Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Suami mesum


__ADS_3

"Ma..., ada yang lupa " ujar Elna.


"Lupa apa Kak..? tanya mama Maryam.


"Adek Dinda ma.. " ujar Elna.


"Oh iya. Mama telepon dulu ya " ujar mama.


"Iya Ma." jawab Elna.


Mama ke kamar mengambil ponsel nya. Lalu mama menelpon Dinda.


"Assalammu'alaikum.. Dek! " ujar mama.


"Wa'alaikumsalam... ma" jawab Dinda.


"Dimana dek" tanya mama.


"Di jalan Ma. menuju rumah kak Fahri " jawab Dinda.


"Oh ya udah hati-hati ya" ujar mama


"Iya Ma. Assalamualaikum... " ujar Dinda.


"Wa'alaikumsalam... " jawab mama.


"Gimana Ma? Dimana dek Dinda nya tanya Elna.


"Dia sedang menuju kemari " jawab mama.


"Kalau begitu kita tunggu Dinda dulu gimana? tanya Elna.


"Nggak usah kak. takut nya masih jauh " ujar mama.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kita makan sekarang ya" ujar Fahrizi yang langsung memimpin baca do'a makan.


Sesaat kemudia Dinda pun datang.


"Assalammu'alaikum... " ujar Dinda.


"Wa'alaikumsalam.... " jawab mereka kompak.


"Hallo sayang " ujar Dinda menyapa ponakan nya yang sedang asyik bermain di dalam kolam bola nya.


"Dedek Axel semakin gemas ya" ujar Dinda sambil mengangkat tubuh Axel untuk keluar dari kolam nya.


"Dek makan dulu. Biarkan dedek Axel nya main sendiri dulu " ujar Elna.


"Iya kak. " jawab Dinda.


"Sayaaang dedek main sendiri dulu ya. Unti makan dulu. Nanti kita main " ujar Dinda pada Axel.


"Anak baik budi " ujar Dinda sambil mencubit hidung Axel.


"Ta.. tatata " ujar Axel bicara bahasa nya sendiri.


"Iya " jawab Dinda asal.


Dinda pun duduk di kursi makan.


"Ini yang buat Dinda selalu takut Kak Elna sakit" ujar Dinda.


"Memang nya kenapa dek? tanya mama.


"Kalau kakak sakit mahal kalau mau makan enak seperti ini " ujar Dinda.


"Oh gitu ya. Jadi kamu itu takut kakak mu sakit. Karena takut nggak bisa makan enak. Dan kalau mau harus bayar mahal gitu bukan karena sayang sama kakak mu" ujar Fahrizi.

__ADS_1


"Takut karena sayang juga si kak. " ujar Dinda.


"Sudah-sudah makan dulu " ujar Elna


"Mereka makan malam dengan penuh khidmat.


Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang tv. Dinda sibuk bermain dengan baby Axel yang semakin mengemaskan. Mama sibuk sama Drama kesukaan nya. Sementara Elna sibuk menyiapkan puding kesukaan suami nya. Fahri sibuk dengan benda pipih nya. Fahrizi mengecek email masuk karena beberapa hari ini dia tidak masuk kantor.


Elna datang dengan empat mangkuk berukuran sedang berisikan puding kesukaan Fahrizi. dan tentu nya juga sangat di sukai mama dan Dinda.


"Ma..., Dek ni puding nya sudah siap silakan di nikmati " ujar Elna.


Mama dan Dinda antusias bangat mereka langsung mengambil jatah mereka masing - masing.


"Mmmmm enak banget ini Ma... " ujar Dinda.


"Iya dek. Enak banget " ujar mama sambil menyendok puding nya.


Fahrizi yang dari tadi diam aja akhir nya bersuara.


"Untuk mas nggak ada ni " ujar nya


"Oh iya mas lupa " ujar Elna.


"Adek gimana sih, masak lupa sama suami sendiri " ujar Fahrizi.


"Mana mungkin Elna lupa mas..., Elna sengaja ingin ngerjain mas aja" ujar Elna.


"Adek tu ya awas ya nanti mas kerjain balik " ujar Fahrizi sambil mencubit hidung isteri nya.


"Mas kerjain di atas kasur nanti " bisik Fahrizi pada Elna.


"Iiih mas dasar suami mesum " ujar Elna setengah berbisik.

__ADS_1


__ADS_2