Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Liburan part 2


__ADS_3

Mama memulai rencana nya. Mama menemui bi Wati.


"Bi bisa minta tolong tidak? tanya mama


"Iya bu. Apa? tanya bi Wati.


"Gini bi saya itu punya rencana untuk membuat surprise untuk nak Elna. Saya ingin menyiapkan pesta baby sower untuk nak Elna. Saya butuh bantuan bibi" ujar mama.


"Baik bu. Apa yang bisa saya lakukan? " tanya bibi Wati.


"Tolong bersihkan ruangan tv. Sofa nya di geser ke pinggir ya bi. Soal nya ruangan itu mau di dekor sedikit " ujar mama.


"Baik bu" jawab bi Wati.


Bi Wati membersihkan ruangan tv sementara mama menyiapkan keperluan lain nya.


Sore hari pulang kerja Dinda pergi ke sebuah mall. Dinda mencari keperluan untuk dekorasi. Dinda memilih dekorasi hijau berpadu coklat.


Mereka berbagi tugas untuk mempersiapkan semua nya dalam waktu 2 hari. Mereka bersemangat untuk memberi kejutan untuk Elna.


Mama, Dinda, dan bi Wati memang sangat menyayangi Elna. Mereka


Bangka Belitung


Sejak datang tadi siang Elna dan Fahrizi masih beristirahat di hotel. Sore hari nya mereka berencana akan pergi ke pantai untuk menyaksikan sunset.


"Dek... ! ujar Fahrizi


"Mmm. Kenapa mas..? tanya Elna.


"Adek capek nggak? tanya Fahrizi.


"Nggak juga. Memang nya kenapa mas? tanya Elna balik.


"Mas mau! ujar Fahrizi sambil memeluk Elna dari belakang.


Elna berbalik menghadap Fahrizi. Elna tersenyum sambil mengangguk. Fahrizi tersenyum lalu mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Elna. Kemudian mengucapkan sebuah do'a yang biasa di baca nya sebelum memulai nya.


Fahrizi memulai nya dari bibir indah Elna. Kemudian berlanjut ke leher jenjang Elna. Setelah itu turun menyelusuri gunung kembar yang semakin padat berisi. Itu merupakan candu bagi Fahrizi apa lagi sekarang puncak gunung itu menjadi semakin indah.


Di hisap nya puncak kecokelatan itu. Sambil sekali-sekali di mainkan nya dengan ujung lidah membuat pemilik nya mendesah merasakan kenikmatan yang tiada tara.


Dia semakin menuntut. Semenjak berbadan dua Elna sedikit agresif. Fahrizi sangat menyukai keagresifan Elna.


Fahrizi turun ke bawah gunung kembar tersebut. Dia mulai menjelajah tempat - tempat yang di sukai nya. Dia mendapat kan bukit kecil yang belum di tumbuhi rerumputan. Dia kembali memaikan lidah nya di sana. Membuat pemilik bukit itu tidak bisa menahan diri.

__ADS_1


Di jambak nya rambut Fahrizi. Fahrizi yang asyik dengan kegiatan nya tidak merasa kan sakit sama sekali walau pun rambut nya di jambak.


Fahrizi kembali naik ke puncak gunung. Di hisap nya kembali puncak kecokelatan itu. Lalu perlahan dia mulai menghunuskan senjata pusaka nya.


Karena ukuran senjata Fahrizi melebihi ukuran rata-rata membuat pemilik bukit itu selalu kewalahan menghadapi serangan Fahrizi di awal pertempuran. Dia menjerit kecil menahan sakit. Fahrizi memacu nya dengan perlahan sampai si pemilik tidak lagi merasakan sakit. Kini rasa sakit itu sudah berganti dengan kenikmatan yang di sebut dengan surga dunia.


Kedua nya saling menyambut satu sama lain. hingga akhirnya mereka mencapai puncak nya secara bersamaan - sama.


Elna merasa kan semburan lahar hangat yang mengalir.


Fahrizi tumbang di samping isteri kecil nya. di peluk nya tubuh mungil itu. Di kecup nya bibir tipis Elna lalu berkata


"Dek terima kasih ya ! ujar nya.


