Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Keceplosan


__ADS_3

Ini visual susulan sesuai janji author kemarin. Semoga kalian suka.



Violetta mantan kekasih sekaligus sekretaris Fahrizi.



Selly perempuan licik penuh ambisi.



Robby asisten pribadi Fahrizi.



Aisyah si cantik dan periang adik nya Elna.


Karena kelelahan Selly tertidur dengan masih menggunakan gaun pengantin.


Hati Pak Darma dan isteri nya merasa tercabik-cabik menyaksikan semua itu.


Tapi mereka sadar itu adalah akibat dari kesalahan mereka. jika saja Pak Darma tidak menginginkan Fahrizi untuk menjadi pemimpin perusahaan nya mungkin mereka tidak perlu memaksa Selly untuk melakukan semua itu.


Dan tentu Selly akan menikah dengan laki - laki yang mencintai nya.


🌼


🌼


Fahrizi baru saja sampai di bandara kota A. Dia sudah tidak sabar ingin menemui isteri dan calon buah hati nya.


Mobil jemputan Fahrizi sudah menunggu. Robby membuka kan pintu mobil untuk Fahrizi.


Mereka pulang dengan mobil yang sama. Dalam perjalanan dari bandara menuju rumah baik Fahrizi mau pun Robby tidak ada yang bersuara.


Hingga sampai kerumah Fahrizi tetap dengan mode diam nya.


Mobil berhenti di halaman rumah 2 lantai dengan pemandangan yang sangat menyejukan mata itu.

__ADS_1


Robby turun lebih dulu dan membuka kan pintu untuk sang atasan.


Saat Fahrizi turun. Fahrizi memperingatkan Robby untuk tidak bercerita apa pun.


Robby paham dia hanya mengangguk. Robby membawa kan koper serta beberapa baperbag berisi oleh - oleh.


Mendengar suara mobil berhenti. Elna pelan-pelan turun ke bawah dia tahu itu suami nya. Elna turun untuk menyambut suami nya.


Elna sudah berdandan untuk menyambut kedatangan suami nya. Dia mengunakan dress warna pink. Walau pun perut nya sudah semakin membesar namun Elna tetap kelihatan cantik



Elna tersenyum melihat kedatangan Fahrizi. Dia berdiri sambil mengangkat tangan nya memperhatikan Fahrizi sedang sibuk dengan baperbag nya.


Elna mendekat lalu mengucapkan salam pada suami nya sambil meraih satu tangan Fahrizi. Elna mencium punggung tangan suami nya.


Fahrizi menjawab salam Elna lalu mendarat kan kecupan cukup lama di puncak kepala isteri nya.


Fahrizi sungguh merindukan isteri kecil nya itu. Menyaksikan keromantisan sang bos membuat jiwa jomblo Robby meronta.


Dasar bos nggak pengertian. gimam Robby dengan sangat pelan. Namun Fahrizi dan Elna masih dapat mendengar nya.


Elna hanya tersenyum melihat kelakuan antara bos dan anak buah nya itu.


" Ya udah mas masuk yuk! ajak Elna


" Ayo sayang " jawab Fahrizi sambil mengandeng isteri nya.


"Oh ya Kak Robby. makan siang di rumah kita aja ya kebetulan Elna dah masak banyak sayang makanan nya kalau nggak habis" ujar Elna


"Baik bu terima kasih sebelumnya " jawab Robby.


" Nggak usah panggil ibu Kak. Cukup panggil Elna aja " ujar Elna.


" Ma'af bu saya nggak bisa karena anda adalah isteri dari bos saya" ujar Robby


"Ya sudah terserah Kak Robby aja" jawab Elna sambil tersenyum.


Mereka masuk ke rumah. Robby duduk di ruang tamu sementara Fahrizi ke kamar untuk ganti pakaian.

__ADS_1


Elna sibuk dengan meja makan dengan di bantu oleh asisten rumah tangga mereka.


Fahrizi turun ke bawah dia mengenakan baju santai kaos oblong warna putih celana pendek sedengkul dengan rambut yang masih basah menambah pesona ketampanan nya mejadi semakin terpancar.


"Sayang masak apa? mas lapar nih kangen sama masakan isteri mas ini " ujar nya sambil mencubit hidung Elna.


"Elna masak banyak mas. Mas tinggal pilih aja mana yang mas suka jawab Elna.


" Bik minta tolong dong panggil kan tamu di depan bilang di panggil bapak untuk makan siang " ujar Elna


" Baik bu" jawab sang bibi


Tidak berapa lama yang di tunggu muncul.


" Ayo Kak makan" ajak Elna


" Terima kasih bu" jawab Robby


Elna sudah mengisikan nasi beserta lauk ke piring Fahrizi. Fahrizi pun menyantap nya dengan lahap.


Robby sedikit ngerih melihat bos nya itu makan.


"Lapar atau apa sih. batin Robby


Robby pun menyendok makanan nya. Kunyahan pertama langsung terhenti beberapa saat lalu melanjutkan ngunyah.


Rasa nya benar - benar enak.


" Pantasan aja Pak Fahrizi makan selahap itu ternyata memang makanan enak bangat " batin Robby


Robby pun makan dengan lahap tanpa malu-malu.


Elna hanya tersenyum melihat kelahapan Fahrizi dan Robby makan.


Tiba - tiba Robby bergumam. "Sungguh sempurna seandai nya saya punya isteri seperti isteri Pak Fahrizi saya tidak akan pernah menoleh perempuan lain. Apa lagi menduakan nya itu tidak akan pernah terjadi " ujar Robby tanpa sadar


" Maksud Kak Robby? tanya Elna


jangan lupa jejak ya, makasih

__ADS_1


__ADS_2