
"Apa Pak Ari masih sering datang ke sini bu? tanya Fahrizi.
"Iya. Dua bulan belakangan ini beliau aktif kembali datang kemari " ujar bu panti.
"Kapan jadwal beliau datang kembali bu? tanya Fahrizi.
"Biasa nya beliau berkunjung di minggu ke tiga setiap bulan nya. " jawab Bu Panti
"Oke terima kasih bu. " ujar Fahrizi
"Sama-sama Pak Fahri. Oh ya pak isteri bapak di rawat di mana kalau boleh tahu? tanya bu panti.
"Di rumah sakit yang sama bu. tempat isteri saya di rawat kemarin. dengan paviliun yang sama juga " jawab Fahrizi.
"Baik lah. Mungkin nanti saya akan berkunjung bersama anak-anak " ujar ibu panti.
"Sekali lagi terima kasih bu" ujar Fahrizi.
"Sama-sama Pak. Kami juga berterima bapak sudah menjadi donatur tetap kami. dan bahkan bapak memberikan lebih pada anak-anak " ujar ibu panti.
Fahrizi hanya tersenyum kemudian berkata
"Saya sangat senang bisa berbagi dengan mereka! ujar Fahrizi.
"Kalau begitu saya pamit dulu bu" ujar Fahrizi.
"Silakan pak Fahri. hati - hati di jalan ujar ibu panti.
"Terima kasih bu. Assalammu'alaikum..., ujar Fahrizi.
"Wa'alaikumsalam...., jawab ibu panti.
Fahrizi melajukan mobil meninggal kan panti asuhan kasih bunda. Fahrizi berniat akan mengunjungi beberapa panti asuhan lagi dan panti jompo.
Jam menunjukkan waktu makan siang dan waktu zuhur. Fahrizi mampir di sebuah masjid dia berniat melaksanakan sholat Zuhur terlebih dahulu baru makan siang.
Fahrizi menunai kan sholat Zuhur. Selesai sholat Fahrizi tidak langsung ke luar. Dia duduk berdo'a beberapa saat. Fahrizi mengaduhkan semua nya ke pada sang pencipta hingga di rasa nya cukup.
"Assalammu'alaikum warohmatulahi wabarokatu... " ujar seseorang pada Fahrizi. Membuat Fahrizi tersadar dari lamunan nya.
"Wa'alaikumsalam warohmatulahi wabarokatu " jawab Fahrizi.
"Seperti nya Ananda punya masalah yang cukup berat. Kalau bapak boleh tahu apa kah gerangan itu" tanya Seorang Ustad yang tadi jadi imam sholat.
"Ma'af pak sebelumnya. Kalau saya harus cerita sama bapak " ujar Fahrizi.
__ADS_1
"Tidak apa - apa nak. Bapak siap mendengar kan. Anggap saja bapak ini teman kamu supaya kamu tidak sungkan untuk bercerita " jawab sang Ustad.
"Saya tidak tahu harus memulai nya dari mana pak. Saat ini isteri saya sedang komah di rumah sakit. Sudah dua hari tidak sadarkan diri. Dia menderita pembengkakan otak.
Ini bukan yang pertama kali. Tapi yang kedua kalinya. Isteri saya sedang mengandung membuat dokter tidak bisa berbuat banyak.
Takut mengganggu janin nya. Saya sangat berharap ada keajaiban untuk isteri dan anak saya. Karena saya tidak sanggup kehilangan mereka berdua" ujar Fahrizi.
"Ingat lah selalu kalimat tawakal. Namun selain tawakal harus berdo'a dan ikhtiar. Jika kita bertawakal allah
akan selalu memberikan pertolongan.
Semua yang terjadi di muka bumi ini adalah atas izin allah. Termasuk kesedihan, kesusahan,kebahagiaan, kelapangan, masalah,musibah dan lain sebagai nya itu sudah menjadi suatu ketetapan atau takdir yang tidak bisa kita elakan.
Tawakal ini lah yang menjadi keyakinan kita bahwa ketetapan allah swt adalah ketetapan yang terbaik untuk diri kita.
Kita harus yakin allah akan selalu memberikan kebaikan di balik semua musibah yang kita hadapi " ujar sang Ustad panjang lebar.
Fahrizi mendengar kan sungguh - sungguh penjelasan sang Ustad.
"Ingat lah tidak hanya usaha akan berpengaruh pada hasil. Namun juga kesungguhan do'a.
