
Makanan yang mereka pesan pun sampai.
"Selamat menikmati " ujar pelayan Caffe.
" Terima kasih " jawab Dinda dan Aisyah bersamaan.
Sambil makan mereka lanjut bercerita. Saling bertukar cerita satu sama lain. Mulai dari tentang kerjaan, Kuliah sampai hobby. Dinda dan Aisyah memang sama - sama periang dan mudah bergaul. Jadi mereka nyambung kalau cerita.
Di Kediaman Elna dan Fahri.
Elna duduk di meja rias nya. Kali ini dia duduk bukan untuk merias diri tapi untuk menulis di diary nya.
Palembang, 15 Februari
Dear diary.....
Aku hanya manusia biasa. Bagai mana pun aku menahan nya tapi rasa sakit itu tetap terasa. Ingin aku mengabaikan nya tapi aku tidak bisa. Ingin sekali rasa nya aku menjerit agar semua tahu jika aku merasakan sakit yang teramat sangat.
Tapi untuk apa aku menjerit jika itu tidak akan menyembuhkan goresan ini. Ya robb berikan kekuatan pada hambahmu yang lemah ini. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
Elna menutup kembali buku diary berwarna hijau muda tersebut. Lalu memasukan nya kedalam laci meja rias milik nya. Elna berdiri menuju kamar putra semata wayang nya yaitu Axel.
Di lihat nya sang putra masih tertidur pulas. Elna lalu turun ke bawah untuk menyiapkan bahan masakan untuk makan malam.
"Bi kita masih punya apa di kulkas? tanya Elna pada bi Wati.
"Masih ada semua bu" jawab bi Wati.
__ADS_1
"Kalau begitu tolong siap kan bahan - bahan nya ya bi. Saya ingin masak makanan kesukaan Mas Fahri. " ujar Elna.
"Baik bu" jawab bi Wati sambil bergegas menuju kulkas.
Walau bagaimana pun Elna tetap akan berusaha menjadi isteri yang baik bagi Fahrizi. Terkadang hati kecil nya menjerit kenapa selalu ada saja yang terjadi antara dia dan suami nya. Namun Elna tetap tegar dengan semua yang terjadi dalam perjalanan rumah tangga nya dengan Fahrizi. Apa lagi saat ini telah hadir Axel di antara mereka.
Axel akan menjadi prioritas pertama bagi Elna. Saat ini Elna tidak lagi memikirkan ke bahagian nya. Yang dia pikirkan hanya ke bahagian putra semata wayang nya.
Waktu terus berjalan kini Axel sudah memasuki usia sebelas bulan. Sedang lucu - lucu nya. Apa lagi Axel merupakan anak yang sangat aktif. Axel mulai bisa bicara walau pun terkadang dengan bahasa nya sendiri yaitu bahasa khas anak kecil.
Jika berhadapan dengan Axel semua yang Elna pikir kan sirna begitu saja. Yang ada hanya kebahagiaan.
Seperti malam ini Axel bermain di ruang tv. Axel begitu lucu dan mengemaskan. Axel bermain bersama Elna sambil menunggu Fahrizi pulang kerja.
Pukul 19.30 wib. Fahrizi pun pulang dan langsung menuju ruang tv. Karena Fahri tahu dua orang yang sangat di cintai nya selalu berada di sana.
"Wa'alaikumsalam.... " jawab Elna.
"Abi pulang tu sayang " ujar Elna sambil mengangkat tubuh Axel yang semakin berat. Berjalan menuju Fahrizi. Elna memberikan Axel pada Fahrizi.
Fahrizi pun menyambut putra nya lalu menggendong nya.
"Jagoan Abi makin berat nih " ujar Fahrizi sambil mencium pipi putra.
"Iya dong abi. Axcel kan dah besal sekalang " ujar Elna meniru kan ucapan anak kecil sambil menatap Fahrizi.
"Iya ya anak abi udah besar sekarang " ujar Fahrizi sambil mencium kepala Axel.
__ADS_1
"Gimana, nakal nggak Axel nya Umi " tanya Fahrizi.
"Nggak kok Abi. Dedek Axel itu nggak nakal. iya kan sayang " ujar Elna.
Sampai di kamar Fahrizi mendudukkan Axel di atas tempat tidur.
"Jagoan Abi. Abi bersih - bersih dulu ya. Dedek sama Umi lagi. Abi sebentar kok" ujar Fahrizi.
"Iya Abi " jawab Elna sambil memegang tangan putra nya.
"Mas kami ke bawah ya. Elna mau nyiapkan makan malam. Kalau selesai bersih-bersih nya mas susul. Kita makan malam " ujar Elna.
"Iya sayang " jawab Fahrizi sambil mendarat kan kecupan singkat di bibir Elna.
"Mas!" ujar Elna.
"Mas kangen " ujar Fahrizi.
"Udah bersih - bersih sana " ujar Elna dengan muka merah merona.
Sikap Elna yang seperti ini lah selalu di rindu kan Fahrizi. Sikap malu-malu nya jika menyinggung masalah itu. Sampai sekarang Elna masih malu-malu pada hal mereka sudah memiliki satu putra.
Fahrizi lalu berbisik di telinga Elna.
"Malam ini mas menginginkan nya " ujar Fahrizi.
Muka Elna semakin memerah. Elna berlalu dari kamar meninggal kan suami nya yang senyum-senyum sendiri karena merasa berhasil mengerjai isteri kecil nya.
__ADS_1