Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Masa lalu Seorang Kakek


__ADS_3

Di kota A


Fahrizi sedang di sebuah panti jompo. Ini adalah tempat terakhir tujuan nya hari ini.


Setelah menemui pengurus panti dan menyerah kan sejumlah uang. Fahrizi berniat ingin pulang namun di pojok halaman panti duduk seorang laki-laki tua yang menarik perhatian nya. Fahrizi menghampiri nya.


"Selamat sore kek" sapa Fahrizi pada laki-laki tua itu.


Kakek itu menoleh dan tersenyum.


"Sore anak muda" jawab nya


Fahrizi balik tersenyum mendengar ucapan kakek itu.


"Kenapa kakek duduk sendiri di sini tidak bersama teman nya? tanya Fahrizi.


"Kakek sengaja menyendiri. Karena itu lebih baik menurut kakek! jawab nya.


"Kenapa begitu kek? tanya Fahrizi lagi.


"Dulu kakek ini sama tampan nya seperti kamu. Di gilai banyak cewek bahkan secara tidak sengaja kakek mempunyai dua orang isteri" ujar nya sambil memandang jauh kedepan.


"Kok tidak sengaja kek? tanya Fahrizi.


"Kakek di jebak lawan bisnis kakek. Sebenar nya kakek tidak pernah mencintai perempuan itu. tapi demi masa depan keluarga kakek. Kakek terpaksa menikahi nya.


Karena tidak ada rasa cinta akhirnya kakek tidak begitu mempedulikan nya.


Membuat perempuan itu melakukan apa pun untuk melampiaskan kekesalan nya.


Sampai suatu hari perempuan itu nekat menemui isteri kakek. Isteri kakek yang mempunyai riwayat penyakit jantung jatuh sakit dan komah sampai akhir nya meninggal.


Karena rasa kesal kakek semakin tidak perduli pada perempuan itu. Untuk melampiaskan kemarahan kakek. Kakek tidak mengurus nya dan tidak juga menceraikan nya.


Hingga suatu hari kakek bertemu seorang Ustad. Dan kakek meminta pendapat beliau tentang masalah yang kakek hadapi.


Beliau berkata


"Jika kamu tidak menginginkan nya sebaik nya kamu lepaskan dia. jika tetap kamu pertahan kan tapi tidak kamu nafkahi kahir dan batin itu akan menjadi beban kamu yang akan kamu pertanggungjawabkan di akhirat nanti " jelas beliau.


"Bagai mana jika hanya di nafkahi lahir nya saja kek tapi tidak batin nya? tanya Fahrizi

__ADS_1


"Itu lah yang berat. Karena jika hanya kamu nafkahi lahir nya saja tapi tidak batin nya. Maka dia akan mencari nafkah batin nya dari orang lain.


Dan itu berarti akan terjadi zinah. Ingat lah nak dosa seorang wanita bersuami akan di tanggung oleh suami nya.


Apa lagi jika dia mencari sesuatu karena tidak di dapat nya dari sang suami yang seharus nya memberikan itu. " ujar sang kakek sambil menatap Fahrizi.


Fahrizi terdiam.Dia ingat kejadian bersama Selly satu bulan yang lalu. Dimana Selly menuntut hak nya sebagai isteri untuk mendapat kan nafkah batin. Namun Fahrizi tidak memberikan nya.


"Apakah Selly akan mencari itu dari orang lain. Bagai mana jika iya berarti aku akan menanggung dosa nya. Batin Fahrizi.


"Apa yang sedang kamu pikirkan nak? tanya kakek


"Tidak ada apa-apa kek!" jawab Fahrizi berbohong.


"Lalu apakah kakek mencerai kan perempuan itu? tanya Fahrizi


"Iya karena kakek tidak mau menanggung dosa yang tidak pernah kakek lakukan dan kakek memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah isteri kakek meninggal.


"Apa kakek tidak mempunyai anak dari isteri kakek? tanya Fahrizi lagi


"Ada satu anak tapi kakek tidak mau menyusahkan mereka. Maka dari itu kakek lebih memilih tinggal di panti jompo ini" ujar sang kakek.


