Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Pesawat Jatuh


__ADS_3

Elna sangat cemas sehingga membuat Elna mengalami kontraksi dini.


Untung mama mertua dan Dinda ipar nya sudah sampai.


Mereka langsung memanggil dokter kandungan langganan Elna sehingga Elna cepat di tangani.


" Gimana dok keadaan anak dan calon cucu saya mereka baik - baik aja kan? tanya Mama Maryam


" Alhamdulillah bu. Kedua nya baik - baik saja. Untung ibu gerak cepat. sehingga mereka baik - baik saja.


" Oh ya bu tolong usaha kan jangan sampai Elna mengalami stres karena itu bisa membuat dia mengalami kontraksi kembali" ujar sang dokter.


" Baik dok. akan kami Usaha kan" jawab mama Maryam.


" Kalau gitu saya permisi dulu bu" pamit sang dokter


" Silakan dok. Terima kasih atas waktu nya.


" Sama-sama bu. Ini sudah kewajiban saya sebagai dokter" ujar nya


Sang dokter pun pergi. Mama Maryam mengantar sang dokter sampai kehalaman depan.


Setelah itu beliau kembali ke dalam rumah. Sebelum naik ke kamar Elna. Beliau sempat menghubungi Fahrizi beberapa kali.


Namun tetap tidak bisa di hubungi. Akhir nya mama Maryam kembali ke kamar Elna.


Di kamar Elna masih ada Dinda yang menjaga Elna.


Saat ini Elna sedang tertidur pulas pengaruh obat dari dokter tadi.


Mama Maryam sngat khawatir dengan ke adaan Elna.


Beliau takut saat bangun nanti Elna akan kembali mencari Fahrizi. Sementara Fahrizi sampai sekarang belum bisa di hubungi juga.


Karena tidak bisa tidur mama memutuskan untuk nonton tv. begitu tv menyala langsung memperlihatkan berita tentang kecelakaan sebuah pesawat.


Hati mama tidak karuan. Mama memperhatikan berita tersebut dengan seksama lalu mama menemui Dinda.


" Din bangun nak" ujar mama


" Ada ma? apa kakak kontraksi lagi? tanya Dinda.


" Bukan nak mama mau nanya kakak mu berangkat dengan pesawat apa? tanya mama.


" Pesawat xxxxxxxx ma" jawab Dinda


" Mama lansung gemetar dan terduduk di lantai.


" Kenapa mama? tanya Dinda Cemas


" Pesawat kakak mu hilang kontak dari pukul 17.30 wib.


Sampai sekarang belum bisa di lacak keberadaan pesawat nya" jawab mama Maryam sambil beruraian air mata.


" Dinda ikut menangis sambil memeluk mama.


Setelan itu mereka berdua ke kamar Elna.


Elna masih tertidur pulas.


" Ma gimana Kak Elna kalau dia tau semua ini. ujar Dinda


" Untuk sementara kita tidak usah kasih tau kakak mu.

__ADS_1


" Biarkan dulu kalau bisa jangan sampi kakak mu tau tentang berita ini


"Mama khawatir kakak mu akan mengalami kontraksi kembali" ujar mama Maryam.


" Iya ma " jawab Dinda


" Kalau bisa jangan biarkan kakak mu melihat tv.


Karena berita ini lagi hangat. pasti semua stasiun televisi menayang kan berita ini semua. " ujar mama Maryam.


" Baik ma. kalau gitu Dinda akan cuti kerja dan kuliah untuk beberapa hari kedepan " jawab Dinda


" Mungkin itu memang yang terbaik. Karena mama tidak bisa cuti soal nya beberapa hari lagi akan ujian semester. ujar mama lagi.


Akhir nya Mereka sepakat kalau Dinda yang akan menjaga Elna.


Sementara itu Mama Maryam sibuk mencari informasi tentang kecelakaan pesawat tersebut.


Mama ngecek daftar korban pesawat jatuh tersebut tapi mama tidak menemukan nama Fahrizi di sana.


Mama bingung dengan semua itu. bukan kah Fahrizi berangkat dengan maskapai itu.


Namun ada sedikit rasa lega ternyata Fahrizi tidak jadi ikut korban kecelakaan tersebut.


Di rumah Elna dan Dinda Tengah sibuk memasak tiba-tiba ponsel Elna berbunyi tanda sebuah panggilan video masuk.


Elna mengambil ponsel nya lalu menjawab panggilan tersebut.


" Assalammu'alaikum...., mas " ujar Elna


" Wa'alaikumsalam.... Sayang. Adek lagi ngapain tanya Fahrizi.


" Lagi masak mas sama Dinda " jawab Elna


Dinda langsung nibrung


" Nggak mana tega aku ninggalin kakak ipar ku ini dengan calon ponakan ku yang bentar lagi hadir di rumah sendiri.


