
Fahrizi hanya pasrah di perlakukan Selly seperti apa pun. Fahrizi tidak menolak dan juga tidak membalas.
Menyadari hal itu Selly kesal. Di gampar nya wajah Fahrizi. Fahrizi tetap diam.
Selly semakin kesal. Dia menghentikan kegiatan nya dan menangis.
"Selly ma'af kan aku. Aku tidak bisa melakukan nya karena aku sangat mencintai isteri ku Elna " ujar Fahrizi.
"Tapi aku juga isteri mu" jawab Selly.
"Selly. kamu memang isteri ku tapi itu terjadi bukan ke inginan ku. Semua yang terjadi karena aku dalam keadaan mabuk.
Aku menikahi mu hanya karena tanggung jawab ku karena telah menodai mu. bukan karena cinta " ujar Fahrizi.
" Kamu kejam Fahri. kamu jahaaaat " teriak Selly.
"Selly. Ku harap kamu mengerti dan memahami semua ini. Aku butuh waktu untuk mencerna semua ini. Aku akan berusaha untuk bisa berbuat adil " ujar Fahrizi.
" Tapi sampai kapan? Sejak kita menikah kamu nggak pernah perduli pada ku. Kamu nggak pernah menyentuh ku. Bahkan kamu pergi di malam pertama kita" ujar Selly.
"Rasa cinta itu tidak bisa di buat - buat Selly. Rasa cinta itu murni dari hati nurani. dan cinta yang sesungguhnya adalah bisa merelahkan orang yang kita cintai hidup bahagia" ujar Fahrizi.
Selly terdiam. Kemudian dia berlalu ke kamar mandi.
"Sungguh beruntung wanita yang kamu cintai Fahri. Sayang nya wanita itu bukan aku. Tapi aku akan berusaha supaya kamu mencintai ku. Dan lebih memilih aku dari pada wanita itu " batin Selly sambil masuk ke dalam bathtub.
Fahrizi pun mengambil pakaian nya yang berceceran di buang Selly sembarang arah tadi. Dia mengenakan nya kembali.
Fahrizi menunggu Selly sambil memainkan ponsel nya.
Selly keluar dengan rambut yang masih basah. Dia melewati Fahri begitu saja.
Selly mengenakan pakaian rapi lalu duduk di depan Fahrizi.
"Aku akan pulang siang ini juga " ujar Selly.
"Baik. Aku akan mengantar mu ke bandara. Apa tiket pesawat sudah kamu pesan? tanya Fahrizi.
"Belum. Tapi aku akan segera memesan nya " ujar Selly
"Nggak usah biar Robby yang urus tiket mu " ujar Fahrizi.
"Terima kasih " ujar Selly.
"Berangkat sekarang? tanya Fahrizi
"Iya! jawab Selly.
__ADS_1
Mereka pun berangkat menuju bandara. Di perjalanan Fahrizi mengajak Selly mampir di beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh makanan khas kota pempek tersebut.
Setelah semua selesai mereka pun melanjutkan perjalanan ke bandara.
"Fahri terima kasih untuk semua oleh -oleh nya" ujar Selly.
"Tidak perlu berterima kasih " ujar Fahrizi sambil fokus dengan setir mobil nya.
Mereka pun sampai di bandara. Pesawat yang akan di tumpangi Selly berangkat setengah jam lagi.
Setelah menurun kan semua barang - barang Selly. Fahrizi pun pamit.
"Selly. Aku pulang dulu. kamu hati - hati. Kalau sudah sampai kasih kabar ke Robby " ujar Fahrizi.
Sebenar nya Fahrizi ada sedikit rasa tidak tega pada Selly. Namun dia menyembunyikan nya. Karena dia tidak mau memberi harapan pada Selly.
Fahrizi masuk ke dalam mobil nya tanpa memberi kan salam perpisahan pada Selly.
Fahrizi melajukan mobil nya menuju kediaman nya. Dimana seseorang telah menunggu diri nya.
"Kak! kakak lagi ngapain? sapa Dinda pada Elna yang sedang duduk di teras.
