ajak Fahrizi sambil mengandeng Elna.

__ADS_1


__ADS_2