Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Hari Pernikahan


__ADS_3

Ibu elna tidak menginginkan pernikahan ini beliau tidak tau apa yang terjadi pada anak nya tapi sejak mendengar ucapan pak faisal sang ketua rombongan tadi hati nya sangat sakit beliau tidak menyangkah putri yang sangat beliau banggakan kini menorekan kekecewaan yang amat dalam.


Sampai rombongan lamaran pulang ibu nya elna tidak berkata apa-apa lagi. hati beliau sangat hancur. kini lamaran telah usai hari akad pun sudah di tentu kan yaitu satu minggu lagi.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Elna duduk di atas tempat tidur di kamar ibu maryam, elna sedang menjalani masa pingit dia tidak boleh keluar kamar, yang boleh menemui nya pun hanya orang - orang tertentu saja tiba-tiba pintu kamar di ketuk beberapa kali.


" Masuk " ucap elna dengan malas.


"Ceklek "bunyi pintu di buka elna noleh ke arah pintu betapa kaget nya elna yg datang ternyata Lia.


" Lia berdiri menatap elna berkaca - kaca


" Liaaa ucap elna sambil berlari menghambur ke dalam pelukan lia


Lia pun membalas pelukan sahabat nya itu.


" Na kenapa bisa seperti ini ? tanya lia sambil nangis


" nggak tau lia, aku juga binggung ucap elna sambil terisak.


" Pak Dwi terus nanyain kamu " kata lia


" Kalau kamu nggak keberatan aku ingin dengar cerita dari kamu " ucap lia lagi


Elna mengangguk tanda nya dia akan cerita semua nya sama lia.


"Begini awal nya waktu kita pulang magang aku pulang bareng dinda terus dia nyuruh aku main kerumah nya dengan alasan Ibu Maryam kangen kata nya sama aku. Karena hari libur ku pikir nggak ada salah nya aku main. akhir nya aku main ke sini kerumah dinda tapi begitu aku sampai dinda nggak ada yang ada hanya kak fahrizi. kata kak fahrizi dinda lagi ke supermarket untuk beli cemilan aku di suruh nunggu kata nya. Sebenar nya aku mau pulang tapi kak fahrizi, dinda hanya sebentar dan berpesan aku di suruh nunggu dan kak fahrizi mengambil kan aku just Karena haus aku meminum nya. Setelah itu aku nggak ingat apa - apa lagi. begitu aku sadar aku di atas tempat tidur di kamar kak fahrizi berdua sama kak fahrizi kami dalam keadaan tanpa busana sedikit pun hanya di tutup selimut aja. Aku nggak tau apa yang di lakukan kak fahrizi Karena saat aku bangun sudah ada ibu, dinda dan feby." cerita elna pada lia panjang lebar kayak rumus vitagoras.


Lia pun kembali memeluk elna, mereka berdua menangis sambil memeluk satu sama lain.


" Na' gimana dengan masa depan kamu kalau kamu nikah sekarang apa tidak sebaik nya kamu selesai kan dulu magang mu" ucap lia


"Aku mau nya juga seperti itu tapi ibu maryam bilang kami harus segera menikah untuk menebus kesalahan ini" ucap elna sambil menatap Lia.


" Lia aku minta tolong Sama kamu jangan cerita sama pak dwi tentang semua ini. kalau beliau bertanya tetap lah pura-pura nggak tau ya please...... " ucap elna


Lia mengangguk pertanda dia setuju. dalam hati lia berkata" Kasihan kamu na' aku yakin kamu di jebak seseorang kamu nggak mungkin ngelakuin hal seperti itu. "


Elna merasa sangat senang dengan kedatangan lia Karena dia dapat mencurah kan isi hati nya yang Di pendam nya selama 2 hari ini.

__ADS_1


"Na' aku pulang dulu ya dah sore" pamit lia


" Iya makasih kamu dah mau menjeguk aku" ucap Elna


" Sama - sama, kamu tenang aja aku akan datang lagi nanti " ucap Lia sambil menghapus air mata sahabat nya itu dengan ibu jari nya.


Lia pun pulang sungguh pedih rasa nya melihat kesedihan sahabat nya itu.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


" Din ayo dong minum sekali-sekali, itung - itung merayakan kemenangan kamu atas berhasil nya kamu menyikir kan teman kamu yang poluto itu" ucap feby.


"apa tu poluto? " tanya dinda


"Polos,luguh dan tolol" jawab feby lagi sambil terbahak. kamu akan mendapatkan apa yang kamu ingin kan yaitu posisi magang elna kan setelah dia nggak ada pasti kamu yang akan di pilih mengantikan nya." ucap feby


" Tentu dong " jawab dinda dengan percaya diri.


