
Kedua nya berpelukan.
Mama Maryam tersenyum melihat ke akraban antara anak mantu dan anak bungsu nya itu.
" Dek jangan di ajak ngobrol terus kakak mu. Biar kan kakak mu istirahat" ujar mama.
"Iya ma" ujar Dinda.
"Nggak apa- apa ma. Elna juga belum ngantuk" jawab Elna
"Tapi kakak harus banyak istirahat sayang " ujar mama Maryam sambil berjalan mendekati Elna.
"Oke deh ma Elna istirahat " ujar Elna sambil tersenyum.
"Gitu dong sayang. supaya cepat sembuh kakak harus banyak - banyak istirahat " ujar mama sambil ngelus rambut puncak kepala Elna.
Fahrizi keluar dari kamar mandi dia menggunakan Baju tangan panjang dengan celana jeans. Fahrizi terlihat begitu tampan dengan pakaian santai nya.
Fahrizi menghampiri isteri nya
"Dek minum susu belum? tanya Fahrizi.
" Belum mas " jawab Elna.
" Ya udah. Mas buatkan dulu ya " ujar Fahrizi.
"Iya mas" jawab Elna.
__ADS_1
Fahrizi membuat kan susu kusus untuk ibu hamil.
"Mas jangan terlalu manis " ujar Elna
"Iya sayang " jawab Fahrizi.
Dinda dan mama memperhatikan Fahrizi.
Yang sibuk membuatkan susu untuk isteri nya.
"Ya allah hambah ridho atas putra hambah Fahrizi. Dengan ridho hambah yang sempurna ini.
Maka berikan lah ke ridhoan mu atas putra hambah. Berikan ke sembuhan ke pada Elna isteri nya.
Karena kebahagiaan nya adalah jika dia bersama isteri nya. Aamiiiin ya robb " do'a mama Maryam dalam hati.
Dinda pun melihat betapa kakak Fahrizi mencintai isteri nya yaitu Elna.
Dimana dia harus menerima kenyataan kalau orang yang sangat dia cintai sakit parah.
" Ya allah hambah bukan lah hambah mu yang taat akan perintah mu. Hambah bukan juga hambah mu yang baik.
Bahkan mungkin hambah tidak pantas untuk meminta kepada mu.
Namun walau bagaimana pun hambah pernah melakukan kebaikan. Maka dengan itu tukar lah kebaikan hambah itu menjadi kesembuhan untuk kak Elna isteri nya Kak Fahrizi" batin Dinda.
"Ini sayang susu nya. Minum sampai habis ya" ujar Fahrizi.
__ADS_1
Elna meminum susu nya tanpa tersisa sedikit pun. Fahrizi sangat senang melihat sang isteri meminum susu nya sampai habis.
"Oke! Sekarang adek istirahat ya. Mas akan menemani adek di sini " ujar Fahrizi.
Fahrizi pun ikut naik ke atas tempat tidur Elna. Beruntung tempat tidur itu ukuran nya cukup besar jadi walau pun Fahrizi ikut tidur di sana tidak masalah.
Sementara mama dan Dinda tidur di atas sofa di ruangan itu.
Fahrizi memang sengaja menempatkan kan Elna ruangan yang cukup besar dan nyaman.
Di kota B
"Ma apa Selly sudah pulang? tanya Pak Darma pada isteri nya.
"Belum pa. Lagi sama Fabian kali " jawab isteri Pak Darma.
"Ma. Mama harus tegur dong si Selly. Biar bagaimana pun saat ini Selly itu punya suami. Bagai mana kalau Fahrizi tahu? bisa gagal semua rencana papa" ujar Pak Darma.
"Iya nanti kalau dia pulang akan mama tegur" jawab isteri Pak Darma.
Di rumah Fabian
" Sayang terima kasih ya untuk semua nya " ujar Fabian
Selly hanya tersenyum.
"Ingat sayang. kalau kamu menginginkan ke puasan kamu tahu kan harus ke mana? Aku akan selalu siap memberikan itu untuk mu " ujar Fabian.
__ADS_1
Selly mengganguk lalu menjawab
"Oke honey. Thaks for all." ujar Selly