"Iya mas. Mas nggak perlu berterima kasih karena ini sudah menjadi kewajiban Elna sebagai isteri nya mas" jawab Elna


"Iya sayang. Mas tahu itu. Tapi tetap mas berterima kasih. Karena adek masih mau memberi kan itu untuk mas. pada hal adek sedang berbadan dua " ujar Fahrizi.


Elna tersenyum.


"Mas kita jadikan melihat sunset nya? tanya Elna.


"Iya sayang jadi. Tapi kita mandi dulu ya ! ujar Fahrizi.


"Iya lah mas. Mana mungkin kita pergi dengan badan lengket semua seperti ini " jawab Elna.


"Makasih mas" ujar Elna.


"Iya sayang " jawab Fahrizi.


Fahrizi pun pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Elna. Sementara Elna merapikan tempat tidur.


Mama Maryam sengaja memboking hotel dengan nuansa hijau warna favorit Fahrizi dan Elna. Tempat tidur sudah rapi kembali



Elna bergegas menyusul suami nya ke kamar mandi. Mereka pun mandi bareng. Selesai mandi mereka sholat Ashar terlebih dahulu sebelum pergi keluar.


Selesai sholat mereka bersiap - siap untuk keluar. Tiba-tiba pintu di ketuk.


"Masuk " ujar Fahrizi.


"Permisi pak kami mengantarkan Camilan sore nya" ujar pegawai hotel tersebut.


"Oh iya terima kasih letakan aja di atas meja " jawab Fahrizi.

__ADS_1


"Baik. " ujar nya


"Kami permisi dulu Pak, Bu, selamat menikmati " ujar pegawai hotel ramah.


"Oke. Terima kasih untuk cemilan nya. ini tips untuk kamu "ujar Fahrizi sambil menyodorkan uang kertas seratus ribu dua lembar.


"Terima kasih banyak Pak ! ujar nya sambil membungkukan badan.


Setelah menikmati cemilan nya Fahrizi dan Elna pergi ke luar. Mereka pergi ke pantai. Karena hotel tempat mereka nginap tidak jauh dari pantai . Mereka lebih memilih berjalan kaki menuju pantai nya.


Mereka menikmati ke indahan pemandangan sore hari di sekitaran hotel. Mereka berjalan sambil sekali-sekali mampir membeli jajanan yang di inginkan Elna. Sesampai nya di Pantai Fahrizi tidak mengajak Elna terlalu dekat dengan Air.


Karena Fahrizi takut tiba - tiba ada ombak. Mereka menyaksikan sunset dari atas bibir pantai saja. Namun itu tidak mengurangi ke indahan sunset nya.



"Sungguh indah ciptaan mu ya robb " ujar Elna sambil memandang sunset berwarna ke emasan tersebut.


Fahrizi memeluk Elna dari belakang. Fahrizi menghirup angin segar pantai sembari menikmati aroma tubuh isteri kecil nya yang selalu saja wangi.


"Pulang yuk dek! ajak Fahrizi.


"Yuk mas. udah mau magrib ini" ujar Elna.


"Seperti nya kalau kita jalan kaki lama sampai hotel nya dek " ujar Fahrizi.


"Kalau gitu kita sholat di masjid dekat sini aja mas. Habis magrib baru kita pulang ke hotel " ujar Elna.


"Iya dek sepertinya itu lebih baik " jawab Fahrizi.


Mereka pun mencari masjid terdekat lalu melaksanakan sholat magrib. Setelah itu baru kembali ke hotel. Mereka pun kembali menikmati ke indahan kota bangka kalau tadi sore hari kini malam hari.


Keindahan malam hari pun tidak kalah indah nya di banding kan dengan sore hari.


Sampai di hotel mereka makan malam. Di hotel sudah di siapkan kan makan malam romantis untuk mereka berdua.



"Selamat Malam bapak, ibu...! Silakan di nikmati. Semoga menjadi makan malam yang menyenangkan " ujar karyawan hotel sangat ramah.


"Terima kasih...! ujar Elna dan Fahrizi. Fahrizi kembali mengeluarkan uang beberapa lembar seratus ribu sebagai tips.


"Terima kasih banyak pak. Semoga bapak dan ibu bahagia Selalu bersama sampai maut memisahkan " ucap nya.


"Aamiiin ya robb " ujar mereka kompak.

__ADS_1


Fahrizi dan Elna pun menikmati hidangan makan malam nya.


Kasih vote dong untuk Author.


__ADS_2