Mereka pun minum - minuman keras. malam itu dinda tidak pulang kerumah dinda hanya nelpon ke mama nya kalau dia nginap Di rumah feby. ibu maryam pun hanya mengiyakan Karena beliau tidak begitu fokus pada dinda melainkan beliau fokus pada acara pernikahan fahrizi dan elna maklum bu maryam seorang single parent jadi semua beliau yang urus.


Setelah bebrapa hari semua persiapan rampung. dan elna pun tengah menjalani serangkaian perawatan, seperti luluran dan sebagai nya.


Dan hasil nya pun sangat sempurna elna yang pada dasar nya memang udah cantik kini kecantikan nya semangkin paripurna.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


" Tidak pak, bapak aja yang datang Karena bapak yang mereka butuhkan bukan ibu" jawab ibu Misliha Ibu nya elna.


" Baik lah bu kalau begitu bapak berangkat dulu ya Karena jemputan sudah datang.


Akhir nya Bapak Mustopa pergi dengan di temani menantu laki - laki nya yaitu suami dari kakak perempuan Elna yang bernama Elsi. Mereka berangkat dengan mobil jemputan dari kelurga fahrizi.


Hari yang di nantikan pun akhir nya tiba yaitu hari akad nikah nya fahrizi dan elna.


Acara nya begitu mewah di hadiri tamu dari berbagai kalangan.


Semua orang nampak bahagia menyaksikan acara sakral itu fahrizi nampak begitu tampan dengan jas warna silver serasi dengan gaun yang di kenah kan elna berwarna senada.


Setelah acara akad di lanjutkan dengan acara resepsi saat elna dan fahrizi berjalan menuju pelaminan semua mata tertuju pada mereka berdua.


semua tersenyum bahagia melihat pasangan yang baru saja mengikat janji suci itu.

__ADS_1


Tidak jauh dari mereka berdiri Ada sepasang mata yang menatap tidak senang


" Aku berjanji kebahagian kalian tidak akan bertahan lama " ucap nya


Pesta yang megah nan mewah itu sangat ramai undangan tapi elna merasa sepi karena tidak ada Ibu kandung nya.


yang ada hanya bapak dan kakak ipar nya saja. walau pun begitu elna tetap berusaha tersenyum ke pada semua tamu yang menyalmi mereka.


Setelah selesai semua acara bapak, dan kakak ipar nya elna berpamitan kepada Elna dan keluarga besar fahrizi. setelah berpamitan bapak elna dan kakak ipar nya berangkat pulang ke kampung halaman elna dengan di antar kembali sama sopir yang menjemput mereka kemaren


Elna menangis melepas keberangkatan bapak dan kakak ipar nya. kata-Kata bapak nya sebelum berangkat tadi masih tergiang giang ditelinga elna


" Nak elna jaga diri baik - baik ya nak bapak pulang dulu. Bapak sayang sama elna.


Ibu maryam memeluk anak mantu nya itu dengan penuh Kasih sayang. beliau paham apa yang Di rasa kan menantu nya tersebut. ibu maryam membawa elna kembali masuk kerumah.


Mengantar nya ke kamar fahrizi yang kini di sulap menjadi kamar pengantin yang begitu indah


Namun saat melihat semua itu elna tidak mau masuk elna lebih memilih untuk ke kamar Ibu mertua nya.


" Bu! elna kekamar ibu aja ya" ucap elna


" Kenapa sayang sekarang elna dah nikah jadi nggak papa elna tidur bersama kak fahrizi " ujar ibu maryam.


"Iya tapi jangan hari ini ya bu" pinta elna


" Baik lah, tapi mulai sekarang jangan panggil ibu lagi ya nak panggil mama aja " ucap bu maryam.


" Baik ma" ucap Elna.


Akhir nya bu maryam membawah elna ke kamar nya.


Fahrizi sedang duduk di ruang tv sambil memain kan hp nya. ibu maryam mendekati putra nya yang kini telah menjadi seorang suami.


" Kak untuk sementara kayak nya biar kan dulu elna tidur sama mama karena seperti nya nak elna belum siap " ucap Ibu maryam


" Iya ma gak papa" ucap fahrizi sambil memegang tangan mama nya.


Ibu maryam tersenyum sambil mengusap usap pundak putra nya.


waktu berjalan begitu cepat tidak terasa rumah tangga elna dan fahrizi kini sudah masuk bulan ketiga. namun belum satu malam pun elna lalui bersama fahrizi. Walaupun terkadang tidur satu kamar tapi merka tidur selalu pakai pembatas.

__ADS_1


fahrizi tidak pernah mempermasalahkan semua itu. bahkan elna lebih sering tidur dengan ibu maryam dari sama fahrizi. hingga suatu malam Ibu maryam menasehati Elna.


" Nak elna kan dah nikah elna punya suami seharus nya elna tidur sama suami elna bukan sama mama, dosa loh sayang kalau elna seperti ini terus " ucap Ibu maryam


__ADS_2