Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Liburan Part 3


__ADS_3

Selesai makan malam Elna dan Fahrizi bersih - bersih dan ganti baju. Setelah itu mereka berencana untuk keluar lagi. Untuk sekedar mencari angin segar sekali gus mereka akan ke masjid terdekat untuk melaksanakan sholat isya'.


"Dek. Apa adek nggak Kecapean kalau kita keluar lagi " tanya Fahrizi.


"Nggak kok mas. Elna belum capek. lagi pula Elna ingin sholat di masjid dekat sini siapa tahu ada tausiyah nya hitung - hitung sekalian wisata agama " ujar Elna.


"Oke. Tapi kalau adek capek bilang ya biar kita pulang ke hotel " ujar Fahrizi.


"Siap mas ku cayang " ujar Elna sambil mencubit pipi suami nya.


Mereka pun keluar. Mereka berjalan kaki mencari masjid terdekat. Elna yang memang nyaris nggak pernah keluar. Membuat nya sangat antusias melakukan segala hal.


Di kota A.


"Ma... udah beres nih dekorasi nya. Lihat sini bagus nggak nih " ujar Dinda


"Iya dek bentar " jawab mama


Mama berjalan menuju ruang tv yang sudah di dekorasi Dinda.



"Waah bagus ini dek. Perpaduan warna nya pun pas " ujar mama.


"Iya dong ma. Dinda gitu loh! ujar Dinda


"Oh ya dek. Apa lagi ya yang belum? tanya mama.


"Banyak Ma. Kado belum, Kue belum dan ngundang orang belum." ujar Dinda


"Kalau begitu. Mama undang teman - teman mama. Dinda undang teman -teman Dinda. Jangan lupa Aisyah " ujar mama.


"Beres Ma. Aisyah biar langsung jemput aja nanti " ujar Dinda.


"Teman -teman nya kak Fahri undang nggak ya ma?" tanya Dinda.


"Undang nak Rian sama Robby aja " jawab mama.


"Oke ma" ujar Dinda


Dinda pun mengirim undangan secara Online kepada teman - teman nya dan teman Fahrizi.


Di kota B


"Selly mau kemana... ? teriak Pak Darma


Selly tidak menjawab. Dia tetap melangkah keluar rumah.

__ADS_1


"Selly berhenti! Hardik Pak Darma.


"Kenapa pa? Kenapa papa larang Selly. Selly ini anak papa. bukan boneka pa yang bisa papa perlakukan semau papa. Selly berhak atas kebahagiaan Selly. Untuk apa Selly berharap pada Fahrizi pa. Fahrizi tidak mencintai Selly. Percuma di paksakan Selly tidak akan bahagia. Jerit Selly sambil beruraian air mata.


Pak Darma terdiam beliau sadar apa yang di katakan Selly benar. Tapi beliau terlanjur mengambil langkah.


"Selly tolong nak. Dengarkan papa " ujar Pak Darma.


"Dengar kan apa pa? Selama ini Selly selalu mendengar kan semua kata-kata papa. Tapi apa pa? apa ....?. Selly selalu menderita" ujar Selly.


"Biarkan Selly menentukan hidup Selly sendiri pa. Cukup Selly berkorban untuk papa. Toh papa sudah cukup sukses sekarang karena bantuan Selly. " ujar Selly


Pak Darma kembali terdiam. Selly memang sudah banyak membantu diri nya demi kelancaran bisnis beliau. Pak Darma ingat betul Selly harus kehilangan kesucian nya di usia nya yang masih sangat belia. Saat Selly di paksa menemani seorang bapak - bapak yang umur nya mungkin lebih tua dari pada umur Pak Darma sendiri. Demi untuk mendapatkan investor.


Jika mengingat itu Pak Darma pun merasakan nyeri di dada nya. Apa lagi Selly. Pak Darma pun membiarkan Selly menenangkan diri.


"Ma'af kan papa nak karena keegoisan papa kamu harus menderita " ujar Pak Darma.


Pak Darma terduduk di sofa mewah nya. Pikiran nya ngembala kemana mana. Lalu dia ingat akan Fahrizi. Beliau menelpon orang bayaran nya.


Pak Darma : Bagai mana keadaan isteri Fahrizi sekarang ?