Kakak tau nggak tadi malam kak Elna sempat mengalami kontraksi dini.


Untung dokter Clara cepat datang. Ini semua gara - gara kakak nggak ngasih kabar jadi kak Elna stres mikirin kakak " Cerocos Dinda.


Mendengar itu semua Fahrizi langsung minta ma'af pada Elna.


" Dek ma'af kan mas ya. Kemaren mas nggak jadi terbang pukul 17.00 wib.


Mas berangkat dengan penerbangan pukul 18.30 wib.


Sampai tujuan mas langsung menghadiri rapat selesai nya malam.


Mas pikir adek pasti sudah tidur. Mas nggak mau ganggu istirahat isteri dan anak mas.


Tapi ternyata mas salah. Hampir saja mas Membuat isteri dan anak mas celaka" ujar Fahrizi panjang lebar sudah kayak rumus matematika.


" Iya sudah mas nggak apa-apa yang penting mas baok-baik aja " jawab Elna.


Dalam hati Dinda sangat senang karena kakak nya tidak ikut penerbangan pukul 17.00 wib itu.


Ini sebuah keberuntungan. Kalau saja kakak nya berangkat dengan penerbangan itu Dinda nggak tau apa yang akan terjadi pada kakak ipar dan ponakan nya.


Setelah tahu kecelakaan pesawat tersebut.


" Untung saja Kak " ceplos Dinda

__ADS_1


" Untung saja apa dek tanya Elna. Untung saja kakak nggak ikut penerbangan pukul 17.00 wib itu pesawat nya jatuh Kak " jawab Dinda.


"Apa? tanya Elna kaget.


" Iya. Tadi malam mama sempat nonton berita nya " jawab Dinda


" Iya sayang. Mas bersyukur banget mas nggak jadi berangkat dengan pesawat tersebut " ujar Fahrizi


" Alhamdulillah mas ternyata Allah masih sayang sama kita" ujar Elna


" Iya dek. jawb Fahrizi.


" Bulan depan kan 7 bulan nya adek. Mas ingin kita mengada kan syukuran nanti " ujar Fahrizi.


" Iya mas. Mas hati - hati di sana ya " ujar Elna.


" Tentu sayang mas akan baik - baik saja di sini dengan do'a nya isteri mas tercinta " ujar Fahrizi.


"Sayang sudah dulu ya. Mas mau kerja lagi.


ingat adek nggak boleh banyak pikiran. jaga kesehatan adek untuk mas dan anak kita " ujar Fahrizi.


" Iya mas. jawab Elna sambil tersenyum.


"Assalammu'alaikum...., " ujar Fahrizi sebelum menutup panggilan nya.


" Wa'alaikumsalam... mas " jawab Elna.


Setelah menutup telpon nya Fahrizi melanjut kan agenda kerja nya hari ini.


Fahrizi sangat ingin cepat selesai dan segera pulang.


Baru satu malam Fahrizi sudah sangat rindu bersama isteri kecil nya.


Fahrizi juga merindukan duduk berdua sambil memegang perut isteri nya merasakan tendangan - tendangan kecil dari jagoan nya yang beberapa bulan lagi akan hadir di dalam kehidupan mereka.


" Pak ke hotel xxxx ya " ujar Fahrizi pada sopir yang di tugas kan untuk mengantarkan ke mana pun Fahrizi pergi selama di kota B.


" Baik pak "jawab sang sopir


Fahrizi menuju hotel tersebut untuk meeting selanjut nya.


Di sana sudah ada asisten pribadi nya Robby.


Semenjak Fahrizi di angkat menjadi direktur dia mempunyai Asisten pribadi.


Untuk membantu Fahrizi mengurus pekerjaan nya.


Sementara mama masih bingung tiba-tiba ponsel beliau berdering. Ternyata itu Dinda


Buru-buru mama mengangkat ponsel nya karena beliau khawatir ada apa-apa sama menantu dan calon cucu nya.


" Assalammu'alaikum.... Nak. Ada apa ? tanya mama.


"Mama ternyata kakak baik-baik aja. soal cerita nya nanti mama pulang aja ya" ujar Dinda.


" Baiklah nak. syukur lah kalau kakak mu baik - baik saja jawab mama Maryam.


Di hotel Fahrizi di sambut hangat oleh para relasi nya.


Meliha Fahrizi masih muda sudah sukses terbesit di hati Pak Darma untuk menjodoh kan putri nya dengan Fahrizi.


Walau pun beliau tau Fahrizi sudah memiliki isteri.

__ADS_1


Tolong dong tinggalkan jejak supaya author semangat nulis nya. like, Vote dan comment. Makasih


__ADS_2