Sering kali hati menjadi tidak tenang karena menaruh pengharapan lebih dari pada tawakal kepada allah yang maha memberi segala nya " ujar sang Ustad.
Kemudian Fahrizi melanjutkan perjalanan nya menuju panti asuhan yang di rencana kan nya semula.
Di rumah sakit
Dokter....., Suster.... panggil seorang ibu.
"Iya bu. Ada yang bisa saya bantu? tanya seorang suster.
"Lihat mantu saya sus dia mengalami kejang-kejang " ujar mama Maryam
"Baik bu. saya akan panggil dokter terlebih dahulu " ujar nya.
Suster pun memanggil dokter Anton dokter yang menangani Elna. Dokter Anton memeriksa Elna.
"Pasien sudah sadar dari komah nya. Namun saat ini pasien masih dalam keadaan kritis " jelas dokter Anton.
"Apa yang harus kita lakukan dokter ? tanya mama Maryam.
"Kami akan melakukan yang terbaik. Ibu dan keluarga banyak - banyak berdo'a saja. Semoga pasien cepat melalui masa kritis nya " ujar Dokter Anton.
"Ya robb begitu berat cobaan mu untuk kami. bukankah engkau tidak akan mencoba hambahmu di luar kemampuan nya.
__ADS_1
Tapi sungguh hambah tidak kuat dengan semua ini. Saya adalah seorang ibu.Kesedihan anak saya juga kesedihan saya sebagai seorang ibu.
Makah sebagai seorang ibu hambah memohon kepada mu ya robb. Berikan lah kesembuhan untuk nak mantu hambah Elna. Karena kesembuhan mantu hambah adalah kebahagiaan anak hambah.
Kami sangat menyayangi Elna. Terutama putra hambah Fahrizi sebagai suami nya.
Hambah tahu engkau tidak akan menolak do'a seorang ibu untuk anak nya. Aamiiin allahuma aamiiin.
Do'a mama Maryam dalam diam nya.
"Baik dok. Kami pasti akan selalu berdo'a untuk kesembuhan nak Elna " ujar mama Maryam.
"Kalau begitu saya permisi dulu bu. Kalau ada apa-apa cepat hubungi kami " ujar dokter Anton.
"Baik dok. Terima kasih " jawab mama Maryam.
Mama Maryam duduk di samping ranjang rawat Elna. Beliau memegang tangan Elna lalu mengajak Elna bobrok.
"Kak. buruan bangun. Mama kangen sama kakak. Mama kangen makan masakan kakak, puding buatan kakak. Benar kata suami mu semua masakan kakak itu enak dan nikmat" ujar mama sambil berkaca - kaca.
Jari tangan Elna mulai bergerak. seakan dia merespon semua ucapan mama mertua nya.
Di kota B
Sepasang kekasih sedang memadu kasih di atas tempat tidur bernuansa serba putih. Mereka saling *******, lalu si lelaki melanjutkan pertualangan menjelajahi semua pelosok yang ingin di jelajahi nya.
Mereka saling membutuhkan satu sama lain. akhir nya terjadilah pertempuran yang cukup sengit. Namun hasil nya imbang. Mereka mecapai puncak bersama.
Setelah merasa lelah mereka pun menyudahi permainan nya. Mereka menikmati senja dari balkon kamar hotel tempat mereka nginap.
"Sayang kok kamu ngajak aku kehotel sih. Seharus nya kita di rumah aku aja kan lebih hemat " ujar Fabian
"Aku ingin suasana yang berbeda aja sayang" jawab Selly.
"Kenapa kamu bosan ya? tanya Fabian
"Nggak juga. Nggak apa-apa lah sekali - sekali kita ke hotel. lagi pula semua ini bukan pakai uang aku tapi uang nya si berengsek itu" ujar Selly.
"Sejak kapan sayang kamu di kasih uang sama direktur songong itu? tanya Fabian penuh selidik.
"Sejak dia menikahi ku. Hanya saja selama ini aku tidak pernah menggunakan nya. Setelah ku pikir - pikir kenapa aku tidak mengunakan nya. Ini kan memang sudah hak ku sebagai isteri nya.
"Isteri tak di anggap " ujar Fabian.
Selly terdiam karena apa yang di katakan Fabian memang benar. Dia seorang isteri yang tak di anggap.
__ADS_1