Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Kepergian Elna


__ADS_3

Elna terus berjalan sambil menangis dia tidak tau mau kemana tapi yang jelas dia tidak mau pulang kerumah mertua nya.


" Ya Allah berikan aku kekuatan untuk melalui semua cobaan mu, bukan kah engkau tidak akan mencoba hambah mu di luar kemampuan nya. makah jika menurut mu aku mampu dan ini yang terbaik untuk ku menurut mu berikan aku kekuatan untuk melalui nya " batin elna sambil terus menangis.


Karena terlalu banyak nangis elna merasakan Kepala nya pusing, pengelihatan nya pun mulai gelap setelah itu elna tidak tau apa - apa lagi saat dia sadar dia sudah Berada di sebuah kamar yang tidak asing bagi nya. yaitu kamar kost nya dulu, Elna kaget kenapa dia bisa berada di kamar itu.


tiba- tiba sosok cantik yang amat dia kenal berjalan mendekat pada nya lalu memeluk Elna


" Kak apa yang terjadi, kenapa kakak seperti ini? ucap nya


"Aisyah kenapa kakak bisa berada di sini ?" tanya elna balik


" Tadi Kak Ari yang bawak kakak kesini, Kak Ari menemukan kakak pingsan di pinggir Jalan, ada apa kak ? tanya Aisyah lagi.


" Kakak nggak nyangkah dek ternyata yang menjebak kakak adalah dinda teman kakak sendiri dan dia adik nya kak fahrizi suami kakak .


" Jadi kakak mau gimana sekarang suami kakak pasti nyariin kakak " ucap Aisyah


"Kakak nggak tau dek tapi yang jelas untk saat ini kakak mau di sini aja dulu jika adek mengizin kan " ucap elna sambil menangis


" Tentu boleh kak tapi bagaimana jika kak Fahrizi mencari kakak, apa nggak sebaik nya kakak kasih tau kak Fahrizi kalau kakak sekarang bersama ku" ucap Aisyah


"nggak Usah dek nanti aja, kalau di kasih tau sekarang kakak pasti di jemput dan di ajak pulang kakak nggak mau " jawab elna


" Baik lah kalau itu mau nya kakak " ucap aisyah lagi.


" Ya udah kakak makan dulu ya setelah itu istirahat supaya kakak enakan badan nya " ajak aisyah


" Kakak nggak ***** makan dek nanti aja, kakak ingin istirahat aja dulu " jawab elna


" Baik lah tapi nanti makan ya kak " ucap aisyah lagi


" Iya "jawab elna sambil senyum di paksa kan


Aisyah pergi keluar kamar dan turun ke bawah tidak sengaja dia berpaspasan dengan ari. mereka hanya saling senyum kemudian Ari bertanya


" Dek bagai mana keadaan kakak mu elna? tanya Ari


" Alhamdulillah kak, kak Elna udah sadar dan sekarang istirahat " jawab aisyah


" Syukur lah kalau gitu" ucap Ari lagi


" Mari kak " pamit elna

__ADS_1


Ari hanya tersenyum lalu duduk di meja makan, Setiap ari duduk di meja makan dia selalu ingat akan elna karena dulu dia sering menghabis kan waktu makan siang atau hanya sarapan berdua sama elna.


Hal itu lah yang membuat ari lebih sering makan di luar sekarang. Selain tuntutan kerjaan Karena Elna juga ari semangkin jarang pulang kerumah sekarang.


Dan sampai sekarang Ari tidak tau apa yang membuat elna berhenti sekolah hingga memutuskan untuk menikah. Ari yang berusaha payah melupakan elna dia kembali di pertemukan dengan elna dalam keadaan yang menyedihkan


Ari tidak tau masalah apa yang di hadapi elna saat ini yang ari tau dia menemukan elna dalam keadaan pingsan di pinggir jalan. Ari sangat ingin tau apa yang terjadi tapi ari sadar dia tidak berhak ikut campur urusan Elna apa lagi saat ini elna berstatus isteri orang.


🌼


🌼


Di rumah Ibu maryam, tok tok tok pintu kamar fahrizi di ketuk mama nya yaitu Ibu maryam beliau mengetuk untuk memanggil menantu nya namun tidak ada jawaban. ibu maryam kembali mengetuk dan memanggil menantu nya namun tetap sama nggak ada jawaban dari dalam kamar, Karena tidak ada jawaban akhir nya ibu maryam membuka pintu kamar


Namun beliau tidak melihat menantu nya. ibu maryam mencari elna ke kamar mandi beliau tetap tidak menemukan elna. ibu maryam mulai panik beliau melihat lemari pakaian semua pakaian elna masih tertata rapi tas tangan nya pun masih setia pada tempat nya.


Ibu maryam keluar dari kamar menuju dapur tapi beliau juga tidak melihat keberadaan elna beliau bertambah panik


beliau menemui dinda dan bertanya :


" Din apa kamu melihat kakak ipar mu ?