OB(orang bayaran): Sudah Sehat Pak sekarang mereka sedang liburan di Pulau bangka.


Pak Darma : Kenapa kamu baru kasih tau saya sekarang haaa? bentak Pak Darma


Pak Darma : Saya mau kamu pantau terus mereka.


OB :Apa saya harus ke bangka juga pak? tanya nya.


Pak Darma : Terserah kamu yang penting kamu kasih kabar terus ke saya tentang mereka.


OB : Baik Pak.


Sambungan telepon pun terputus. Pak Darma mengirim chat kepada Selly.


"Jika kamu mau menenangkan diri silakan nak. Saran papa kamu pergi liburan ke bangka aja"


Setelah membaca chat papa nya Selly langsung membeli tiket pesawat untuk terbang ke bangka. Selly pikir papa nya pasti punya alasan menyuruh dia liburan ke bangka. Walau pun masih kesal Selly tetap mengikuti ke inginan papa nya.


Masuk lagi chat dari Papa nya.


"Sel kamu harus bisa memanfaatkan waktu. Fahrizi sedang berlibur di sana. "


Mendengar nama Fahrizi membuat Selly bersemangat untuk berangkat ke bangka.


"Kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan jika ada kesempatan. Kamu lihat aja apa yang akan aku lakukan Fahri " batin Selly.

__ADS_1


Selly berangkat dengan penerbangan pukul 12.30 wib. Tiba di kota bangka Selly langsung mencari penginapan di mana Elna dan Fahrizi menginap. Dia pun sudah di boking kan papa nya kamar di hotel tersebut.


Sesampai nya di hotel Selly langsung mengirim chat ke pada papa nya. Memberi tahu papa nya sekaligus bertanya apa yang harus dia lakukan selanjut nya.


"Jika sudah sampai di sana selanjut nya terserah selly. Mau apa dan bagai mana. jika menurut Selly baik untuk Selly lakukan " ujar Pak Darma.


Selly pun memutar otak nya apa yang harus dia lakukan. Sementara di kamar lain. Elna dan Fahrizi sedang menikmati kebersamaan mereka. Mereka baru saja pulang dari menjelajahi kuliner bangka.


Setelah beristirahat sebentar. Mereka Melaksanakan sholat Ashar. Sore hari nya mereka berencana menyaksikan sunset kembali.


"Mas...! panggil Elna


"Iya Sayang. ada apa? tanya Fahrizi.


" Elna ingin makan malam di luar mas malam ini " ujar Elna.


"Oke. Kita keluar sekalian makan malam ya! ujar Fahrizi.


"Makasih mas " ujar Elna sambil mencubit gemas pipi suami nya.


"Iya sayang. apa sih yang nggak untuk isteri mas tercinta ini" ujar Fahrizi.


"Ya udah sekarang adek istirahat dulu. Setelah itu baru kita keluar lagi " ujar Fahrizi.


Elna pun beristirahat. Fahrizi ikut bersama isteri kecil nya.


Selly mulai menyusun rencana licik nya. Dia menyuruh seseorang untuk mengawasi setiap kegiatan Elna dan Fahrizi. Mengetahui Elna sedang menuju pantai. Selly pun menuju pantai tersebut.


Selly berencana untuk pura - pura kebetulan bertemu di sana.


Mengetahui Elna dan Fahrizi tidak turun ketepi pantai Selly kembali naik. Dia berjalan dan menghampiri Fahrizi dan Elna.


"Hai.. Bu Elna, Pak Fahri " kebetulan kita ketemu di sini " ujar Selly.


"Hai.... Ma'af anda siapa ya? saya rasa kita baru pertama kali bertemu " ujar sekaligus tanya Elna.


"Saya.....


"Dia anak Pak Darma sayang. Waktu adek acara tujuh bulanan dia sempat datang. Tapi tidak bertemu dengan adek karena bu Selly buru-buru waktu itu " ujar Fahrizi memperkenalkan Selly mendahului Selly.


"Oh.. anak Pak Darma. Senang bertemu dengan anda " ujar Elna.


Selly hanya tersenyum.


"Oh ya bu Selly. Kami kesana dulu " ujar Fahrizi.


Selly hanya mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2