Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Elna Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Fahrizi kelelahan dia tertidur lebih dulu. Sementara Elna langsung mandi. Elna tidak bisa tidur karena tubuh nya terasa lengket semua akibat keringat.


Setelah mandi Elna pun ikut berbaring di samping suami nya.


Tidak lama kemudian dia pun tertidur dengan posisi miring menghadap suami nya.


Sebelum subuh Elna sudah bangun. Di lihat nya Fahrizi masih tidur pulas.


Elna pergi ke kamar mandi. Dia melakukan mandi wajib sebelum subuh supaya dia bisa melaksanakan sholat subuh.


Selesai mandi Elna membangunkan Fahrizi.


"Mas bangun " bentar lagi subuh. buruan mandi " ujar Elna


Fahrizi masih tidak bergerak sama sekali. Elna tersenyum dia tahu apa yang harus dia lakukan. Kemudian Elna mendarat kan kecupan di bibir suami nya.


Benar saja Fahrizi langsung bangun dan menarik Elna ke dalam dekapan nya.


"Masss udah dong mandi ya bentar lagi subuh. Elna mau nya sholat di imamin mas " Ujar Elna.


Fahrizi pun bangun dan pergi ke kamar mandi.


Mereka sholat subuh berjama'ah. Selesai sholat Elna turun ke dapur untuk membuat sarapan.


Bi Wati juga sudah berada di dapur untuk menemani Elna memasak. Siapa tahu majikannya membutuhkan bantuan. jadi bi Wati selalu siaga selama Elna memasak.


Selesai membuat sarapan. Elna kembali ke kamar untuk menyiapkan baju kerja suami nya. Di lihat nya Fahrizi telah sibuk dengan laptop nya.


"Mas...!


"Iya sayang ! jawab Fahrizi. tanpa menoleh pada isteri nya.


"Hari ini mas masuk kerja ?


"Iya sayang. Emang kenapa? tanya Fahrizi sambil menatap isteri nya.


" Nggak apa - apa mas nanya aja" jawab Elna.


Fahrizi tersenyum lalu kembali sibuk dengan benda pipih itu.


Setelah sarapan Elna mengantar Fahrizi berangkat kerja sampai depan rumah.


"Mas hati - hati ya !" ujar Elna


"Iya sayang. Adek juga baik-baik di rumah ya. jangan capek - capek " ujar Fahrizi lalu mencium puncak kepala isteri nya.


"Iya suami ku. ujar Elna sambil mencium punggung tangan suami nya.

__ADS_1


Setelah Fahrizi berangkat. Elna masuk ke dalam rumah dia kembali ke kamar untuk beristirahat. Elna merasa kan sakit di kepala nya.


Bi Wati merasa ada yang aneh dengan majikan nya.


Biasa nya Elna akan sibuk dengan tanaman setiap pagi. Berhenti jika dia akan melaksanakan sholat duha.


Tapi tidak dengan pagi ini.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 wib tapi Elna belum juga turun untuk memasak .


Bi Wati cemas kemudian beliau naik ke atas untuk melihat majikan nya.


Beliau mengetuk pintu untuk namun tidak ada jawaban.


Bi Wati memutuskan untuk masuk saja. begitu pintu terbuka bi Wati kaget melihat majikan nya tergeletak di lantai.


Beliau berlari untuk membangun kan Majikan nya. Namun yang di bangun kan tidak merespon sedikit pun.


Bi Wati panik. Beliau lalu mencoba menghubungi majikan laki-laki nya. Namun tidak bisa di hubungi.


Kemidian menelpon mama Maryam. Sama tidak bisa di hubungi.


Semua nomor yang di hubungi bi Wati tidak ada yang tersambung beliau semakin panik. Akhirnya beliau keluar rumah untuk meminta bantuan.


Karena di pagi hari kompleks sepi. Orang - orang pada beraktivitas semua. beruntung ada satpam sedang patroli.


" Pak saya butuh bantuan. Majikan saya pingsan" ujar bi Wati


Tidak begitu lama ambulance pun datang mereka lalu mengotong Elna masuk ke dalam ambulance untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.


Di rumah sakit Elna di masukkan ke IGD untuk segera mendapatkan pertolongan.


Setelah kurang lebih 30 menit di periksa dokter. Akhirnya sang dokter pun keluar.


"Ma'af Pak, bu. Apa kalian keluarga pasien? tanya sang dokter


" Saya asisten rumah tangga beliau Dok" jawab bi Wati


"Bisa di hubungi suami atau keluarga nya yang lain" ujar sang dokter


"Akan saya usahakan Dok!" ujar bi Wati


Beliau langsung menelpon Fahrizi. Telepon pun tersambung


" Assalmmu'alaikum Pak. ma'af saya mengganggu saya mau kasih tau ibu masuk rumah sakit.


Bapak di minta untuk datang ke sini " Cerocos bi Wati tanpa memberi kesempatan ke pada majikan nya walau hanya untuk menjawab salam saja.

__ADS_1


" Baik bi rumah sakit mana? tanya Fahrizi sambil memakai jas nya. yang tadi sempat di lepas nya.


Rumah Sakit xxxxxx Pak! jawab bi Wati


Fahrizi pun memutuskan sambungan telepon. Berlari ke parkiran Robby yang melihat itu memanggil atasan nya.


Yang di panggil telah berlalu dan tidak mendengar panggilan asisten nya.


Fahrizi melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena dia tidak sabar ingin melihat keadaan isteri nya.


Untung saja pagi hari jalanan agak sedikit sepi. Dalam waktu kurang dari setengah jam Fahrizi sudah masuk parkiran rumah sakit.


Bi Wati sudah menunggu di depan Vapiliun di mana Elna di rawat.


" Bik di mana isteri saya ! ujar Fahrizi


"Masih di IGD Pak. Bapak di minta menemui dokter " ujar bi Wati


"Dimana ruang dokter nya bik " Tanya Fahrizi panik.


"Di sana Pak! jawab bi Wati


Fahrizi pun berlari menuju ruangan yang di tunjuk bi Waru.


Fahrizi mengetuk pintu.


"Masuk jawab sang dokter.


Fahrizi segera masuk.


"Ma'af dok saya suami Ibu Elna " ujar Fahrizi


"Baik Pak. Silahkan duduk " jawab sang dokter.


Fahrizi duduk. dengan cemas


"Apa yang terjadi pada isteri saya dok ?tanya Fahrizi


"Begini Pak. Dengan berat hati saya harus menyampaikan ini. Isteri bapak mengalami gangguan pada saraf otak nya.


Seperti nya beliau selalu memendam Sendiri setiap masalah yang beliau hadapi.


Sekarang beliau masih belum sadarkan diri. Hampir saja terlambat mendapat kan pertolongan itu yang menyebabkan beliau belum sadar sampai sekarang " Jelas sang dokter.


"Apa yang harus saya lakukan dok? tanya Fahrizi


"Karena beliau sedang mengandung tidak banyak yang bisa kita lakukan takut akan berpengaruh pada janin nya.

__ADS_1


Untuk sementara waktu cukup dengan berobat biasa saja dulu.


Kita belum bisa melakukan terapi atau pun yang lain nya.


__ADS_2