Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Elna Lahiran


__ADS_3

Waktu terus berjalan hari beganti minggu, Minggu berganti bulan. Kini tiba saat yang di nantikan. Elna sedang berada di sebuah rumah sakit bersalin. Elna akan melahirkan. Sementara Fahrizi sedang berada di luar kota.


Sejak perceraian Fahrizi dan Selly. Fahrizi semakin sibuk dengan pekerjaan nya mungkin itu adalah salah satu cara Fahrizi untuk menyakin kan Elna kalau diri nya kini telah berubah.


Mama Maryam menelpon putra nya.


Mama : Assalammu'alaikum..., Kak nak Elna mau lahiran sekarang sudah di rumah sakit bersalin.


Fahrizi : Wa'alaikumsalam...., Apa ma? Elna mau lahiran?


Mama : Iya. Usaha kan pulang ya nak!


Fahrizi : Baik Ma. Fahrizi akan pulang sekarang juga.


Mama : Oke. Mama tunggu. Assalammu'alaikum.


Fahrizi : Wa'alaikumsalam.


Sambungan telepon pun terputus. Fahrizi segera menghubungi Asisten pribadi nya yaitu Robby. Fahrizi minta di uruskan tiket pesawat yang terbang sekarang juga.


Dengan segala cara di lakukan Robby demi mendapat kan tiket untuk atasan nya tersebut. Dan usaha Robby pun tidak sia - sia. Fahrizi mendapatkan penerbangan cepat. Jarak antara kota A dan kota C memang cukup jauh. Tapi Fahrizi datang tepat waktu. Fahrizi tiba 15 menit sebelum kelahiran putra nya.


"Tarik nafas lalu keluar kan dari mulut. Kalau terasa sakit itu berarti kontraksi ibu halus ngedan sekuat mungkin " ujar Dokter Clara.


Elna pun melakukan apa yang di ajarkan dokter Clara.


" Sakit mas " rintih Elna.


"Iya sayang. Mas tahu ini pasti banget" jawab Fahrizi.


"Dokter bagaimana jika kita operasi saja biar isteri saya tidak terlalu merasakan sakit " ujar Fahrizi.


"Jika bisa normal. Lebih baik normal pak. Karena jika operasi akan lama masa pemulihan bagi si ibu. belum lagi resiko setelah operasi itu sendiri " jawab dokter Clara.


"Tapi saya tidak tega melihat isteri saya kesakitan seperti ini dok" ujar Fahrizi lagi.


"Sabar ya Pak. Ini sudah bukaan 9 sebentar lagi anak bapak akan lahir " ujar dokter Clara.


Elna pun kembali merasakan kontraksi hebat. Masss..... ujar Elna sambil berpegang di leher Fahrizi.


Fahrizi merasakan leher nya sakit semua tapi dia diam saja. Karena dia tahu yang di rasakan Elna jauh lebih sakit dari leher nya.


"Baik sekarang tarik nafas lalu ngedan ya bu. Ngedan lah sekuat mungkin. Anggap saja ibu sedang mengalami BAB keras " ujar dokter Clara.


Elna pun melakukan nya.


"Terus bu. sudah kelihatan rambut baby nya" ujar dokter Clara.


Tiga kali Elna ngedan. Bayi nya pun lahir.

__ADS_1


" Oek..... Oek..... Oek.... suara tangis bayi.


Elna pun merasa kan sangat plong rasa nya.


"Dek anak kita sudah lahir " ujar Fahrizi.


"Iya mas" jawab Elna sambil tersenyum menatap suami nya.


Fahrizi menghujami isteri nya dengan kecupan sayang.


"Selamat ya Pak, Bu... Baby nya laki-laki. Ganteng sekali " ujar Dokter Clara. Sembari meletakkan baby boy itu di atas perut Elna.


"Ma'af ya bu. baju nya saya buka dulu supaya baby nya bisa mencari ASI nya" ujar dokter Clara sembari membuka baju Elna.


Baby boy ternyata cukup aktif. Dia menemukan makanan dan minuman nya ya walau pun dia belum begitu bisa menghisap nya.


"Papa nya harus bisa berbagi ya sama dedek nya " goda dokter Clara.


Muka Fahrizi dan Elna merah padam karena malu.


