Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Hikma tausiyah


__ADS_3

Selly tidak tahu walau pun ke inginan nya sudah mengebuh - gebuh. Jika berhadapan dengan Fahrizi lidah nya keluh untuk bicara. Seakan-akan dia takut untuk mengungkapkan yang sebenarnya.


Dengan kesal Selly kembali ke hotel tempat dia nginap. Sampai di hotel Selly membanting seisi kamar nya sambil menjerit. Beruntung kamar hotel kedap udara sehingga tidak ada orang yang mendengar nya.


Di tempat lain sepasang suami sedang menikmati Es Degan sembari menunggu ke indahan sunset.


Fahrizi berusaha sebisa mungkin menutupi rasa khawatir nya.


"Mas sampai kapan mas akan menyembunyikan ini dari Elna mas. Elna butuh kejujuran mas. Elna nggak apa-apa mas. Elna tahu ini juga bukan ke inginan mas. Tapi Elna ingin dengar kebenaran ini dari mas bukan dari Robby atau siapa pun" batin Elna.


"Dek kenapa melamun? tanya Fahrizi.


" Nggak apa-apa mas. Elna hanya lagi mikir sesuatu aja" jawab Elna.


"Memang nya mikirin apa sayang? tanya Fahrizi.


"Mikirin mas " jawab Elna


"Kok mikirin mas. Memang nya mikirin mas kenapa dek? tanya Fahrizi.


"Mas merasa menyembunyikan sesuatu nggak sih dari Elna? selidik Elna.


"Mas nggak menyembunyikan apa pun kok dek" ujar Fahrizi.

__ADS_1


"Oke. Kalau menurut mas begitu. Mungkin ini hanya perasaan Elna aja " jawab Elna.


"Tapi jika ada. Elna sangat menunggu mas untuk bercerita " ujar Elna.


Fahrizi diam saja. Dia berpikir apakah ini waktu yang tepat untuk dia menceritakan semua nya. Namun dia takut ini akan berpengaruh pada kesehatan Elna. Fahrizi tidak ingin Elna sakit lagi. Apa lagi saat ini mereka sedang liburan. Fahrizi tidak ingin merusak liburan mereka.


Setelah sama-sama terdiam akhir nya Fahrizi bersuara.


"Dek kita ke masjid yuk, Bentar lagi magrib " ujar Fahrizi.


"Ayo mas " jawab Elna.


Mereka pun berjalan menuju masjid terdekat. Selesai sholat magrib Elna dan Fahrizi tidak langsung keluar dari masjid tapi mereka mendengar kan tausiyah singkat dari ustad imam masjid tersebut.


Apa lagi tadi Elna bertanya.


"Apa Sebenarnya dek Elna sudah tahu tentang Selly. Tapi jika iya tahu dari mana dek Elna tentang semua itu" batin Fahrizi.


Selesai mendengar kan Tausiyah Fahrizi dan Elna keluar dari masjid. Mereka akan mencari makan malam terlebih dahulu sebelum pulang ke hotel.


Atas permintaan Elna mereka pun makan di pondok makan lesehan. Setelah makan mereka mau pulang ke hotel.


Tapi di tengah perjalanan Fahrizi mengajak Elna mampir di sebuah joglo menghadap ke pantai.

__ADS_1


"Dek mas mau ngomong " ujar Fahrizi


" Ngomong aja mas. Memang nya mas mau ngomong apa? tanya Elna.


"Tapi adek janji dengar kan mas. Sampai mas selesai bicara " ujar Fahrizi.


"Oke mas. Elna akan menjadi pendengar yang baik untuk mas" jawab Elna.


"Apa pun yang adek dengar setelah ini. Mas minta tetap lah menjadi Elna nya mas yang sekarang. Jangan berubah apa lagi pergi dari mas " ujar Fahrizi.


"Memang nya mas mau ngomong apa sih mas" ujar Elna.


"Ini berawal saat mas bertugas di kota B. Pada saat mas mau pulang ke Palembang. Mas di undang makan malam oleh salah satu rekan bisnis nya mas yaitu Pak Darma. Setelah selesai makan malam mas berniat pulang ke hotel.


Namun Selly menawarkan mas untuk berkeliling kota B. Awal nya mas menolak tapi karena tidak enak mas pun menerima tawaran nya.


Selly membawa mas ke sebuah klub malam. Disana mas minum terlalu banyak sehingga mas mabuk. Dan Selly memanfaatkan keadaan itu.


Fahrizi menjedah cerita nya.


"Lalu mas " tanya Elna.


Ma'af ya Author up nya sedikit

__ADS_1


__ADS_2