
"Kak makasih ya untuk semua nya " ujar Dinda.
"Dinda nggak perlu berterima kasih sama kakak. Itu bagian dari kewajiban kakak sebagai kakak nya Dinda" ujar Elna.
"Kak tetap lah seperti ini. Kakak yang selalu mengingat kan Dinda di saat Dinda lupa dan salah " ujar Dinda.
"Insyaallah dek. Jika allah berkehendak semua nya akan terjadi. Tapi jika tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita pun harus ikhlas dengan ketentuan nya" jawab Elna.
"Kak.., Kakak tu terlahir dari bidadari ya. Kok bisa sih mempunyai sifat sebaik dan selembut bidadari gini " ujar Dinda.
"Kakak sama seperti Dinda. Kakak hanya manusia biasa. Cuma kakak berusaha menjalani hidup sesuai anjuran rasul. Allah dan rosul itu menyukai kelembutan. Makah dari itu untuk di sukai Allah dan rosul kita harus melakukan apa yang di sukai nya. " jawab Elna.
"Sekarang dedek istirahat aja dulu. Nanti habis makan siang kakak mau ngajak Dinda ikut kakak pengajian rutin sama ibu - ibu komplek. Dinda mau kan "tanya Elna.
"Iya kak. Dinda mau kak" jawab Dinda.
"Ya udah istirahat gi" titah Elna pada Dinda.
"Baik kak. Dinda istirahat dulu ya " ujar Dinda.
"Iya " ujar Elna sambil tersenyum.
Dinda masuk ke kamar tamu yang akhir - akhir ini menjadi kamar nya. Elna melihat baby Axel. Ternyata baby Axel sudah ketiduran.
"Jagoan Umi pintar banget tidur sendiri ya sayang. Ma'af kan Umi ya nak. Umi nggak bermaksud cuek sama Axel. Tapi unti mu lagi butuh Umi " ujar Elna.
Elna lalu mengangkat Axel untuk di bawa ke kamar. Agar tidur nya lebih nyaman.
🌼Di kantor sebuah perusahaan tambang batu bara. 🌼
"Pastikan dia tidak curiga dengan semua itu. Jangan sampai ada satu orang pun yang membocorkan identitas saya pada nya. Jika itu terjadi pekerjaan kamu taruhan nya" ujar Seseorang pada asisten pribadi nya.
"Baik Pak akan saya pasti kan semua nya aman. Bapak bisa percaya kan ini pada saya " ujar asisten itu.
"Sudah seharus nya seperti itu Ram " ujar sang penguasa tersebut.
"Saya minta satu lagi. Cari tahu apakah dia cukup dengan gaji nya sekarang. Jika dia mengalami kesulitan keuangan naik kan gaji nya sesuai kebutuhan nya. " ujar nya lagi.
__ADS_1
"Tapi apakah tidak terlalu berlebihan Pak. Takut nya dia akan curiga jika kita berlebihan. " ujar sang asisten.
"Itu tugas kamu mencari cara agar dia tidak curiga. Semester Berapa kuliah nya sekarang? " tanya nya.
"Semester empat pak. Tapi yang saya dengar jika nilai nya terus bertahan dia akan menyesaikan S1 nya hanya dengan 6 semester saja " ujar sang asisten yang bernama Rama itu.
"Nanti jika dia sudah menyelesaikan S1 nya. Saya tidak lagi di sini. Saya minta tolong sama kamu agar tarik dia masuk di bagian keuangan. Dan pasti kan dia mendapatkan sesuai dengan kemampuan nya." titah nya.
"Baik Pak. Tapi saya berharap bapak bisa pulih dan tetap memimpin perusahaan ini. " jawab Rama dengan menunduk.
"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya. Jika allah berkehendak kita tidak bisa berbuat apa-apa " jawab nya sambil menatap kosong.
"Minggu depan saya akan pergi ke singapur. Mungkin dalam kurun waktu yang cukup lama. Karena saya akan menjalani pengobatan di sana. Selama saya tidak ada saya percaya kan semua nya sama kamu. " ujar nya.