Sebenar nya Fahrizi memang sedikit cemburu sama baby boy. Karena bagian itu merupakan candu bagi Fahrizi. Apa lagi sekarang candu nya itu sangat mengoda padat dan berisi. ingin sekali rasa nya Fahrizi menikmati candu nya itu.


Dokter Clara seakan tahu apa yang ada dalam pikiran Fahrizi.


"Selain berbagi papa nya juga harus puasa selama 40 hari " ujar dokter Clara sambil tersenyum manis.


Fahrizi kembali merasakan malu. Seakan akan dia tertangkap basah.


Suster pun membawa baby boy untuk di bersihkan. Sementara dokter Clara memeriksa Keadaan Elna kembali.


"Ibu saat ini baik-baik saja jika ada keluhan ibu bilang sama saya atau suster asisten pribadi saya " ujar dokter Clara.


"Baik dok. Terima kasih " ujar Elna dan Fahrizi bersamaan.


"Waaah suami isteri yang kompak dan serasi " ujar dokter Clara.


Elna dan Fahrizi hanya tersenyum.


Tidak lama kemudian mama Maryam masuk. Mama Maryam tersenyum lalu memeluk anak mantu nya itu.


"Selamat ya sayang. Terima kasih sudah memberi mama cucu yang sangat tampan" ujar mama Maryam.


"Iya Ma " jawab Elna sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak, bu" ujar dokter Clara.


"Silakan dokter. Sekali lagi terima kasih banyak dan saya minta No. rekening dokter " ujar Fahrizi sambil menjabat tangan dokter Clara.


"Admin nya selesai kan saja sesuai prosedur rumah sakit Pak " ujar dokter Clara.

__ADS_1


"Oh bukan dok. Saya hanya akan memberikan sedikit hadiah untuk dokter atas kelahiran putra saya. Saya harap dokter tidak menolak " ujar Fahrizi.


Melihat kesungguhan Fahrizi. Akhirnya dokter Clara pun memberikan No. rekening nya.


Fahrizi pun mentransfer sejumlah uang ke No. rekening dokter Clara.


"Tiiiiing" sebuah pesan masuk ke ponsel dokter Clara.


Pesan tersebut berisi sebuah notifikasi dari banking nya. Disana tertera sejumlah uang yang tidak sedikit nilai nya.


"Ini sungguh kado istimewa. setengah tahun aku kerja belum tentu aku bisa mengumpulkan uang sebanyak hadiah ini" ujar dokter Clara.


Di kamar rawat Elna.


Baby boy sudah di masukkan ke dalam box bayi yang ada di kamar rawat Elna.


" Kak kalian punya nama belum untuk si ganteng ini? tanya mama Maryam.


" Udah ma "jawab Fahrizi.


"Apa? tanya mama.


"Axel Al Fahrizi " jawab Fahrizi.


"Nama yang cukup bagus. Axel itu arti nya pembawa kedamaian. Sementar Al Fahrizi. nama belakang papa nya " ujar mama Maryam.


Mereka sedang sibuk masalah nama tiba-tiba pintu di ketuk ternyata yang datang adalah Dinda dan Aisyah.


"Assalammu'alaikum... " ujar mereka bersamaan.


"Wa'alaikumsalam" jawab mama, Fahrizi dan Elna tidak kalah kompak nya.


Dinda berlari menuju kakak ipar nya.


"Selamat ya Kak! ujar Dinda sambil memeluk kakak ipar nya.


"Iya dek. Makasih" ujar Elna.


Sekarang giliran Aisyah memeluk kakak nya.


"Selamat ya kak. Sekarang kakak sudah menjadi seorang ibu " ujar Aisyah sedikit berkaca-kaca.


"Iya dek " jawab Elna ikut berkaca-kaca.


Dinda melihat keponakan nya


" Wow dedek nya ganteng banget kak. Gemas deh " ujar Dinda sambil mencubit gemas pipi baby Axel.


Aisyah pun ikut melihat ponakan nya.

__ADS_1


"Assalammu'alaikum... Ganteng bibi" ujar Aisyah.


"Selamat datang di dunia yang sangat kejam ini. Semoga Axel kuat dengan semua lika liku nya jalan yang akan Axel tempuh kelak " ujar Aisyah mengajak ngobrol ponakan nya.


__ADS_2