Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Berbuka


__ADS_3

Di saat Fahrizi dan Elna baik-baik saja kini giliran Dinda tertimpah musibah. Dinda di jebak oleh teman nya sendiri saat pergi ke ultah salah satu teman nya. Sejak kejadian itu Dinda mengalami defresi.


Tubuh yang dulu sintal dan cantik kini nyaris hanya bawak dan tulang saja. Kejadian itu sangat menakutkan kan bagi Dinda di mana dia harus di giliri empat cowok sekaligus.


Walau pun kini para pelaku sudah tertangkap tapi Dinda sulit untuk melupakan hal itu. Elna sebagai kakak ipar nya ikut prihatin atas kejadian yang menimpah Dinda.


Setiap hari Elna selalu menghabiskan waktu nya bersama Dinda di selah kesibukan nya mengurus baby Axel. Elna berusaha keras agar Dinda bangkit dari keterpurukan nya dan melawan rasa takut nya. Elna selalu mengingat kan Dinda jika bukan hanya Dinda yang mengalami hal semacam itu. Tapi di luar sana banyak yang mengalami nya. Tapi mereka bisa bangkit kembali.


"Jika mereka bisa kenapa kita tidak ? ujar Elna.


"Dek, Dinda nggak bisa begini terus. Dinda harus bangkit. Dinda harus lawan. jangan sampai Dinda kalah dengan rasa takut itu. " bujuk Elna pada Dinda.


Terkadang Dinda seperti anak kecil. Tidak mau tidur sendiri. Bahkan tidak jarang Dinda minta tidur sama kakak ipar nya Elna. Saat seperti itu lah yang membuat Fahri tidak rela. Namun demi adik semata wayang nya Fahri bersedia tidur di kamar tamu atau di kamar putra nya Axel.


Seperti malam ini Axel terpaksa tidur bersama Axel. Karena Dinda minta tidur sama Elna. Tidak mau bersama mama Maryam.


"Kasihan neng Dinda. Ini pasti sangat berat bagi nya. Sampai neng Dinda seperti ini " batin bi Wati.


Dinda yang dulu ceria kini tidak ada lagi. Yang ada hanya Dinda yang sering duduk dengan memeluk kedua lutut nya sambil menangis. Keadaan ini tidak hanya menyiksa Dinda tapi juga sangat menyiksa bagi mama Maryam.


Bagai mana tidak. Dinda yang dulu lincah ceria dan energik kini tidak ada lagi. yang ada hanya Dinda yang diam dan selalu menangis karena rasa takut.


Jika Dinda sudah tertidur Elna selalu membaca alqur'an di samping Dinda. Berharap akan memberikan ketenangan bagi Dinda. Hari berganti hari kini sudah hampir dua bulan Elna merawat Dinda. Sebelum Dinda tidur Elna selalu membaca kan berbagai macam buku tentang kisah kehidupan salah satu nya Secerca cahaya di tengah kegelapan.


Buku yang mengisahkan tentang seseorang yang mengalami putus asa atas diri nya. Sesekali Elna juga membawa Dinda kepsikolog. Ternyata usaha Elna tidak sia-sia kini Dinda sudah banyak mengalami kemajuan.


Kini Dinda tidak pernah lagi menangis karena ketakutan. Bahkan bisa di katakan Dinda lebih baik dari sebelumnya. Dinda lebih rajin ibadah dan sangat suka jika di ajak Elna pergi ke pengajian dan mendengarkan tausiyah.


Selesai makan malam semua berkumpul di ruang tv seperti biasa. tiba-tiba Dinda berkata yang mengejutkan semua orang.


"Ma..., Kak besok Dinda akan pergi ke kampus untuk menemui dekan Dinda. Dinda ingin kembali kuliah lagi " ujar Dinda.


Mendengar itu. Mama langsung memeluk Dinda. lalu berkata

__ADS_1


"Benar kah begitu dek. mama senang dengar nya " ujar mama.


"Iya Ma. " jawab Dinda.


"Dedek yakin? " ulang Fahrizi atas pertanyaan mama Maryam yang belum terjawab.


"Insyaallah kak " jawab Dinda.


Fahrizi menoleh pada Elna. Elna tersenyum sambil mengangguk. Tanda dia menyakinkan suami nya.