"Nunggu mas dek! kok lama ya. Pada hal kan kost Ais nggak sejauh itu deh. Perasaan kakak kok nggak enak ya! " ujar Elna.
"Kena macet kali Kak. Kak Fahri nya " jawab Dinda.
" Iya. mungkin dek " ujar Elna.
"Iya dek. jawab Elna sambil berdiri menuju dalam rumah.
"Dek. kakak mau rebahan di ruang tv aja " ujar Elna.
"Oke. Dinda ambilkan sofa kakak dulu ya di atas biar kakak enak rebahan nya " ujar Dinda.
"Iya. Kempes kan dulu aja dek biar mudah bawa nya " ujar Elna
"Siap Kak. jawab Dinda sambil mengangkat satu tangan nya membentuk hormat.
Elna tersenyum melihat tingkah adik ipar nya itu.
Dinda pun naik ke atas untuk mengambil kan sofa angin Elna.
Fahrizi sengaja membeli sofa angin itu untuk Elna. Supaya Elna selalu merasa kan kenyamanan saat duduk.
Bahkan sofa itu bisa untuk Elna rebahan. dan Elna sangat menyukai nya.
Elna rebahan sambil nonton tv. Dinda menemani Elna lengkap dengan camilan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Elna sudah terlelap. Dinda memperhatikan kakak ipar nya itu.
"Seperti nya kak Elna kelelahan. Kak ma'af kan Dinda seharus nya saat ini kakak tidak seperti sekarang. Kakak harus mengandung di usia kakak yang masih sangat belia. semua ini karena Dinda" batin Dinda.
Dinda sedang sibuk melamun sehingga dia tidak mendengar salam dari kakak nya Fahrizi.
Fahrizi menghampiri Dinda dan bertanya.
"Dek sejak kapan kakak mu tidur " ujar nya
Dinda kaget dan hampir menjerit kalau tidak cepat di bungkam Fahrizi dengan tangan nya.
"Dedek kenapa si dek? tanya Fahrizi
"Iya kaget lah Kak. Kakak si datang nya tiba -tiba nggak pakai salam lagi masuk rumah " Cerocos Dinda
"Siapa yang nggak salam dedek aja yang nggak dengar. Maka nya jangan suka melamun " ujar Fahrizi.
"Sudah kak jangan berisik. Nanti kak Elna terganggu istirahat nya. Kak Elna baru aja tidur " ujar Dinda.
"Kakak dari mana? Kok lama kostan Ais kan nggak terlalu jauh dari sini? selidik Dinda.
"Kakak ada urusan sebentar " jawab Fahrizi.
" Sebentar apa? kasihan tu Kak Elna nunggu kakak sampai kekalahan seperti itu. Kak Elna bilang tadi perasaan nya nggak Enak. Kak Elna takut terjadi apa-apa sama kakak " ujar Dinda.
Fahrizi terdiam
"Dek ma'af kan mas. Karena mas telah membuat adek khawatir. Apakah setiap isteri mempunyai ikatan batin dengan suami nya? seperti Elna yang selalu merasa kan semua yang terjadi pada diri ku" batin Fahrizi.
Fahrizi menghampiri Elna yang sedang terlelap. Di kecup nya pelan kening isteri nya. Lalu Fahrizi mengendong Elna naik ke atas ke kamar mereka.
Di baringkan nya dengan perlahan Elna di atas ranjang king Size mereka. Kemudian Fahrizi pun ikut berbaring di samping isteri kecil nya.
Di kota B
Selly baru saja sampai rumah. Selly mencari mama dan papa nya namun dia tidak menemukan nya.
Hanya asisten rumah tangga mereka saja yang ada.
"Mama sama papa kemana bi? tanya Selly
"Keluar non tapi bibi tidak tahu kemana " jawab asisten rumah tangga nya.
"Oh. Ya udah bibi tolong taruh di meja makan ya semua ini " ujar Selly menunjuk oleh - oleh yang di belikan Fahrizi tadi.
" Baik non " jawab sang bibi dengan santun.
__ADS_1
Selly naik ke atas dan ke kamar nya. Selly mengeluarkan ponsel nya untuk mengirimkan pesan pada Robby sesuai perintah Fahrizi tadi.
jejak jejak