
Hari ini adalah jadwal keberangkatan Ari ke Singapur untuk berobat. Ari akan menetap di singapur selama masa pengobatan nya dan dalam waktu yang tidak bisa di tentu kan. Sebelum berangkat Ari ingin sekali bertemu Aisyah. Ari mengungkap kan keinginan nya kepada sang Ibu.
Bu Hanna pun mengabulkan ke inginan putra nya. Ibu Hanna memanggil Aisyah yang kebetulan ada di rumah Karena hari ini adalah hari libur. Bu Hanna pura-pura minta di bantu masak.
"Tok tok tok " bu Hanna mengetuk pintu kamar Aisyah yang dulu menjadi kamar Elna saat Elna kost di sana Sebelum Aisyah.
"Assalammu'alaikum...., Aish...! panggil bu Hanna.
"Wa'alaikumsalam... bu " jawab Aisyah sambil menuju pintu.
Ceklek pintu di buka.
"Ada apa bu? tanya Aisyah.
"Bisa ibu minta bantu nak? " tanya buHanna.
"Bisa apa bu? " tanya Aisyah.
"Ibu mintak bantu masak. Soal nya siang nanti akan ada tamu keluarga ibu kerumah untk mengantar kan Kak Ari ke bandara " ujar bu Hanna.
__ADS_1
"Kak Ari mau kemana bu?" tanya Aisyah.
"Mau berangkat ke Singapur. " ujar bu Hanna.
"Oh. Ya udah bu. ayo Aisyah bantu masak " ujar Aisyah sambil tersenyum ramah.
Aisyah pun turun ke bawah mengikuti Ibu Hanna. Mereka memasak beberapa menu makanan. Setelah selesai ibu Hanna meminta Aisyah mengantarkan makanan ke kamar Ari. Berharap Ari bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk berdua dengan Aisyah.
"Tok tok tok..., " Aisyah mengetuk pintu kamar Ari.
"Masuk " jawab pemilik kamar yang di ketuk.
Ari bersandar di Kepala tempat tidur nya menghadap pintu yang terhubung langsung dengan taman kecil di samping kamar nya.
Ari terlihat begitu pucat dan kurus. wajah tampan nya. Kini terlihat begitu tirus. Ari tersenyum melihat Aisyah.
"Kak ini makanan nya " ujar Aisyah.
"Iya. terima kasih dek " ujar Ari.
__ADS_1
" Kakak mau makan sekarang? tanya Aisyah
"Boleh " jawab Ari sambil tersenyum.
Aisyah meletakan nampan makanan di atas nakas di dekat tempat tidur Ari. Ari mencoba mengambil nampan tersebut. Hampir saja semua nya terjatuh. Karena tangan Ari mengalami keram. Akhir nya Aisyah membantu Ari makan.
Di hati Aisyah terdalam Aisyah merasa kasihan pada Ari. Karena dia harus menjalani masa sulit nya sendirian.
"Kak ma'af Sebelum nya. Kenapa kakak nggak nikah aja. Jika kakak menikah setidak ada orang yang selalu menemani kakak dimana pun dan kapan pun " ujar Aisyah.
"Nggak ada yang mau sama kakak " ujar Ari asal.
"Mana mungkin nggak ada yang mau sama kakak. Kakak aja kali yang terlalu milih " ujar Aisyah.
"Kakak menyukai seseorang. tapi mungkin dia tidak menyukai kakak " ujar Ari.
"Kenapa kakak berpikir begitu. kakak belum mengungkap kan nya kan? " tanya Aisyah.
" Belum. Kakak takut di tolak nya. Jika di tolak nya Kakak nggak sanggup menerima kenyataan. Jika nggak kakak ungkapkan Kakak hanya akan merasa penasaran saja " ujar Ari sambil tersenyum hampa.
__ADS_1
"Tapi kalau menurut Aish lebih baik kakak ungkapkan. Siapa tahu dia juga suka sama kakak " ujar Aisyah lagi sambil terus menyuapkan makanan Ari.