
"Pak sate nya 7 porsi ya" pesan Fahrizi
"Kok 7 porsi mas? tanya Elna
"Mas mau ngasih sekuriti yang 2 porsi nya" jawab Fahrizi.
" Oooh " jawab Elna
"Silahkan duduk Pak, bu. Saya siap kan dulu pesanan nya" ujar penjual sate tersebut.
"Terima kasih Pak "ujar Elna
"Dek kapan jadwal periksa kandungan nya? tanya Fahrizi
"Dua hari lagi mas. Kenapa mas? tanya Elna balik
"Mas mau nemanin adek. Mas kangen lihat calon jagoan mas. Ya walau pun dia lagi ngambek sama mas " ujar Fahrizi sambil mengelus perut Elna
Si cabang bayi pun bergerak seakan bilang kalau dia udah nggak ngambek lagi.
" Dek ! Dia bergerak " teriak Fahrizi ke girangan.
Elna tersenyum melihat ekspresi suami nya itu.
Si penjual sate pun ikut tersenyum.
" Anak pertama ya Pak? tanya si penjual sate
" Iya Pak anak pertama. Calon jagoan saya ini ujar Fahrizi bangga.
"Selamat ya Pak, bu. Semoga lancar semua nya dan sehat terus. " ujar tukang sate
" Terima kasih Pak atas do'a nya " ujar Fahrizi dan Elna.
"Sama-sama Pak, Bu. Saya dapat merasakan apa yang bapak ibu rasakan. Karena saya dan isteri dulu juga begitu" balas tukang sate sambil tersenyum.
"Ini Pak pesanan nya " ujar penjual sate tersebut.
"Berapa Pak? tanya Fahrizi
"140 ribu Pak" jawab nya
Fahrizi mengeluarkan 5 lembar uang seratus ribu.
"Ini Pak " ujar nya
__ADS_1
"Ini terlalu banyak Pak. cukup 2 lembar saja. Ini pun masih ada kembalian nya " Jelas penjual sate.
"Ambil aja untuk bapak. anggap aja ini rezeki untuk anak dan isteri bapak" ujar Fahrizi.
"Terima kasih banyak Pak! Semoga bapak dan keluarga selalu sehat di mudah kan rizeki nya dan di jauhkan dari segala hal-hal yang tidak baik" ujar penjual sate
" Aamiiin. terima kasih juga do'a nya Pak " ujar Fahrizi.
Fahrizi dan Elna pun pulang. di tengah perjalanan pulang Elna senyum - senyum sendiri.
Dia bangga pada suami nya yang punya sifat suka berbagi.
" Dek kayak nya kita harus kerumah sakit sekarang deh " ujar Fahrizi
"Kenapa mas? tanya Elna kaget
"Untuk periksa Adek " ujar Fahrizi
"Tapi belum jadwal nya mas. lagi pula ini dah sore. bentar lagi magrib " ujar Elna serius.
"Siapa bilang kita mau periksa kandungan. mas mau periksa adek. " ujar Fahrizi
" Periksa Elna kenapa mas? tanya Elna lagi.
"Tu dari tadi senyum - senyum sendiri " ujar Fahrizi sambil tertawa
Fahrizi semakin terkekeh.
Elna membuat manyun bibir nya. Fahrizi semakin gemas melihat isteri kecil nya ngambek.
Lalu Fahrizi mendarat kan kecupan singkat di pipi Elna.
"Mas malu jalan ini! ujar Elna
" Biarin aja jalan dek. memang kenapa? mas kan cium isteri mas sendiri " ujar Fahrizi sambil mengandeng pinggang Elna.
"Iya mas. Isteri mas sendiri tapi tetap harus tau tempat dong " protes Elna.
"Iya sayang.Ma'af ya. Berarti nanti kalau sampai rumah boleh ya mas mau itu " bisik Fahrizi
"Ih mas dasar mesum " ujar Elna
Fahrizi kembali tertawa melihat tingkah isteri nya yang masih suka malu-malu kalau menyangkut masalah itu.
"Nggak apa-apa kalau mesum nya sama isteri sendiri "ujar Fahrizi
__ADS_1
Wajah Elna semakin memerah. Fahrizi sangat menyukai suasana seperti ini.
Dia semakin semangat ngerjai isteri kecil nya.
Tidak terasa mereka sudah sampai rumah.
"Mas ada yang lupa! ujar Elna
"Apa yang lupa sayang " tanya Fahrizi
"Itu lupa di kasih sama sekuriti" ujar Elna sambil menunjuk keresek yang di bawa Fahrizi
" Oh ya dek! tapi kayak nya pos jaga kosong dek nggak ada sekuriti nya" jawab Fahrizi.
Tiba-tiba
"Assalammu'alaikum..., Pak, bu" Ujar seseorang
"Wa'alaikumsalam..., jawab Fahrizi dan Elna.
"Eh Pak sekuriti! ke betulan tadi saya dan isteri beli sate. Ini 2 porsi untuk bapak berdua" ujar Fahrizi.
"Waah makasih banyak Pak " ujar sang sekuriti
" Sama-sama Pak " jawab Fahrizi
Setelah itu Fahrizi dan Elna masuk kerumah.
Elna ke "meja makan untuk menaruh sate. Sementara Fahrizi langsung ke kamar kemudian masuk ke kamar mandi.
Fahrizi mengisi bathtub dengan air hangat dan menambahkan sedikit aroma terapi.
Kemudian Fahrizi keluar dari kamar mandi. Dia memanggil Elna.
"Dek ,dek, dek! panggil nya
"Iya mas "jawab Elna yang masih di lantai bawah
Fahrizi turun untuk membimbing Elna naik.
"Dek mandi dulu sudah sore kurang baik untuk ibu hamil mandi terlalu sore " ujar Fahrizi
"Iya mas " jawab Elna sambil tersenyum.
Elna masuk ke dalam kamar mandi di lihat nya buthtub sudah penuh berisi air. Elna menyentuh air itu. Ternyata hangat.
__ADS_1
Elna tersenyum dia sangat senang dengan perhatian Fahrizi kepada nya.
Elna melepas semua pakaian nya dan masuk ke dalam air hangat tersebut. Elna berendam dia merasa kan kenyamanan sambil menghirup aroma terapi membuat nya bertambah rilek.