
Saat Elna sedang menikmati berendam air hangat tiba-tiba Fahrizi masuk ke kamar mandi. Elna kaget dan dia berpikir kalau Fahrizi akan melakukan sesuatu.
Tapi ternyata tidak. Fahrizi memilih mandi di bawah sower. Biasa nya Fahrizi akan ikut berendam dan memberikan sentuhan - sentuhan yang akan membuat Elna terbang entah kemana.
Elna merasa aneh tapi Elna cepat - cepat menepis pikiran nya itu. Lalu kembali menikmati berendam nya.
" Dek berendam nya jangan terlalu lama kurang baik jika terlalu lama " ujar Fahrizi
"Iya mas bentar lagi ya! jawab Elna
Fahrizi selesai mandi namun Elna belum juga keluar dari buthtub. Fahrizi berjalan menuju buthtub betapa kaget nya Fahrizi.
Ternyata Elna tertidur. Fahrizi tersenyum di angkat nya perlahan tubuh mungil itu lalu di bawa nya ke tempat tidur.
Elna tetap tidak terbangun.
"Seperti nya adek kelelahan. Mungkin karena habis jalan-jalan tadi. Dek ma'af kan mas seharus nya kita tunda dulu untuk punya anak.
Mas tau kamu pasti sangat lelah harus mengandung di usia mu yang masih sangat belia ini.
batin Fahrizi sambil memandang wajah isteri nya yang tengah terlelap.
Fahrizi turun ke bawah menuju dapur. Di lihat nya bi wati tengah sibuk di dapur.
"Bi" panggil Fahrizi pada bi Wati
"Iya Pak" Jawab bi Wati sambil menghadap majikan nya.
" Bibi sudah masak untuk makan malam ? tanya Fahrizi
"Belum Pak. Karena biasa nya ibu yang selalu masak " jawab bi Wati
__ADS_1
"Untuk malam ini kita dilevery aja bi. Soal nya ibu Kecapean seperti nya. Sampai ibu tertidur di buthtub saat berendam " ujar Fahrizi.
"Baik Pak" jawab bi Wati sambil merunduk.
"Bi di rumah ini bibi nggak perlu sungkan. tidak perlu sesungkan itu ke saya cukup kita saling menghargai saja " ujar Fahrizi.
"Baik Pak " jawab bi Wati sedikit melihat majikan nya itu.
"Bi susu ibu dimana? tanya Fahrizi
"Biasa nya di lemari Pak" jawab bi Wati
"Oh terima kasih bik" ujar Fahrizi
Fahrizi membuka lemari mengambil susu lalu Membuat segelas susu untuk Elna.
Fahrizi kembali ke atas untuk melihat Elna kembali. Ternyata Elna masih tidur. Perlahan Fahrizi membangunkan Elna karena sebentar lagi waktu sholat magrib.
Elna pun bangun.
"Mas kok aku udah di kamar? bukan nya tadi aku lagi mandi ya! ujar Elna binggung
"Tadi adek ketiduran saat berendam jadi mas bawa aja adek ke kamar " jawab Fahrizi.
Muka Elna merah karena malu.
" Sudah sekarang adek bangun. Ini mas udah buat kan adek susu panas biar segar.
Bentar lagi magrib adek siap-siap kita sholat berjama'ah" ujar Fahrizi
Elna mengangguk sambil tersenyum. Elna beranjak menuju lemari untuk berpakaian setelah meminum beberapa teguk susu hangat buatan suami nya.
__ADS_1
Allahuakbar...Allahuakbar.... Allahuakbar
Suara adzan berkumandang. Elna bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu menyusul suami nya yang telah lebih dulu ke kamar mandi.
Mereka melaksanakan sholat magrib dengan berjama'ah. Suasana seperti ini lah yang selalu di rindu kan Elna saat Fahrizi tidak ada di rumah.
Selesai sholat Fahrizi dan Elna turun ke bawah. Elna melihat bi Wati sedang menata hidangan makan malam di meja.
Elna menghampiri bi Wati dan berkata
"Ma'af bi Elna ketiduran jadi bibi deh yang masak " ujar Elna
"Bibi tidak masak kok bu. Ini semua di pesan bapak " jawab bi Wati.
"Iya sayang. Mas yang pesan karena mas lihat adek Kecapean.
Mas nggak mau adek tambah capek karena harus memasak " ujar Fahrizi.
Saat mereka sedang sibuk tiba - tiba bel pintu berbunyi.
Bi Wati berlari kecil ke pintu untuk membuka kan pintu.
Ternyata yang datang mama Maryam dan Dinda.
" Silakan masuk bu, neng Dinda. Bapak sama ibu sudah menunggu " ujar bi Wati
"Makasih bi" Jawab mama dan Dinda
Dinda berlari kecil masuk ke dalam rumah. Dia sudah tidak sabar untuk menemui kakak semata wayang nya.
"Hy.... Kak " ujar dinda sambil menuju kakak nya.
__ADS_1
Fahrizi berdiri lalu memeluk adik nya kemudian menyalami mama nya.