" nggak ma, kenapa? Tanya dinda balik


Bu maryam pun menelpon Fahrizi tuuuuttt suara telpon tersambung.


" Assalammu'alaikum ma ada apa ? Tanya fahrizi


" Elna nak dia nggak ada dirumah, mama nggak tau dia pergi kemana


" Apa ma... ! tanya fahrizi


" Elna nggak ada di rumah, mama nggak tau dia kemana ucap ibu maryam lagi


" Aku pulang Sekarang ma , kita bicara di rumah, ucap fahrizi


" Baik mama tunggu" jawab Ibu maryam


Fahrizi bergegas pulang, dia tidak sabar ingin sampai rumah bahkan dia tidak menoleh saat violeta memanggil nya. Baru tadi malam dia merasakan kebahagian sebagai suami isteri bersama elna kini kebahagian itu harus bertukar dengan rasa khawatir yang amat sangat


Lebih kurang 20 menit Fahrizi sampai di rumah mama nya. Ibu maryam sudah menunggu putra nya di ruang tamu. sesampai nya di rumah fahrizi lansung masuk ke dalam rumah


" Assalammu'alaikum...., ma " ucap fahrizi

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam...,jawab bu maryam sambil berdiri menyambut kedatangan putra nya


" Ma apa yang terjadi sampai elna pergi dari rumah ?" tanya fahrizi


" Mama juga nggak tau nak tiba2 saat mama kekamar kalian mau ngajak elna makan dia nggak ada di kamar


Fahrizi lansung ke kamar nya dia meriksa semua barang elna semua ada termasuk hp nya juga ada. Fahrizi keluar lagi menemui mama nya


" Ma elna pergi nggak bawak apa - apa semua barang nya ada bahkan hp nya pun ada" ucap fahrizi semangkin khawatir


kita cari elna ma mungkin saja elna kerumah teman nya ucap fahrizi. ibu maryam hanya mengangguk sembari mengambil tas tangan nya.


Tujuan pertama mereka adalah rumah lia sahabat dekat nya Elna dan dinda. setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit mereka samapai kerumah Lia.


" Assalammu'alaikum..., ucap ibu maryam sambil mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Sampai Ibu maryam mengulangi nya berkali kali tapi tetap tidak ada jawaban. akhir nya mereka pun memutus kan untuk pergi.


"Kita kemana lagi ya nak untuk mencari nak elna, mama khawatir terjadi apa - apa " ucap bu maryam


" Iya ma, aku juga khawatir mana elna nggak bawak apa - apa lagi ma jangan-jangan dia juga nggak bawak uang " ucap fahrizi


" Elna kenapa kmu pergi sayang, kenapa kamu tinggalin kakak setelah kamu memberikan nya untuk kakak. kakak sangat sayang sama kamu elna" batin fahrizi


Akhir nya air mata yang dari tadi di bendung nya tumpah juga. Sambil terus mengemudi tanpa arah yang jelas fahrizi terus memikirkan elna. semua kenangan yang mereka lakukan Tadi malam sampai ritual mandi barang tadi pagi masih sangat jelas bahkan masih terasa di tubuh fahrizi.


Kini isteri kecil nya yang amat dia cintai entah kemana. 3 bulan pernikahan mereka fahrizi tidak pernah menuntut hak nya sebagai suami sampai akhir nya Elna sendiri yang memberikan nya.


Itu dia lakukan karena dia tidak mau menyakiti elna. Fahrizi memang bukan laki-laki baik tapi dia juga bukan tipe laki - laki yang suka memaksa apa lagi terhadap elna.


Ibu maryam yang dari tadi memperhatikan putra nya buka suara juga akhir nya


" Kak yang sabar ya semoga nak elna nggak papa dan kita segera menemukan nya" ucap bu maryam mencoba menghibur putra nya.


Fahrizi hanya menggangguk sambil menyekah air mata nya dengan tisu


Mereka sudah mengelilingi jalanan kota dan menelpon beberapa teman elna juga tapi belum menemukan keberadaan elna. hari mulai sore sinar matahari yang tadi nya jadi penerang kini berganti dengan lampu jalanan yang menjadi penerang.


Fahrizi semangkin khawatir mau lapor ke pihak berwajib ini belum 24 jam. sementara untuk membuat laporan orang hilang itu harus minimal 24 jam.


"Nak ini hampir magrib gimana kalau kita Pulang dulu nanti kita lanjut lagi " ucap ibu maryam


" Mama aja yang pulang ma, aku ingin cari elna sampai ketemu " ucap fahrizi.


" Tapi kamu juga perlu mandi, makan dan yang paling penting kamu harus sholat dulu biar kamu lebih tenang dan mintak sama Allah agar memberikan keselamatan untuk isteri mu" bujuk bu maryam pada putra nya.

__ADS_1


__ADS_2