Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Hukum suami meminum ASI isteri


__ADS_3

Fahrizi mengangkat tubuh mungil Axel dari dalam box. Perlahan di gendong nya baby boy tersebut dengan sangat hati-hati.


"Hallo jagoan Abi....! kita ke Umi ya. Umi kangen sama kamu " ujar Fahrizi.


Baby Axel pun bangun seakan dia mengerti di ajak ngobrol Abi nya.


"Umi ini jagoan nya " ujar Fahrizi.


Elna pun menyambut baby Axel dengan penuh kasih sayang.


"Mmmm ganteng Umi ke bangun ya tidur nya di ganggu sama Abi " ujar Elna.


"Kan Umi yang nyuruh Abi ganggu tidur nya " ujar Fahrizi nggak mau kalah.


"Mi... Axel ganteng ya seperti Abi " ujar Fahrizi.


"Iya lah bi. Siapa dulu dong Umi nya" ujar Elna.


"Dek seperti nya Axel lapar deh " ujar Fahrizi.


"Mungkin iya mas. Soal nya ASI Elna keluar sendiri sakit lagi " ujar Elna.


"Coba adek kasih Axel ASI siapa tahu dia benaran lapar " ujar Fahrizi.


Elna pun memberikan ASI nya kepada baby Axel. Saat di tempel kan Elna puncak kecokelatan itu baby Axel langsung menghisap nya. Elna yang belum terbiasa menyusui merasakan sensasi lain. Karena selama ini puncak itu selalu di hisap oleh suami nya Fahrizi dan dalam arti yang berbeda. Baby Axel makan nya sangat lahap dia mengisap nya dengan begitu kuat.


"Seperti nya Abi nggak akan kebagian lagi nih. Habis sama jagoan Abi aja " ujar Fahrizi sambil menoleh genit ke isteri nya.


"Iiiiih..., Abi apaan sih " ujar Elna.


"Abi juga mau Umi. Kangen rengek Fahrizi.


"Abi jangan macam - macam ya bi, Sekarang ini milik dedek Axel. Abi harus ngalah sama anak sendiri " ujar Elna.


"Lagi pula ya bi sebagian ulama berselisih paham tentang suami meminum ASI isteri nya. Ada yang memperbolehkan ada juga yang menganggap itu makruh " ujar Elna.


"Mas pahamkan hukum nya makruh? tanya Elna.


"Makruh kan tidak berdosa dek " jawab Fahrizi.


"Iya. tapi jika di tinggal kan berpahala mas" ujar Elna.


"Ini menurut Elna ya mas. Kalau Elna lebih setuju melarang suami itu meminum ASI isteri nya. Sebab jika suami meminum ASI isteri nya bukan tidak mungkin itu akan menjadi daging darah suami nya.

__ADS_1


Sementara islam melarang orang menikah walau hanya sesusuan. Sebab orang sesusuan itu adalah muhrim. Itu hanya karena meminum ASI yang sama. Apa lagi kalau ASI orang tersebut mengalir dalam tubuh orang yang menikahi nya.


Alangkah lebih baik nya kalau kita menjauhi itu.


"Kalau di pikir - pikir ya juga ya dek. Seandai nya Mas terminum ASI adek terus jadi daging darah bagi mas. Itu berarti selama nya hubungan kita akan menjadi haram hukumnya " ujar Fahrizi.


"Nah itu yang Elna maksud mas " jawab Elna.


"Kalau begitu bagai mana jika dedek Axel nya kita kasih susu formula aja dek. Biar nggak ada ASI nya. Mas nggak mungkin bisa lepas dari itu. Orang itu candu nya mas " ujar Fahrizi tanpa rasa malu.


"Iiiih... Mas Elna tu ingin nya bisa nyusui Axel sampai umur 2 tahun " ujar Elna.


"Tapi gimana dengan mas? tanya Fahrizi sambil manyun.


"Mas kan bisa pegang sama cium - cium aja " jawab Elna.


Belum selesai perdebatan tentang ASI tiba-tiba pintu terbuka. ternyata yang datang mama Maryam.


