
Setelah semua pekerjaan dapur selesai mereka menuju kamar untuk beristirahat. Baru masuk kamar adzan zuhur berkumandang panggilan untuk para Muslim menunaikan kewajiban nya.
" Kak kita sholat dulu ya nanti baru istirahat. kalau kita istirahat dulu takut nya waktu zuhur ke buru habis " ucap Elna
" Baik, tapi sebelum nya boleh nggak kakak mintak sesuatu?" pinta Fahrizi
" Kakak mau mintak apa ?" tanya Elna
Boleh nggak panggil nya mas aja. nggak Usah kakak.
" Emang kenapa kak ? tanya Elna
" Kurang romantis "jawab Fahrizi
" Oh gitu. Oke deh mas sekarang kita sholat ya " ajak Elna
" Kurang mesra panggil mas nya " ucap Fahrizi sambil tersenyum menggoda isteri nya.
" Mas apaan sih" ucap Elna dengan muka merah seperti tomat masak.
fahrizi sangat suka dengan sikap malu - malu isteri nya itu.
"Ayo lah sayang. ulangi lagi panggil mas nya.
" Massss kita sholat yuk " ucap Elna sambil bergelayut manja di lengan suami nya.
" Nah gitu dong baru isteri nya mas" goda fahrizi sambil mencubit gemas pipi isterinya.
Assalammu'alaikum warohmatullah kanan.
Assalammu'alaikum warohmatullha kiri.
Elna mendekat pada Fahrizi. Lalu mencium punggung tangan suami nya. Fahrizi pun membalas mencium kening Elna.
Sungguh suatu pemandangan yang menyejukkan mata.
Saya rasa semua perempuan mendambahkan apa yang di rasa kan Elna saat ini.
Mempunyai suami tampan, berkecukupan. Menyayangi kita dan poin yang paling penting bisa menjadi Imam dalam sholat.
Selesai sholat mereka beristirahat. Mereka tidur dengan Elna berbantal tangan Fahrizi.
Selama pernikahan mereka baru kali ini mereka istirahat siang bersama.
Sebelum tidur Elna sudah masang alarm pukul 15.00 wib. Tepat pukul 15.00 wib alarm pun berbunyi.
Elna mengucek mata di lihat nya Fahrizi masih tertidur pulas.
" Mas kamu tetap ganteng Walaupun sedang tidur " ucap Elna sambil melihat wajah suami nya.
Kemudian Elna kembali berbaring di samping suami nya sambil melingkarkan tangan nya di perut Fahrizi.
Beruntung Fahrizi tidur nya pulas kalau nggak pasti dah tegang tu di bawah sana. Saat adzan ashar berkumandang Elna membangunkan Fahrizi.
" Mas bangun. dah ashar ni. " panggil Elna
Fahrizi tidak bergerak sama sekali. Elna pun kembali membangunkan Fahrizi.
" Mas bangun dong. Dah ashar ni. bukan nya kita mau ke supermarket buat belanja " ucap Elna.
Melihat Fahrizi tidak juga bangun Elna mendaratkan kecupan di bibir Fahrizi. Benar saja ternyata itu sangat ampuh untuk membangunkan suami nya.
" Dek kamu mulai nakal ya " ucap Fahrizi sambil memeluk Elna.
" Habis mas tidur nya seperti kebo. Susah bangat di bangunkan" ucap Elna.
" Wah dah pase ya dek panggil mas nya. Enak bangat dengar nya" ucap Fahrizi
" Iya lah mas. Orang cuma panggil mas doang apa susah nya.
__ADS_1
" Oh ya mas nanti pulang dari belanja kita mampir kerumah mama ya. Aku mau ambil baju - baju kita" ucap Elna.
" Nggak perlu sayang baju-baju di rumah mama biarkan aja di sana. Jadi kalau kita nginap di rumah mama nggak perlu bawak baju lagi" ucap Fahrizi.
" Tapi mas aku nggak ada baju selain itu" ucap Elna lagi.
" Mas udah siapin semua nya. Coba adek buka lemari di sebelah kanan itu semua baju adek" kata Fahrizi
Elna bangun dan berjalan menuju lemari yang di tunjuk Fahrizi.
Benar saja lemari itu penuh dengan berbagai model baju tertata dengan rapi.
Bahkan pakaian dalam nya pun sudah di siap kan oleh suami nya.
Elna merasa sangat senang ternyata Fahrizi begitu perhatian pada diri nya.
" Mas makasih ya untuk semua nya" ucap Elna sambil memeluk suami nya.
" Adek nggak perlu berterima kasih. itu kan memang kewajiban mas memenuhi semua kebutuhan isteri nya mas" jawab Fahrizi
" Iya udah mas. Sekarang kita mandi dan sholat setelah itu kita ke supermarket " ajak Elna pada suami nya.
" Oke" jawb Fahrizi.
Hari ini merupakan hari pertama mereka melakukan semua kegiatan bersama - sama.
Selesai sholat Elna bersiap siap dia memilih baju yang cocok untuk dia pakai.
Elna memilih baju warna putih rok warna cream dengan warna sepatu senada.
