Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Pingsan


__ADS_3

"Maaaa... !panggil Dinda pada mama nya


"Ada apa dek? jawab mama dari dapur


"Dinda kesiangan ni Ma. Mama nggak bangunin Dinda" ujar Dinda sambil mengambil sepotong roti tawar untuk di makan nya.


"Mama sengaja nggak bangunin. Biar kamu nggak ke biasaan habis sholat subuh tidur lagi. Maka nya kalau habis sholat subuh itu lakukan aktivitas yang bermanfaat " ujar mama.


"Dengar tu dek. benar apa kata mama " ujar Fahrizi.


"Iya kakak ku yang cerewet " ujar Dinda sambil lewat dan sengaja menginjak jempol kaki Fahrizi.


"Auuuh sakit tahu dek... ! Jerit Fahrizi


"Biarin. Weeek " ujar Dinda sambil menjulurkan lidah nya.


"Maaa...., Dinda berangkat. Assalammu'alaikum... " ujar Dinda


"Wa'alaikumsalam...., hati-hati " ujar mama dari dapur.


Dinda tidak lagi menjawab dia sudah melajukan mobil nya keluar dari pekarangan rumah menuju gerbang.


Fahrizi juga sudah siap untuk berangkat kerja. Dia lagi menunggu di jemput sama Robby.


Fahrizi naik ke atas untuk melihat Elna sebelum dia berangkat kerja. Tidak biasa nya Elna tidak turun saat Fahrizi mau berangkat kerja.


Saat sampai di lantai atas betapa kaget nya Fahrizi melihat Elna sudah tergeletak di lantai.


Fahrizi berlari dan mengangkat tubuh mungil Elna ke atas kasur.


"Dek. Elna bangun sayang! Adek kenapa? ujar Fahrizi.


Karena terlalu panik Fahrizi binggung mau ngapain. Lalu Fahrizi menjerit memanggil mama nya. Mama Maryam.


"Maaaa! panggil Fahrizi


Mama berlari menaiki tangga buru - buru ke kamar Fahrizi dan Elna.


"Ada apa nak? tanya mama panik


" Elna Ma. Elna pingsan " jawab Fahrizi.


"Ya udah mama telpon dokter Antonio dulu " ujar mama


"Buruan ma" ujar Fahrizi.


Mama menghubungi dokter Antonio


Mama : Hallo dok ini mama mertua nya Elna. Dokter bisa datang? Elna pingsan tiba-tiba " ujar mama.

__ADS_1


Dokter : Baik Bu saya akan segera ke sana.


Mama :Terima kasih dok !" ujar mama.


Mama pun memutuskan sambungan ponsel nya. Lalu berjalan ke tempat tidur di mana Elna sedang terbaring tidak sadarkan diri.


"Elna bangun sayang. Ini mama nak. Elna kamu harus bangun sayang ingat anak yang ada di rahim Elna. Dia membutuhkan ibu nya sehat sayang " ujar mama sambil beruraian air mata.


"Kak kenapa bisa begini ? apa yang terjadi? tanya mama pada Fahrizi.


"Nggak tahu Ma. Tiba - tiba Fahrizi menemukan dek Elna udah pingsan " jawab Fahrizi.


Tidak lama kemudian dokter Anton pun datang. Dan langsung memeriksa Elna.


"Bagai mana dok keadaan isteri saya? tanya Fahrizi.


"Bu Elna seperti nya sedang memikir kan sesuatu. Sehingga membuat nya lelah. Itu sangat berpengaruh dengan ke sehatan beliau. Kalau bisa beliau jangan terlalu banyak pikiran agar proses kesembuhan nya lebih memungkinkan " jelas dokter Anton panjang lebar.


"Kami juga tidak tahu dok apa yang sedang di pikir kan nya! Soal nya kami selalu menjaga perasaan dan kesehatan nya"ujar mama Maryam.


"Apa mungkin beliau sedang ada masalah terhadap rumah tangga kalian? tanya dok Anton ke pada Fahrizi.


"Nggak dok. Semua nya baik-baik aja " jawab Fahrizi.


"Kalau begitu lebih baik bu Elna di rawat di rumah sakit aja. ini ada kemungkinan beliau koma " ujar Dokter Anton.