"Assalammu'alaikum...., ujar mama Maryam.


"Wa'alaikumsalam...., jawab Fahrizi dan Elna.


"Waaah cucu nenek dah pintar ya minum ASI nya" ujar mama.


"Kalau anak laki-laki memang begitu kak. Makan nya kuat " jawab mama.


"Oooh gitu ya Ma " ujar Elna.


"Iya. Kak Fahri dulu juga gitu. Sampai ASI mama nggak cukup harus di dampingi susu formula " Kenang mama.


Akhirnya selesai juga baby Axel minum ASI nya. Dia pun tertidur pulas karena kenyang.


"Mas tolong dong ambil kan bantal dedek di dalam box sebentar. Elna mau membaringkan nya dekat Elna dulu. Nanti baru tidur kan lagi di box nya " ujar Elna.


Fahrizi pun mengambil kan bantal yang Elna minta. Lalu membantu Elna membaringkan baby Axel di samping Elna.


"Kak makan dulu ya. Mama udah masak buat makan malam kakak. Santan katu di campur jantung pisang. Ini sangat bagus untuk ibu menyusui " ujar mama.


"Elna mau ketoilet dulu ma. mau pipis " ujar Elna.


Elna baru saja mau turun dari ranjang. Fahrizi datang dan langsung mengendong nya.


"Mas Elna bisa jalan sendiri " ujar Elna.

__ADS_1


"Udah diam aja. Mas nggak mau itu nya nanti makin robek di bawa jalan " ujar Fahrizi asal.


"Mas... itu nggak robek kok. Itu lah salah satu kebesaran Allah. Dia menciptakan itu Elastis " jawab Elna.


Fahrizi menurun kan Elna pas di depan closet. Lalu dia membantu Elna membuka celana.


"Dek.., Mas ambil pembalut dulu ya biar sekalian adek ganti dulu pembalut nya. Supaya nyaman " ujar Fahrizi.


"Iya mas. " jawab Elna.


"Terima kasih ya allah. Engkau telah memberikan hambah suami yang baik dan perhatian sama hambah" batin Elna.


Fahrizi datang dengan membawa pembalut beserta Cd bersih untuk Elna pakai.


"Dek ini cara pasang nya gimana? tanya Fahrizi.


" Elna aja yang pasang mas. terima kasih mas udah baik dan perhatian sama Elna" ujar Elna.


"Ini kewajiban mas dek. Adek nggak perlu berterima kasih " ujar Fahrizi.


Selesai Elna ganti dalaman. Fahrizi kembali menyuruh Elna duduk di atas closet yang terlebih dahulu sudah Fahrizi tutup dan di beri alas untuk Elna duduk.


"Dek duduk lagi " titah Fahrizi.


"Mas mau ngapain? tanya Elna.


"Udah duduk aja " ujar Fahrizi.


Elna pun duduk. Setelah Elna duduk betapa kaget nya Elna atas apa yang di lakukan Fahrizi. Fahrizi mencuci kaki Elna. Di bersihkan nya setiap jari kaki Elna sambil di rendam nya dengan air hangat kuku.


Setelah itu di keringkan nya pakai handuk. Lalu di gendong nya kembali Elna untuk kembali keranjang. Elna tidak bisa menyembunyikan rasa haru atas perlakuan Fahrizi. Elna menangis sambil memeluk erat Fahrizi.


"Mas....,Sekali lagi terima kasih untuk semua nya " ujar Elna.


" Sssst Fahrizi menempel kan jari telunjuk nya di bibir Elna.


" Udah mas nggak ingin mendengar apa pun " ujar Fahrizi.


"Kebahagiaan isteri mas segala nya untuk mas. Seharus nya mas yang berterima kasih pada adek. Karena adek sudah dengan sabar melewati semua nya sampai saat ini " ujar Fahrizi sambil memegang kedua pipi Elna dan menatap nya dalam.


Mama Maryam yang menyaksikan itu ikut terharu dan menetes kan air mata.


"Jaga lah mereka dalam ridho mu ya robb. jangan pisahkan mereka kecuali karena maut. " Do'a mama Maryam dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2