"Anak kakek sudah menikah? tanya Fahrizi


"Apakah kamu sudah menikah? tanya Kakek pada Fahrizi.


"Iya kek. Saya sudah menikah. sekarang isteri saya sedang sakit. Sudah dua hari dia komah. Saya datang kemari untuk meminta do'a dari semua nya untuk kesembuhan isteri saya " ujar Fahrizi sambil berkaca-kaca.


"Semoga isteri mu segara sembuh" ujar kakek.


"Terima kasih kek. atas do'a nya " ujar Fahrizi.


"Sama-sama. Kakek dapat merasakan apa yang kamu rasakan saat ini. Karena kakek pernah mengalami nya" ujar kakek sambil menepuk pundak Fahrizi.


"Kek Fahrizi pamit dulu. Fahrizi akan datang lagi lain waktu " ujar Fahrizi.


"Baiklah. Kakek tunggu kedatangan mu nak" ujar Kakek sambil tersenyum. Membuat garis keriput di ekor mata nya semakin nampak jelas.


Dalam perjalanan kembali ke rumah sakit Fahrizi terus memikir kan cerita kakek. Dia merasa takut akan semua nya.


Yang paling Fahrizi takutkan jika Selly akan bertindak nekat seperti perempuan yang ada dalam cerita kakek. Dan Fahrizi sangat takut kehilangan Elna.

__ADS_1


"Na'udzubillahi min dzalik. Ya allah jangan sampai itu terjadi pada hambah dan isteri hambah ya allah " Batin Fahrizi.


Fahrizi terus melajukan mobil nya untuk kembali ke rumah sakit. Dalam perjalanan dia mendapat chat dari sekretaris pribadi nya Robby kalau hari ini ada tamu yang datang Yaitu Pak Darma dan isteri nya.


"Pak di kantor ada pak Darma dan isteri. Beliau bilang ingin bertemu bapak. Saya sudah jelas kan kalau bapak sedang tidak bisa di ganggu tapi beliau maksa.


Sekarang mereka masih di kantor pak." ujar Robby dalam chat nya pada Fahrizi.


"Baik saya akan menemui mereka. bilang pada mereka kalau saya akan datang " balas Fahrizi pada Robby.


"Permisi pak! Pak Fahrizi bilang beliau akan datang. Bapak dan Ibu di suruh nunggu " ujar Robby


"Iya. Ujar Pak Darma dengan sikap angkuh nya.


Sekitar dua puluh menit mereka menunggu Fahrizi pun datang.


"Assalammu'alaikum.. Pak, Bu.., ujar Fahrizi sambil mencium punggung tangan mertua nya.


"Wa'alaikumsalam..., jawab isteri Pak Darma dengan sangat ramah lain dengan suami nya Pak Darma yang menujukan muka jutek nya.


"Saya Langsung saja " ujar Pak Darma


"Saya datang kemari untuk meminta kepada kamu untuk sedikit menghargai Selly. Walau pun Selly isteri sirih kamu dia tetap isteri sah kamu secara agama yang harus kamu perhatikan dan nafkahi lahir dan batin " ujar Pak Darma berapi - api.


Fahrizi hanya diam. Kemudian berkata


"Untuk saat ini saya belum bisa melakukan itu Pak. Karena isteri saya sadang sakit bahkan belum sadarkan diri sampai sekarang " ujar Fahrizi.


"Oke. Kapan kamu bisa melakukan nya? tanya Pak Darma


"Setidak nya sampai isteri saya sembuh Pak " ujar Fahrizi.


"Baik. Saya pegang ucapan kamu" ujar Pak Darma.


"Kami permisi dulu " ujar Pak Darma.


"Silakan Pak. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk datang kemari " ujar Fahrizi.


Tidak ada jawaban dari Pak Darma. Hanya sang isteri yang menjawab.


"Sama-sama nak. kami pamit. Assalmmu'alaikum... " ujar nya

__ADS_1


"Wa'alaikumsalm... " jawab Fahrizi


__ADS_2