Kemudian dia memoles sedikit wajah nya dengan bedak tipis dan mengenakan sedikit lipslos.
Rambut di ikat biasa saja walau begitu kecantikan Elna tetap terpancar sempurna
" Mas nggak perlu segitu nya. Walau bagai mana pun dan apa pun yang mas pakai mas tetap ganteng kok" ucap Elna.
Fahrizi hanya tersenyum. Lalu mendekat pada isteri kecil nya.
" Kenapa adek takut ya kalau mas di lirik perempuan lain jika mas ganteng" ucap Fahrizi sambil mencubit hidung mancung isteri nya.
" Aku percaya kok sama mas. Kalau mas itu suami yang setia. Jadi aku nggak pernah takut kalau mas di lirik perempuan lain. "ucap Elna
" Terima kasih ya sayang. Mas senang dengar nya. Ayo kita berangkat " ajak Fahrizi.
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan. Mereka berbelanja semua kebutuhan makana sehari - hari.
Ini pertama kali Elna belanja sebagai seorang isteri. Ternyata belanja kebutuhan rumah tangga itu lumayan rumit terlalu banyak hal-hal kecil yang harus di perhatikan.
Untung saja sebelum pulang tadi mama mertua Elna sudah membuatkan catatan bumbu-bumbu dapur yang harus Elna beli.
Jadi Elna tinggal mencari nya saja. Hampir satu Jam mereka berbelanja semua yang dibutuhkan sudah mereka dapatkan.
" Dek buah nya sekalian ya" ucap Fahrizi
" Iya mas. Mas mau buah apa? tanya Elna
" Suka - suka adek aja. kalau mas suka semua. Apa lagi buah adek ucap Fahrizi menoleh isteri nya sambil tersenyum devil.
" Hmmm dasar suami mesum" gerutu Elna
"Nggak apa-apa kan mesum nya sama isteri sendiri " jawab Fahrizi tersenyum sambil menaik turun kan alis nya.
" Iya deh terserah mas aja " jawab Elna
Karena sudah sore. Selesai berbelanja mereka lansung pulang.
Sampai nya dirumah mereka sibuk
__ADS_1
memberes kan belanjaan. menyusun semua nya.
Menyusun dalam kulkas sampai mengatur sabun di kamar mandi. Semua itu terasa sangat menyenangkan bagi Elna dan Fahrizi.
" Mas aku mandi dulu ya. Nanti baru masak makan malam kita. Soal nya bentar lagi magrib" ucap Elna.
"Iya mas juga mau mandi. Kita sholat berjama'ah " ucap Fahrizi
" Baik mas" jawab Elna
" Dek kalau adek capek kita pesan aja makan malam nya?" tanya Fahrizi
" Nggak usah mas. Aku masak aja selesai sholat " jawab Elna.
" Oke kalau gitu kita Mandi "ucap Fahrizi
Mereka mandi bareng. Sekarang Elna udah nggak canggung lagi mandi bareng Fahrizi.
Selesai mandi mereka berwudhu untuk sholat magrib.
Selesai sholat Elna buru - buru ke dapur. Dia mengambil beberapa bahan makanan untuk di masak.
Karena takut masak nya kelamaan Elna memasak makanan cepat saji saja.
Setelah semua nya terhidang di meja. Elna memanggil suami nya untuk makan malam.
Elna menuju kamar belum sampai pintu kamar Elna terhenti karena mendengar suara orang membaca Al qur'an sangat merduh.
Elna jalan perlahan masuk ke dalam kamar. Di lihat nya Fahrizi tengah mengaji.
Menyadari kedatangan isteri kecil nya itu. Fahrizi pun mengakhiri bacaan Al qur'an nya. "Sodakoallahulazim"
" Mas makan yuk. makanan nya dah siap ntar dingin " ucap Elna
" Iya Sayaaaaang. Yuk mas juga dah lapar ni ucap Fahrizi sambil meletak kan Alqur'an pada tempat nya.
Mereka menuju ruang makan.
"Wah enak ni kelihatan nya "ucap Fahrizi sambil menarik kursi untuk dia duduk.
"Aku masak yang cepat saji aja mas. Aku takut mas kelaparan kalau aku masak makanan yang agak rumit" ucap Elna
" Nggak apa-apa sayang. Apa pun yang Adek masak pasti mas makan" ucap Fahrizi
" Makasih mas" ucap Elna.
" Ya udah makan yuk mas lapar ni" ucap Fahrizi
Elna mengambilkan nasi untuk suami nya.
" Mas mau apa " tanya Elna
" Mas mau semua nya. kelihatan nya enak semua " jawab Fahrizi.
Sebenar nya Fahrizi penasaran apa rasa masakan isteri tercinta nya itu.
Author juga penasaran sih sebenar nya.
Ma'af ya kalau beberapa bab ini bahas kebersamaan Elna dan Fahrizi saja.
Karena author ingin memberikan waktu untuk Fahrizi dan Elna merasakan indah nya sebuah rumah tangga yang di banggun atas dasar agama dan saling mengerti
__ADS_1