Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Makan siang bersama big bos


__ADS_3

Waktu yang di tunggu pun tiba hari ini adalah hari pertama elna, lia, dan dinda magang mereka magang di tempat yang sama yaitu di sebuah bank. walau pun mereka magang di tempat yang sama tapi mereka berbeda ruangan.


Tapi setiap jam makan siang mereka selalu sama - sama. walaupun terkadang mereka dapat makan siang dari kantor mereka selalu makan bersama.


Di selah - selah makan mereka, mereka selalu bertukar bercerita tentang hari yang mereka lewati setiap hari nya.


Sejauh ini semua nya biasa - biasa aja sampai suatu hari saat mereka sedang makan siang mereka di kaget kan dengan suara


" Apa bapak boleh gabung?" sapa seseorang


Mereka pun kompak menoleh kesumber suara. betapa kaget nya mereka ternyata yang ingin bergabung dengan mereka itu adalah direktur bank tersebut. mereka terdiam kemudian sang pimpinan kembali bersuara


" Boleh nggak ?" ulang nya


" Boleh pak boleh" jawab mereka.


Pak direktur pun duduk bersama mereka memesan makanan sama persis seperti yang mereka makan, Sayur asem sambel terasi, ikan asin goreng, ayam goreng dan lalapan.


Menu itu merupakan menu favorit elna tapi sekali - sekali dinda dan lia pun ikut menyantap nya.


Mereka bertiga makan saling menatap satu sama lain sambil memperhatikan pimpinan mereka itu makan. yang di perhatikan cuek sambil makan dengan lahap nya. sungguh pemimpin yang rendah hati bukan, jarang - jarang ada pimpinan yang mau duduk bersama bawahan nya makan dengan menu yang sama pula.


Setelah makan Pak Dwi sang direktur itu memesan empat porsi puding. sembari menunggu puding datang pak Dwi ngajak mereka ngobrol


" Bagaimana apa kalian suka dengan tempat magang kalian?" tanya pak Dwi


"Suka pak suka banget malah" jawab dinda yang di iringi cengiran dari elna dan lia


"Bapak juga senang dengan cara kerja kalian " ujar pak Dwi


" Salah satu dari kalian akan bapak tarik jadi honorer nanti kalau kalian sudah selesai magang " ucap pak Dwi lagi


Mereka saling pandang kemudian dinda memberanikan diri untuk bertanya


" Kalau boleh tau siapa ya pak di antara kami yang akan di tarik " tanya dinda


" Kemungkinan elna, jujur kalian bertiga bagus semua, Lia bagus, Dinda lebih bagus tapi elna yang paling menjiwai nya " kata pak Dwi


" Bapak harap ini menjadi motivasi untuk kalian, kalau kalian bisa honorer dulu sambil lanjut kuliah kalian akan bisa di promosikan jadi karyawan tetap nanti nya" jelas pak Dwi.


Mendengar itu dinda mulai diam karena dinda berharap yang akan di tarik jadi honorer itu adalah dia bukan elna.


Mereka sedang asyik mendengar kan penjelasan pak Dwi tiba - tiba pelayan datang


" Permisi pak ini puding nya !" sapa pelayan tersebut


" Oke terima kasih " jawab pak Dwi


" Mari silakan di makan puding nya " ucap pak Dwi kepada lia, elna dan dinda.


" Makasih pak "ucap mereka sopan


" Sama - sama " jawab pak Dwi


Mereka pun makan puding nya dengan lahap kecuali dinda dia masih memikir kan omongan pak Dwi tadi. bisa bekerja di bank memang cita - cita dinda tapi kenapa kesempatan itu di dapat elna dengan mudah ada rasa tidak rela di hati dinda.

__ADS_1


Selesai makan siang dinda lansung kembali keruangan nya. di ruangan nya dinda terus memikir kan bagai mana cara nya agar dia bisa mendapat kan posisi elna.


🌼


🌼


Fahrizi baru keluar dari ruangan nya


" Hai sayang mau makan siang ya" tanya violeta dengan manja


" Iya sayang, ayo kita makan "ajak fahrizi


Violeta pun bergelayut manja di lengan fahrizi. Semua orang memang sudah tau tentang hubungan mereka jadi jika ada mata yang melihat kemesraan mereka itu biasa saja.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Waktu berjalan begitu cepat tidak terasa sudah masuk bulan ke empat mereka magang itu artinya tinggal sekitar dua bulan lagi magang mereka selesai.


