Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Lebih Baik Tidak Tahu


__ADS_3

Elna berdiri lalu berjalan menuju dapur. Elna berniat membuat teh hangat dan mengambil puding yang sudah di siapkan nya tadi.


Dinda yang menyadari hal itu buru-buru berdiri dan menyusul kakak ipar nya. Sebelum mama ngomel - ngomel pada nya hanya gara - gara membiarkan kakak nya itu beraktivitas.


"Kak mau ngapain? tanya Dinda


"Mau bikin teh untuk mama dan mas" jawab Elna.


" Kak. Dinda aja yang buatin teh nya " ujar Dinda


"Nggak apa apa dek. Kakak aja" ujar Elna


"Kak nanti mama lihat. Dinda di omelin deh" ujar Dinda sambil manyun.


"Ya udah kalau gitu Dinda ambil puding nya terus bawa kedepan " titah Elna.


"Oke deh kak" ujar Dinda


Dinda membawa puding Elna membawa teh.


"Mas ini teh sama puding nya" ujar Elna


"Makasih sayang" ujar Fahrizi sambil nyeruput teh hangat nya.


"Ma.., ini puding sama teh nya " ujar Elna.


"Iya nak biar di sana aja. mama ambil sendiri nanti" ujar mama Maryam.


Setelah memberikan teh dan puding Elna pamit pada mama mertua nya untuk ke kamar.


"Ma.., Elna kekamar dulu ya. Elna mau istirahat " ujar Elna.


"Ayo mama antar ke kamar nya " ujar mama.


Elna tidak menolak. Karena Elna tau walau dia menolak. Mama pasti tidak akan membiarkan nya naik tangga sendirian.


"Ayo ma " jawab Elna.


Mereka pun naik ke atas.


Sesampai nya di kamar Elna langsung ke kamar mandi untuk berwudhu.

__ADS_1


"Ma..., Elna ke kamar mandi dulu. Elna mau wudhu " ujar Elna.


"Iya. mama ke bawah ya nak. Kakak tidak apa-apa kan kalau sendiri?


"Nggak apa-apa ma" jawab Elna.


Mama Maryam pun turun kembali ke ruang TV. Di sana Dinda dan Fahrizi sedang menikmati puding buatan Elna.


"Kak Elna dah tidur ya ma? tanya Dinda.


"Belum. lagi ke kamar mandi untuk ambil wudhu " jawab mama.


"Mama juga belum isya' ini" ujar mama Maryam.


"Makan dulu puding nya ma. Nanti baru sholat " ujar Fahrizi.


"Kakak nggak sholat sekalian tu. Imaman sama kak Elna" ujar mama.


"Iya Ma. Bentar lagi ini tanggung dikit lagi selesai " jawab Fahrizi.


Setelah menghabis kan puding nya mama dan Dinda ke kamar untuk melaksanakan sholat Isya'. Sementara Fahrizi masih sibuk dengan benda pipih itu.


Fahrizi mendengar kan suara itu ternyata dari kamar mereka. Elna memang suka membaca alqur'an. Hampir setiap selesai sholat. Elna membaca alqur'an.


Fahrizi masuk langsung ke kamar mandi untuk berwudhu. Fahrizi melaksana kan sholat Isya'. Melihat Fahrizi sholat Elna menyudahi mengaji nya.


Selesai sholat Fahrizi mendekati isteri nya. lalu berkata


"Dek. Tadi surat apa yang adek baca? tanya Fahrizi.


"Surat yusuf mas" jawab Elna


"Oh" ujar Fahrizi


"Iya mas. perempuan hamil itu bagus kalau banyak baca alqur'an terutama empat surat ini yaitu :



Surat Yusuf


Surat Al-fatiha

__ADS_1


Surat Al-baqarah


Surat Maryam



Ke empat surat di atas mempunyai ke utamaan masing-masing dan semua nya sangat bagus-bagus mas" ujar Elna.


"Waaah. Isteri mas ini memang paket komplit ya! Ujar Fahrizi.


"Emang nya Elna bakso mas paket komplit " ujar Elna sambil cemberut.


"Nggak lah sayang. Maksud mas itu. Isteri mas itu serba bisa dan serba tahu jadi komplit" ujar Fahrizi.


"Mas Elna boleh sesuatu nggak? tanya Elna.


"Boleh sayang. Memang nya adek mau mintak apa? tanya Fahrizi.


Elna terdiam. Dalam hati Elna berkata


"Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk aku bertanya. Aku ingin nya kamu sendiri yang cerita dan menjelaskan nya sama aku mas. Bukan aku yang bertanya. batin Elna


Beberapa hari yang lalu Elna tidak sengaja melihat chat masuk di ponsel Fahrizi.


Namun Elna pura-pura tidak tahu dan diam saja. Ingin sekali Elna bertanya tapi dia takut kebenaran nya.


Kalau isi chat itu benar - benar dari seseorang yang hadir di antara mereka.


"Sayang kata nya Adek mau sesuatu. Apa? ulang Fahrizi.


"Nggak jadi deh mas. Elna cuma mau tidur bareng mas aja " jawab Elna.


"Dek kalau itu adek nggak perlu minta. Mas pasti tidur sama adek karena kalau jauh dari adek mas susah tidur " jawab Fahrizi.


Elna hanya tersenyum.


"Mungkin memang tidak semua nya aku harus tahu mas. apa lagi jika kebenaran itu akan menyakiti diri ku sendiri. Lebih baik aku tidak tahu. Yang terpenting kamu tetap menjadi mas Fahrizi yang dulu. " Batin Elna.


"Sayang. Kenapa melamun? mikirin apa sih? tanya Fahrizi.


"Nggak mikir apa-apa kok mas" jawab Elna.

__ADS_1


__ADS_2