Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Ke ajaiban Do'a dan sedekah


__ADS_3

"Baik bi terima kasih. Sekarang lebih baik bibi pulang. Biar saya aja yang menunggu ibu di rumah sakit" ujar Fahrizi


"Kalau begitu saya pamit Pak. Kalau bapak butuh sesuatu. bapak telepon saja " ujar bi Wati.


"Iya bi. Bibi hati - hati ya " ujar Fahrizi


"Iya Pak. terima kasih. Assalammu'alaikum " ujar bi Wati .


"Wa'alaikumsalam..., Jawab Fahrizi.


Fahrizi mengeluarkan ponsel nya lalu menghubungi Robby.


Fahrizi : Hallo by!


Robby: Iya Pak. Ada yang bisa saya bantu?


Fahrizi : Kamu urus semua urusan kantor ya untuk beberapa hari ke depan saya akan ambil cuti sampai waktu yang belum bisa di tentu kan. Karena isteri saya sakit .


Robby: Baik Pak!


Fahrizi :Kalau memang ada yang harus saya tanda tangani kamu bisa bawa ke rumah saya atau rumah sakit.


Robby: Iya Pak.


Fahrizi memutuskan hubungan ponsel nya dari Robby. Lalu dia menghubungi mama nya.


Fahrizi : Assalammu'alaikum... Ma!


Mama : Wa'alaikumsalam.. nak. Ada apa tumben kakak menghubungi mama jam kerja seperti ini!


Fahrizi : Elna ma. Suara Fahrizi terhenti.


Mama : Elna kenapa nak? apa yang terjadi pada nak Elna?


Fahrizi : Elna masuk rumah sakit ma.


Mama : Kenapa nak?


Fahrizi : Tadi Elna sempat pingsan ma. Sampai sekarang belum sadar kan diri.


Kata Dokter ada pembekakan pada syaraf otak nya.


Mama : Innalilahi wa inailahirojiun. Kenapa bisa nak apa penyebab nya kata Dokter?

__ADS_1


Fahrizi : Menurut dokter karena terlalu berat menangung beban pikiran ma.


Mama : Mama akan segera ke sana. Di rumah sakit mana nak Elna di rawat?


Fahrizi : Rumah sakit xxxx ma Vapiliun xxx


Mama : Baiklah mama ke sana sekarang.


Mama Maryam pergi ke parkiran. Beliau mengendarai motor nya menuju rumah sakit di mana Elna di rawat.


Di rumah sakit.


Fahrizi terus memandang Elna dari kaca. Seandai nya bisa ingin sekali rasa nya Fahrizi mengantikan posisi Elna.


Biar lah dia yang sakit jangan Elna. Tapi itu tidak bisa di lakukan semua ada yang mengatur. Yaitu Allah swt. Kita sebagai umat nya hanya bisa menerima dan menjalani nya.


Fahrizi kembali menetes kan air mata nya.


" Ya allah kenapa kau selalu memberikan cobaan kepada umat mu yang sebaik Elna.


Kenapa engkau tidak membiarkan nya merasakan kesenangan serta ke tenangan.


Bukan kah engkau akan memberikan yang terbaik untuk hambah mu yang baik?


Jika memang iya berikan lah ke baikan mu kepada isteri hambah Elna. Dengan memberikan nya kesembuhan.


Mama Maryam yang berdiri tidak jauh dari putra nya. Ikut bersedih melihat putra nya sedih.


Telebih Elna sudah di anggap beliau seperti putri nya sendiri. Bukan sebagai menantu.


Mama Maryam menghampiri putra nya. mengelus pundak putra untuk memberi kan kekuatan.


" Fahrizi harus kuat nak harus tegar menghadapi ini semua. Elna membutuhkan supot dari suami nya. Yaitu kamu " ujar mama Maryam.


Fahrizi memeluk mama nya. sambil menangis.


" Kenapa harus Elna ma. Kenapa? ujar Fahrizi.


" Itu kehendak sang khalik nak kita tidak bisa membantah nya " jawab mama Maryam. ikut meneteskan air mata nya.


" Kita berdo'a meminta pada Allah agar isteri mu segera sadar dan di beri kesembuhan " ujar mama Maryam


" Ingat nak kalimat "tawakaltu allahlah. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Yang artinya : Dengan nama allah, aku bertawakal ke pada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.

__ADS_1


Maka kamu harus bertawakal dan minta pertolongan Allah untuk kesembuhan isteri mu " ujar mama Maryam


"Iya ma. mama benar aku tidak boleh larut dalam kesedihan karena aku harus memberikan kekuatan untuk isteri ku " ujar Fahrizi.


"Ma aku titip Elna. Tolong jaga Elna sampai aku kembali" ujar Fahrizi.


" Tapi kamu mau kemana nak? tanya mama Maryam.


"Aku akan mencari kekuatan untuk isteri ku ma " jawab Fahrizi sambil berlalu.


Fahrizi pergi ke sebuah panti asuhan yang selama ini biasa dia kunjungi.


Dia meminta bantuan do'a dari anak - anak yatim tersebut.


Tidak lupa dia menyedekahkan sejumlah uang yang di tujukan untuk kesembuhan isteri nya.


Fahrizi juga membagikan makanan kepada para tunawisma. Semua di peruntukan kesembuhan sang isteri tercinta Elna.


Fahrizi melakukan semua itu bukan tanpa alasan. Dulu saat Fahrizi masih kecil dia pernah di cerita kan oleh ustad nya tetang seorang bapak yang di tinggal pergi merantau anak nya.


Suatu hari sang bapak mendapat firasat tidak baik terhadap anak nya. Zaman dulu komunikasi masih sangat terbatas. bukan seperti sekarang. Komunikasi sudah sangat mudah.


Karena merasa khawatir bapak tersebut membagikan sekantung uang ke pada orang - orang yang membutuhkan. Di peruntukkan keselamatan anak nya.


Selang beberapa hari kemudian anak bapak tersebut pulang. Dia mencerita kan ke ajaiban yang terjadi pada nya saat kapal yang dia tumpangi tengelam.


Fahrizi pun berharap ke ajaiban itu akan datang untuk isteri nya.


Tidak sampai di situ saja Fahrizi juga menyumbangkan Sejumlah uang untuk pembangunan musholah di sebuah pondok pesantren yang baru berdiri.


Setiap rupiah yang dia keluar kan semua di niat kan untuk kesembuhan isteri nya.


Di rumah sakit


Mama Maryam sedang berada dalam kamar rawat Elna. Beliau duduk di samping ranjang rawat sang mantu.


Di tatap nya wajah Elna.


" Elna bangun sayang. Kamu harus bangun kasihan suami mu nak. Dia sangat sedih karena kamu belum bangun. " lirih mama Maryam.


Elna merespon. Elna mengerakkan jari tangan nya. Mama Maryam melihat itu langsung memanggil dokter.


Dokter pun segera memeriksa Elna.

__ADS_1


" Bagai mana dok keadaan anak saya? tanya mama Maryam.


"Ini sebuah keajaiban bu. Keadaan pasien saat ini di nyatakan sudah stabil. Hanya saja pasien belum sadar sepenuh nya.


__ADS_2