Namun dinda belum menemukan cara agar bisa mengeser posisi elna. tiba - tiba terbesit di benak nya untuk melakukan hal yang bisa membuat dia mendapat kan apa yang dia ingin kan


Pulang magang dinda sengaja mengajak elna pulang bareng. mereka jalan kaki menuju lampu merah tidak jauh dari kantor tempat mereka magang


" Na' besok ada acara nggak ?"tanya dinda


" Nggak ada kok, kenapa din? tanya elna balik


" nggak papa, main dong kerumah mama nanyain kamu loh


"Oh ya!" seru elna


" Oke besok aku main " ucap elna.


keesokan hari nya setelah beres semua pekerjaan nya elna bersiap siap untuk berangkat kerumah dinda. Ibu nya dinda memang baik beliau sudah menganggap elna seperti anak nya sendiri.


Maka karena itu hari ini elna berniat mengunjungi beliau karena selama magang elna memang nggak pernah berkunjung.


Dinda sudah menyiapkan rencana nya di bantu oleh teman smp nya si feby


" Kak hari ini ada acara nggak ? tanya dinda pada Fahrizi


" Nggak ada, emang kenapa dek ? tanya fahrizi balik


" Aku bisa minta tolong ?


"Tolong apa ?" tanya fahrizi lagi


" Nanti elna mau kesini aku mau pergi bentar sama feby mau cari camilan kalau dia datang kakak temanin dulu ya sampai aku pulang!" pinta dinda


" Oke! jawab fahrizi


" Kak di kulkas sudah ku siap kan just untuk kakak dan elna nanti di minum ya" ucap dinda


" Iya bawel, udah pergi sana" ujar fahrizi


Dinda pergi bersama feby tentu mereka tidak benar-benar pergi mereka hanya pura - pura pergi kemudian masuk dari pintu belakang bersembunyi di kamar mama nya dinda, yang kebetulan mama dinda sedang pergi kerumah saudara nya.

__ADS_1


🌼🌼🌼


" Bu elna pamit dulu ya mau main kerumah nya dinda" pamit elna pada bu hanna.


" Iya nak hati - hati di jalan" ujar bu hanna


" Iya bu, assalammu'alaikum..., " ucap elna


" Wa'alaikumsalam.... " jawab bu hanna


Ibu hanna melihat elna pergi sampai tidak terlihat lagi baru bu hanna masuk ke rumah.


" Ya allah kenapa persaan ini tidak enak kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu pada elna. ya allah lindungilah elna dari bahaya apa pun" do'a bu hanna dalam hati.


Elna pergi kerumah dinda mengunakan taxi sekitar 30 menit elna sampai kerumah dinda, dia turun dari taxi lansung masuk karena pagar rumah dinda yang tidak terkunci sampai nya di depan pintu elna ngetuk pintu


" Tok tok tok "


" Assalammu'alaikum..., ucap elna


fahrizi yang mendengar lansung berjalan arah pintu sambil menjawab salam dari elna.


" Wa'alaikumsalam..., jawab fahrizi sambil membuka kan pintu.


" Eh elna " sapa Fahrizi


"Ayo masuk ajak fahrizi


" Dinda mana kak ?" tanya elna


" Dinda lagi beli cemilan sama si debu.


" Bunda kemana kak?" tanya elna lagi


"Bunda pergi mendadak karena ada keluarga sakit" jawab fahrizi.


" Oh ya udah kak kalau gitu elna pulang aja ya nggak enak kalau kita berdua aja


"Siapa bilang berdua kita berempat kok ucap dinda dengan berbisik di persembunyian nya.


"Dinda mintak kmu nunggu karena mereka hanya sebentar " ucap fahrizi.


Fahrizi pun mengambil kan minuman untuk elna dan diri nya sendiri. fahrizi tidak tau kalau minuman itu sudah di campur dinda dengan obat tidur.


" Minum dek " ucap fahrizi


" Makasih kak " ucap elna


Elna pun minum just yang di kasih fahrizi tanpa rasa curiga sedikit pun. begitu pun dengan Fahrizi, dia pun meminu just nya


Dinda Yang ngintip dari kamar tersenyum


dia senang melihat rencana nya berjalan sesuai keinginan nya.


tidak begitu lama elna dan Fahrizi mulai mengantuk kemudian tertidur pulas . Saat fahrizi dan elna telah benar - benar tidur pulas. Dinda dan feby membawa mereka ke kamar fahrizi lalu membuka semua pakaian fahrizi dan elna lalu menyelimuti mereka dengan satu selimut seolah olah mereka telah berbuat mesum. tidak lupa dinda memotret kebersamaan elna dan kakak nya fahrizi yang di buat nya itu. Setelah itu dia menelpon ibu nya untuk segera pulang .

__ADS_1


__ADS_2