Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Cantik Alami


__ADS_3

Sungguh cantik alami tanpa polesan make up sedikit pun tapi pipi warna putih kepinkan., bibir pink, mata hitam dgn bulu mata lentik, rambut sedikit bergelombang dengan tubuh yang lansing kulit putih bak susu mengenakan kaos oblong hitam polos celana jeans sedengkul menambah sempurna penampilan Elna sore itu.


"Assalammu'alaikum...., ucap seseorang


"wa'alaikumsalam "jawab Elna sembari menoleh ke sumber suara.


"Eh ibu " ibu dari mana " sapa Elna pada bu Hanna yang merupakan ibu kost nya itu.


"Ibu dari rumah anak ibu"jawab bu Hanna


Bu Hanna mempunyai 3 orang putra 2 sudah menikah dan yg bungsu si ari yang sampai saat ini masih betah dengan status single nya.


"Ari kamu lagi ngapain ngintip Elna seperti itu " tegur bu hanna pada putra bungsu nya tersebut


" Nggak ma aku hanya lagi melihat keluar aja. jawab Ari


"Udah nggak usah malu tapi ingat Elna itu masih kelas 2 SMA loh kalo nunggu 2 tahun lagi apa nggak nantinya kamu ketuaan nikah nya" canda bu Hanna


"Mama...., siapa yang suka Elna sih. belum tentu juga Elna mau sama aku. ucap ari sambil berlalu.


"Kamu pikir ibu anak kecil, ibu orang yang melahirkan kamu nak jadi ibu tau kalau kmu itu sedang jatuh


"Iya bu, ibu benar aku memang jatuh cinta jawab ari dari kamar nya tapi bu Hanna tidak mendengar jawaban ari karena ari hanya berucap dalam hati.


Setelah selesai menyiram tanaman elna masuk ke rumah kemudian mandi karena sebentar lagi waktu sholat magrib.

__ADS_1


Selesai sholat magrib Elna turun ke bawah untuk makan malam bersama bu Hanna. Karena itu adalah kebiasaan Elna selama kost di situ dan semua itu atas permintaan bu Hanna. Karena bu Hanna hanya seorang diri jika ari putra bungsu nya itu sedang kerja. Suami bu Hanna sudah meninggal sebelum Hanna kost situ. Itu juga alasan bu Hanna menerima anak kost karena beliau hanya sendiri nunggu rumah lumayan besar dan memiliki 2 lantai itu.


Saat Elna sampai di bawah Elna kaget karena berpaspasan sama Ari yang baru keluar dari kamar mandi dapur.


"Masyaallah cantik sekali " batin ari.


" Hey kak kapan datang " sapa Elna pada Ari untuk mengusir kegugupan karena mereka hampir tabrakan tadi.


Ari tersenyum kemudian menjawab" Tadi pagi" jawab ari.


Bu Hanna yang lagi menata meja makan hanya menyaksikan nya dari kejauhan.


Elna memang cantik. apa pun yang di pakai nya terlihat sangat pas di tubuh mungil nya.


Elna lansung membantu bu Hanna menyiapkan makan malam mengambil piring, cangkir kemudian mengisi cangkir dengan air mineral.


bu Hanna memang sudah mengangap Elna seperti anak nya sendiri.


Selain beliau memang tidak mempunyai anak perempuan kehadiran Elna sangat berarti bagi beliau dalam kesendirian beliau.


Di tambah lagi Elna anak yang baik.


"Iya bu" jawab elna


"Tok tok tok Elna mengetuk pintu kamar ari

__ADS_1


"Kak makan yuk "panggil elna.


Namun tidak ada jawaban.


Elna berniat untuk ngetuk pintu lagi namun pintu nya keburu terbuka. Ari tersenyum memperlihatkan barisan gigi putih nya


"Kakak di panggil ibu di ajak makan" kata Elna


"Iya ayo jawab Ari.


Ari pun berjalan di samping Elna menuju ruang makan. bu Hanna yang melihat itu terbesit dalam hati nya ingin menjodohkan mereka.


" Berapa hari kamu cuti nak" tanya bu Hanna ke pada putra nya di selah makan malam mereka.


"1 minggu bu " jawab Ari


bu Hanna tersenyum mendengar jawaban putra nya.


Dalam benak nya dalam waktu 1 minggu ini beliau berniat mendekatkan Ari sama Elna walau pun beliau belum tau bagai mana cara nya.


Selesai makan malam elna membantu bu Hanna beres-beres. Elna mencuci piring memang itu sudah biasa di lakukan Elna setiap selesai makan malam.


" Nak habis ini nonton tv dulu yuk temanin ibu, ibu belum ngantuk dan malas nonton sendiri"kata bu Hanna.


Elna nggak pernah bisa nolak kalau bu Hanna mintak di temani.

__ADS_1


"Iya bu" jawab Elna sambil tersenyum


__ADS_2