Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Saling mengagumi


__ADS_3

Selesai membereskan dapur dan meja makan Elna dan bu Hanna menuju ruang tv dengan membawa camilan dan air putih.


Mereka nonton dengan serius sambil sekali - sekali ngedumel karena geram dengan adegan antagonis nya.


"Heemm syukurin makah nya jadi orang jangan jahat supaya selamat " dumel bu Hanna saat peran antagonis nya kenah apes


"Iya kan bu syukurin tu, rasain jahat sih" dumel Elna.


Ari yang dari tadi memperhatikan kedua perempuan yang sedang asyik nonton itu hanya senyum-senyum sendiri.


Dalam hati Ari berkata seandainya dia bisa memiliki Elna itu pasti akan menjadi ke bahagian tersendiri bagi Ibu nya. tapi apa kah itu mungkin karena selain mereka terpaut umur yang cukup jauh Elna sangat cantik pasti banyak cowok - cowok yang menginginkan nya batin Ari.


Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 21.00 wib sinetron yang bu Hanna dan Elna tonton pun sudah berakhir.


"Bu Elna naik ya, Elna ngantuk " ujar Elna


"Iya ibu juga mau tidur tapi mau isya' dulu " kata bu Hanna.


Elna berjalan meninggalkan ruang tv menuju tangga untuk ke atas dia melewati musholah yang ada di dekat tannga. Elna melihat Ari sangat tampan dengan baju koko warna mocca yang di pakai nya.

__ADS_1


Begitu serasi dengan kulit nya yang putih. Ari sedang membaca al-qur'an suara nya pun cukup merdu. Menyaksikan pemandangan langkah itu Elna berkata dalam hati


"Sungguh sempurna, tampan rajin ibadah seandai nya engkau mengizinkan berikan aku imam yang baik ya allah "batin Elna


Elna pun lansung ke kamar mandi untuk berwudhu.


Elna memang rutin melakukan sholat pardu hampir 5 waktu nggak ada yg tinggal terlebih isya' Elna selalu melakukan sholat isya' sebelum tidur karena elna ingin tidur dalam keadaan masih berwudhu.


🌼


Allahuakbar.... allahuakbar... allahuakbar adzan subuh berkumandang Elna pun bangun dan berjalan kekamar mandi untuk berwudhu.


Walaupun di kota metropolitan ini sudah sangat tercemar namun udara di pagi hari masih cukup segar.


Setelah beberapa menit Elna berniat masuk kekamar nya tiba-tiba seseorang memanggil nya.


" Na mau ikut kakak joging gak sama ibu juga kok" panggil Ari


Elna menoleh dan lansung menjawab" mau kak, tunggu bentar ya.

__ADS_1


Elna menganti piyama dengan kaos oblong dan teraining panjang tidak lupa menguncit rambut nya ekor kuda membuat leher nya yang jenjang menjadi semangkin terlihat. Menyempurnakan ke cantikan nya. Elna menuruni tangga dengan setengah berlari karena Ari dan ibu nya sudah nunggu di depan rumah.


"sempurna " gumam ari dalam hati


"Ma'af bu lama ya nunggu nya " ucap Elna


"Nggak juga kok nak" ayo ajak bu Hanna


Mereka pun joging bersama Ari sedikit mendahului mama nya dan Elna. namun Ari sengaja tidak lari dengan cepat sebenar nya Ari sangat ingin bisa ngobrol dengan Elna cuma nggak tau bagaimana cara memulai nya.


Karena walaupun sudah cukup dewasa Ari tidak berpengalaman dalam mendapatkan hati seorang wanita.


Mungkin karena itu juga ari masih sendiri sampai saat ini. mereka mengelilingi komplek hingga sampai di tepi danau dekat komplek mereka duduk di bangku dekat danau menyaksikan mata hari terbit


Setelah duduk cukup lama mereka berjalan pulang. Di jalan mereka mampir kesebuah kedai bubur ayam . Ari memesan 3 porsi bubur ayam mereka pun sarapan bubur ayam pagi ini. Selesai makan mereka melanjut kan berjalan pulang kerumah


" Kak makasih bubur ayam nya " kata Elna


"Sama-sama " jawab ari sambil mengacak rambut Elna.

__ADS_1


"Elna kaget mendapat kan perlakuan dari Ari seperti itu.


__ADS_2