"Lakukan yang terbaik untuk isteri saya dok" ujar Fahrizi.


"Tentu bu. Kami akan selalu melakukan yang terbaik untuk pasien kami " jawab dokter Anton.


Elna pun di bawa kerumah sakit untuk di rawat.


Setelah Elna di kamar rawat inap. Fahrizi pergi ke kantor karena ada rapat penting yang tidak bisa Fahrizi tinggalkan.


Sedang kan mama Maryam lebih memilih menemani Elna di rumah sakit.


Selama di kantor pikiran Fahrizi selalu ke Elna di rumah sakit. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Elna.


Selesai menghadiri beberapa rapat hari ini Fahrizi kembali ke rumah sakit. Dia sudah tidak sabar untuk menemui isteri nya tercinta.


Sesampai nya di rumah sakit. Fahrizi langsung ke kamar rawat Elna. Di lihat nya Elna masih dalam keadaan yang sama seperti tadi pagi sebelum Fahrizi berangkat kerja.


Di ambil nya tangan lalu di kecup nya dengan lembut. Lalu berkata


"Dek jangan hukum mas seperti ini. Karena mas nggak sanggup melihat Elna terbaring tidak berdaya seperti saat ini " ujar Fahrizi.


"Kalau adek marah sama mas. Mas nggak apa - apa puasa. Asalkan adek tetap sehat. "ujar Fahrizi lagi.


Flash back #

__ADS_1


Suatu malam


"Dek mas mau itu! ujar Fahrizi


"Nggak ada ini itu mas. Elna lagi marah sama mas. Jadi mas harus puasa sampai Elna nggak marah lagi sama mas " ujar Elna.


"Dek tapi mas mau! renggek Fahrizi.


"Nggak ada ini hukuman untuk mas. Mulai sekarang kalau Elna marah sama mas hukuman nya puasa" ujar Elna


"Dek jangan puasa yang ini. Puasa besok aja " renggek Fahrizi lagi.


"Nggak. Sekali nggak ya nggak. Udah mas sekarang tidur " titah Elna pada suami nya saat itu.


Flash On#


Semua itu masih teringat begitu jelas di ingatan Fahrizi. Fahrizi meneteskan air mata nya kalah mengingat semua nya.


Waktu Ashar pun tiba. Fahrizi pergi ke kamar mandi untuk ambil wudhu. Sebelum Sholat Fahrizi berbisik di telingga Elna.


"Bidadari mas. bangun ya sayang mas menunggu mu" bisik Fahrizi.


Fahrizi sholat Ashar di lanjutkan membaca alqur'an. Fahrizi membaca kan surat yusuf yang biasa di baca oleh Elna.


Fahrizi membaca nya dengan khusyuk.


Setelah itu Fahrizi membaca ayat seribu dinar. Dia berharap allah memberikan pertolongan untuk isteri nya.


Fahrizi ingat betul dulu ustad nya pernah menjelaskan tentang ke utamaan ayat seribu dinar yaitu selain penarik rezeki juga sebagai penolong.


Namun sampai Fahrizi selesai membaca alqur'an. tetap belum ada tanda - tanda Elna akan sadar .


Fahrizi kembali mengajak Elna ngobrol


"Sayang bangun mas membutuhkan mu. terutama anak kita yang ada di rahim mu.


Ingat lah sebentar lagi dia akan hadir di tengah - tengah kita " ujar Fahrizi.


Mama Maryam yang dari tadi berdiri di pintu tidak bisa membendung air mata


Beliau berlari keluar. Karena beliau tidak mau Fahrizi melihat beliau menangis.


Fahrizi terus mengengam tangan Elna. Berharap Elna segera sadar. Namun belum juga sadar.


Tiba - tiba Dokter masuk dan memeriksa keadaan Elna.


"Pak kemungkinan bu Elna akan mengalami komah" ujar dokter Anton.


"Kapan isteri saya akan siuman dok? tanya Fahrizi.

__ADS_1


"Itu belum bisa di tentu kan pak! kita berdo'a saja semoga saja ada ke ajaiban dari tuhan untuk kesembuhan isteri bapak " jawab dokter Anton.


Fahrizi terdiam mendengar penjelasan sang dokter.


__ADS_2