"Baik lah kalau begitu besok kakak akan antar dedek ke kampus " ujar Fahrizi.


"Terima kasih Kak " ujar Dinda.


Fahrizi tersenyum sambil mengacak rambut Dinda.


"Kamu memang isteri yang sempurna sayang. Kamu mampu membuat Dinda lepas dari defresi nya. batin Fahrizi sambil menatap Elna dengan penuh cinta.


"Iya. Semoga mimpi indah " ujar Elna.


"Makasih kak" ujar Dinda sambil berlalu.


"Elna terima kasih banyak nak. Atas usaha kakak dalam mengembalikan kepercayaan diri Dinda " ujar mama sambil mengelus lembut rambut pirang Elna.


"Sama-sama Ma. Mama nggak perlu berterima kasih karena Elna sudah menganggap Dinda seperti adik Elna sendiri " ujar Elna sambil tersenyum kepada mama mertua nya.


"Mama susul Dinda dulu ya " ujar mama.


"Iya Ma. "ujar Elna.


Mama masuk ke kamar di lihat nya Dinda sudah terpejam. Mama tidak tahu apa Dinda sudah tidur atau hanya pura-pura tidur. Mama menaikan selimut ke tubuh Dinda lalu berbaring di samping putri nya itu. Mama merasa bersyukur banget atas perubahan Dinda.


Di ruang tv

__ADS_1


"Dek tidur juga yuk!" ajak Fahrizi.


Elna hanya tersenyum dan tetap diam pada tempatnya. Fahrizi berdiri lalu mengendong tubuh mungil Elna naik ke atas untuk ke kamar mereka.


Fahrizi membaringkan tubuh Elna di atas tempat tidur King Size mereka.


"Dek mas menginginkan nya " ujar Fahrizi sambil mengkukung tubuh Elna.


Elna mengangguk. Tanpa menunggu lama Fahrizi langsung mengucapkan sebuah do'a yang biasa dia ucapkan sebelum memulai ritual malam nya bersama sang isteri. Fahrizi sangat merindukan Isteri kecil nya. Karena akhir - akhir ini Elna lebih sering bersama Dinda dari pada dengan diri nya.


Fahrizi melahap semua nya dengan begitu bersemangat. Sehingga membuat Elna sedikit merasakan sakit. Pada bagian itu nya. Fahrizi juga melahap candu nya sampai habis. Dan meninggalkan banyak jejak kepemilikan nya di situ.


Fahrizi sangat menyukai puncak kecokelatan itu. Di hisap nya dengan penuh gairah .Elna mendesah merasakan kenikmatan yang di berikan suami nya.


"Mas.... " ujar Elna.


"Iya sayang. " ujar Fahrizi di selah aktivitas nya.


Fahrizi turun ke bawah untuk memberikan sensasi lebih. Di jilat dan di masukan nya lidah nya di gua kecil milik Elna. Elna semakin menuntut Fahrizi tetap dengan aktivitas nya sehingga gua itu mengeluarkan lahar nya.


Fahrizi menjilat nya sampai bersih. Lalu Fahrizi kembali menancapkan senjata pusaka nya. Elna mengigit bahu Fahrizi karena menahan sakit.


"Mas.... " ujar Elna


"Iya sayang. sabar ya sakit sebentar kok " ujar Fahrizi.


Benar saja beberapa menit kemudian semua rasa sakit itu hilang yang ada hanya rasa nikmat yang sering di sebut orang sebagai surga dunia.


Elna membiar kan suami nya melakukan apa saja. Karena Elna tahu suami nya cukup tersiksa karena harus puasa beberapa bulan ini.


Kini saat nya dia berbuka. Maka dari itu Elna membiarkan suami nya makan sampai kenyang.


Walau dia harus merasa kan sedikit rasa perih pada bagian itu sama puncak kecokelatan nya karena Fahrizi terlalu semangat dan berulang - ulang menghisap puncak tersebut. Kegiatan yang cukup lama itu membuat Elna telah dua kali mengeluarkan lahar nya. Begitu pun dengan Fahrizi. Sampai akhir nya mereka kelelahan Fahrizi tumbang di samping Elna.

__ADS_1


__ADS_2