
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 setengah jam. Mama dan Dinda sampai dirumah sakit tempat Fahrizi di rawat. Mama buru-buru kebagian resepsionis untuk menanyakan di mana Fahrizi di rawat.
"Permisi sus saya mau tanya. Korban kecelakaan tadi pagi di rawat di mana ya sus? tanya mama Maryam.
"Ma'af atas nama siapa ya bu? tanya suster.
"Fahrizi. Lengkap nya Muhammad Fahrizi sama Robby Permana." ujar mama.
"Pak Fahrizi Di kamar No. xxx sama Pak Robby di kamar No. xxx bu " jawab suster.
"Terima kasih sus" ujar mama.
Mama Maryam dan Dinda pun bergegas menuju ruangan tersebut. Sesampai nya di sana masih ada polisi berjaga.
"Selamat pagi pak saya ibu nya korban.Apa boleh saya melihat anak saya? tanya mama Maryam.
"Oh silakan bu. Kami senang jika sudah ada pihak keluarga yang datang. Dengan begitu kami bisa melanjutkan tugas kami " ujar seseorang polisi.
"Iya. Terima kasih banyak pak atas bantuan bapak dan anggota bapak sudah menolong anak saya" ujar mama Maryam.
__ADS_1
"Sama-sama bu. Ini sudah menjadi tugas kami sebagai aparat " ujar polisi itu lagi.
Para polisi pun pergi kembali bertugas. Mama dan Dinda masuk ke dalam kamar rawat Fahrizi. Tidak lama kemudian masuk dokter bersama suster nya.
"Permisi bu...! apa ibu ini keluarga korban " tanya seorang dokter.
"Iya. Saya mama nya dan ini adik nya. bagai mana keadaan putra saya dok? tanya mama cemas.
"Pasien mengalami benturan hebat di kepala belakang. Sehingga membuat pasien mengalami gegar otak. Kemungkinan jika beliau sadar akan mengalami amnesia " jelas sang dokter.
"Apa dok amnesia? " tanya mama Maryam.
"Iya bu. Amnesia ini ada jangka panjang ada juga jangka pendek" jawab sang dokter.
Tidak terasa butiran bening mengalir dari sudut mata mama. Mama sedih karena tiada henti nya cobaan datang silih berganti dalam kehidupan rumah tangga putra nya. Mama tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagai mana dengan Elna kalau dia tahu suami nya mengalami kecelakaan dan lupa ingatan.
"Kasihan kamu nak. Orang sebaik kamu harus mengalami berbagai cobaan yang datang silih berganti. batin mama memikirkan Elna.
"Dokter apa bisa putra saya di pindah kan kerumah sakit di kota A saja. Supaya saya lebih mudah untuk menjenguk nya. " ujar mama.
__ADS_1
"Tentu bu. Mungkin itu yang terbaik. Karena jika di kota besar peralatan medis nya lebih lengkap dan memadai " ujar sang dokter.
"Kalau begitu kapan ya dokter putra saya bisa di pindahkan? tanya mama lagi.
"Hari ini juga bisa bu. Setelah mengurus admin nya " jawab sang dokter lagi.
"Baik lah kalau begitu saya urus administrasi nya dok! " ujar mama.
Mama menuju ke bagian administrasi. Lalu menyelesaikan semua admin nya termasuk sewa ambulance untuk membawa Fahrizi kerumah sakit di kota A.
"Baik bu. Kami akan membuat kan surat rujukan untuk anak ibu. Ibu bisa tunggu di ruang tunggu dulu " ujar si suster.
"Terima kasih suster " ujar mama.
"Sama-sama bu " jawab suster.
Ibu menuju ruang tunggu di sana sudah ada Dinda.
"Gimana Ma? tanya Dinda.
__ADS_1
"Kita di suruh nunggu dulu. Dokter akan menyiapkan surat rujukan nya terlebih dahulu " ujar mama.
"Gimana ya dek cara memberi tahu kak Elna mu. Mama khawatir jika kakak mu tahu penyakit nya akan kambuh lagi " ujar mama.