Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Cinta Menjadi Benci


__ADS_3

Setelah mengirim pesan via wa ke Robby. Selly merebahkan diri nya di atas kasur empuk ke sayangan.


"Fahrizi seandai nya kamu mencintai ku. Seperti aku mencintaimu alangkah bahagia nya diri ku ini .tapi kenyataan nya lain. Kamu terlalu mencintai perempuan itu. Aku jadi penasaran seperti apa isteri kamu itu " batin Selly.


Selly meraih ponsel nya di atas nakas. Di cari nya akun sosmed atas nama Elna. Tapi tidak satu pun di temukan nya.


" Nggak mungkin dia tidak memiliki akun sosmed. Tapi kok nggak bisa di temukan ya" ujar Selly.


Saat sedang asyik dengan ponsel tiba - tiba ada chat masuk


" Hy baby. Aku kangen nih. aku kangen dengan ke agresifan kamu di atas kasur


Datang ya aku merindu kamu. Ku tunggu di rumah. byeee... honey. " ujar Fabian.


Selly geram di balas nya chat Fabian.


"Sebaik nya kamu lupakan aku. Karena aku nggak mau lagi punya hubungan dengan orang seberengsek kamu " balas Selly.


"Kamu yakin menolak ku? tanya Fabian


"Karena alasan apa aku harus tidak yakin? ujar Selly.


"Karena kalau kamu nolak aku. Akan aku pasti kan Video-Video kita akan aku kirim ke suami kamu yang bego itu. "ujar Fabian


"Kamu benar - benar Brengsek Fabian " ujar Selly.


"Sudah lah honey. buruan datang kalau kamu nggak mau Video ini di lihat oleh direktur bodoh itu. ujar Fabian.


Dengan berat hati dan penuh kekesalan Selly pun pergi ke rumah Fabian.

__ADS_1


Selly tidak pernah menyangka Fabian setega itu pada diri nya. Rasa cinta kini berubah menjadi sebuah kebencian.


Sampai di rumah Fabian Selly masuk dengan langkah malas. Fabian sudah menunggu nya di ruang tamu.


"Lebih cepat dari yang ku perkirakan honey" ujar Fabian sambil berdiri.


Fabian maju beberapa langkah untuk memeluk Selly. Namun di tepis oleh Selly.


"Why honey? Why....? what do not you miss me?


"Oke. mungkin kamu tidak lagi mencari kepuasan dari ku. Karena suami mu itu cukup memberikan mu ke puasan. Hanya aku saja yang merindukan mu" ujar Fabian.


Selly tetap dalam diam.


Fabian semakin tersulut emosi. di angkat nya Selly ala bridal di hempas kan nya di atas kasur. Fabian menarik baju Selly hingga sobek Selly tetap diam.


Selly melakukan hal yang sama seperti di lakukan Fahrizi pada diri nya. Berharap Fabian akan mengurungkan niat nya seperti diri nya juga.


setelah melempar semua pakaian Selly. Fabian membuka pakaian nya juga tanpa meninggalkan serentang benang pun.


Di kukung nya Selly. Di hunuskan nya senjata pusaka milik nya tanpa rasa ibah sedikit pun.


Selly memejamkan mata nya menahan semua rasa sakit di bawah sana. Fabian menyerang Selly berkali-kali tanpa Selly bisa melakukan perlawanan. Sampai akhir nya Fabian merasa puas.


Di kota A


Elna mengerjap kan mata nya.


"Kok aku di kamar ya! Perasaan tadi aku tidur di ruang tv " batin Elna

__ADS_1


Elna menoleh kesebelah kanan nya. Ternyata suami nya juga ikut tidur bersama diri nya.


Elna menatap Fahrizi yang sedang tidur.


"Kamu tetap ganteng mas walau pun lagi tidur " ujar Elna perlahan.


Fahrizi yang sebenarnya nya sudah bangun dari tadi menahan tawa melihat tingkah isteri kecil nya.


Fahrizi sengaja masih pura-pura tidur untuk mengetahui isi hati isteri nya.


Pelan-pelan Elna mendarat kan kecupan singkat di bibir Fahrizi.


Seketika Fahrizi bangun dan menyambajr kembali bibir indah Elna. Di ***** nya penuh cinta. Elna tidak menolak justeru membalas ******* suami nya.


"Dek boleh mas minta? tanya Fahrizi


Elna menggangguk tanda mengiyakan. Setelah mendapat izin Elna. Fahrizi memulai ritual nya dengan sebuah do'a.


Fahrizi melakukan nya dengan sangat hati-hati. Karena Fahrizi tidak mau menyakiti dua orang yang dia sayangi yaitu Elna dan si cabang bayi nya.


Fahrizi bermain di gunung kembar yang kini menjadi candu bagi nya. Semenjak Elna hamil Fahrizi sangat menyukai gunung kembar tersebut.


Gunung itu kini sudah tumbuh cukup besar dan sangat mengoda bila melihat nya. Di hisap nya puncak kecokelatan itu berkali kali. membuat pemilik nya mendesah dan menuntut lebih.


Fahrizi pun semakin memacu gerakan nya samapi mereka mencapai puncak nya secara bersamaan.


Fahrizi tumbang di samping Elna. Fahrizi menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


"Mas mandi yuk. bentar lagi magrib "ujar Elna

__ADS_1


"Iya sayang. Adek tunggu dulu ya mas siap kan air hangat nya untuk adek " ujar Fahrizi.


Mereka pun akhirnya mandi bareng.


__ADS_2