"Saya berharap bapak cepat sembuh supaya bisa kembali lagi ke Indonesia. Dan kembali bekerja " ujar Rama.
"Saya pun berharap begitu. Semoga saja dengan jalan ini membuah kan hasil saya bisa pulih kembali " ujar nya sambil tersenyum getir.
"Ingat jika terjadi apa-apa sama saya. Saya titip dia sama kamu. Pastikan dia dapat menyelesaikan kuliah nya." ujar nya.
"Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Saya sudah ikhlas dengan semua itu" jawab nya.
Tidak terasa air mata Rama jatuh mendengarkan perkataan bos nya itu. Rama berusaha menyembunyikan nya. Agar tidak ketahuan oleh bos nya kalau dia menangis.
"Kasihan sekali nasib mu Pak. Bapak harus menderita sendiri tanpa seorang pendamping. Andai saja dulu bapak bisa menikah dengan perempuan yang bapak cintai. Mungkin saat ini akan lebih baik. Setidak nya ada seseorang yang mendampingi bapak dalam menghadapi penyakit yang bapak derita. " batin Rama.
"Ram menurut kamu seandai nya saya bisa pulih dan saya mengungkapkan perasaan saya kepada nya. Mungkin kah dia akan menerima saya" tanya nya.
" Bapak itu orang baik bahkan sangat baik. bukankah allah telah menetapkan bahwa orang yang baik akan bertemu dengan orang yang baik juga. Jadi bapak tidak perlu khawatir. Walau pun bukan dia bapak pasti akan menemukan jodoh yang baik " jawab Rama.
"Jadi menurut kamu dia akan menolak saya " ujar nya tetap dengan tatapan kosong.
"Bukan begitu Pak. Tapi...! " kata - kata Rama terputus.
"Kamu nggak perlu melanjutkan nya Ram" ujar nya.
Rama terdiam. Dia tidak tahu harus berkata apa
__ADS_1
"Ma'af kan saya Pak. Saya tidak tahu harus jawab apa. Karena saya tidak mau bapak berharap lebih dan akhir nya membuat bapak kecewa lagi. "batin Rama.
Di Kampus
"Aish bareng Yuk. kamu mau pulang kan " ujar Tania.
"Makasih Tan. Tapi saya nggak langsung pulang karena mau mampir dulu ke Gramedia " ujar Aisyah.
"Ngapain ke gramed " tanya Tania.
" Ya cari buku lah Tan. Mau ngapain lagi " ujar Aisyah.
"Ngapain sih harus repot-repot cari buku. Sekarang kan udah ada yang praktis Aish. Tinggal buka Android kamu tanya deh sama Mbah google. Semua pasti akan langsung di jawab " Ujar Tania.
"Tapi lain sensasi nya Tan kalau kita baca sendiri dari buku sama tanya sama Mbah mu itu" jawab Aisyah.
"Ya udah deh kalau gitu aku duluan ya. Bye... " ujar Tania.
"Bye.... " jawab Aisyah.
Aisyah pergi ke Gramedia untuk mencari buku yang di perlukan nya. Aisyah memang lebih suka membaca buku dari pada mencari jawaban di internet.
Saat Aisyah mau mengambil buku yang di butuhkan nya diamengalami kesulitan karena buku nya berada di rak yang cukup tinggi. Tiba-tiba Aisyah di kaget kan seseorang yang berdiri di belakang nya dan mengambilkan buku yang mau Aisyah ambil.
" Ini " ujar nya.
" Kak Rian... ngapain kakak di sini? " ujar Aisyah.
"Kakak lagi cari buku " jawab Rian.
Aisyah dan Rian mempunyai kesamaan yaitu sama-sama kutu buku. Walaupun sekarang Udah zaman nya serba internet tapi Rian dan Aisyah masih aja suka membaca buku.
Oh ya udah Aish duluan ya. Assalammu'alaikum... ," ujar Aisyah.
"Wa'alaikumsalam..., jawab Rian.
"Rian kenapa sih loh bego banget. Ajak makan atau apa gitu biar bisa dekat. lepas lagi kan. " batin Rian pada diri nya sendiri.
__ADS_1