Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Rahasia Illahi


__ADS_3

Akhir nya Fahrizi tertidur di kursi dekat ranjang rawat Elna. Dengan kepala nya nempel di ranjang sambil memegang tangan Elna. Elna yang tadi nya pura-pura tidur akhir nya tertidur benaran.


Saat Elna terbangun. Fahrizi masih tertidur pulas. ingin sekali rasa nya Elna bergerak. Tapi karena Fahrizi memegang tangan nya akhir nya Elna tetap diam.


Adzan subuh berkumandang Fahrizi terbangun. Di lihat nya Elna masih tetap pada posisi nya. Fahrizi mengecup kening Elna lalu pergi ke musholah rumah sakit. Untuk melaksanakan sholat subuh berjama'ah di sana. Selesai sholat subuh Fahrizi langsung sarapan di kantin rumah sakit. Fahrizi memutuskan untuk sarapan lebih dulu sebelum kembali ke kamar rawat Elna.


"Makan apa Pak ? tanya pemilik kantin.


"Nasi goreng saja " jawab Fahrizi.


"Tapi nasi goreng saya tidak seenak nasi goreng buatan Pak Fahri " ujar ibu kantin tersebut.


"Memang nya ibu pernah makan nasi goreng buatan saya? tanya Fahrizi balik.


"Bapak bercanda ya" ujar ibu kantin lagi.


"Ma'af bu sebelumnya saya beberapa bulan yang lalu mengalami kecelakaan. Dan saya lupa ingatan " ujar Fahrizi.


"Kalau boleh. Mau kah ibu cerita sedikit tentang nasi goreng itu " ujar Fahrizi.


"Boleh pak. Siapa tahu dengan cerita saya dapat membantu bapak mengingat kembali " jawab ibu kantin bersemangat.


"Waktu itu isteri bapak. Ibu Elna di rawat di rumah sakit ini. Saat beliau sedang hamil muda. Tiba-tiba beliau ingin makan nasi goreng buatan bapak. dan beliau ingin melihat bapak memasak nya. Karena saat itu tidak memungkinkan ibu Elna untuk pulang ke rumah. Akhir nya mama nya bapak menyewa kantin ini untuk memasak nasi goreng. Setelah masak isteri bapak ibu Elna yang cantik dan baik hati itu mengajak saya untuk ikut mencicipi nasi goreng tersebut. dan rasa nya enak sekali " ujar ibu kantin pajang lebar.

__ADS_1


"Ternyata benar apa yang di katakan bibi Wati. Elna benar-benar perempuan istimewa dalam hidup ku " batin Fahrizi.


"Oh ya Pak. ngomong - ngomong siapa yang sakit? tanya ibu kantin.


"Isteri saya bu. " jawab Fahrizi.


"Apa penyakit beliau kambuh lagi Pak? tanya ibu kantin lagi.


"Oh nggak bu. Isteri saya mengalami kecelakaan " ujar Fahrizi.


"Innalilahi wa Innalilahi rojiun " ujar bu kantin.


"Terus bagai mana keadaan beliau sekarang Pak? tanya bu kantin lagi.


"Tentu Pak. Semoga beliau cepat sembuh ya " ujar ibu kantin.


"Aamiiin ya robb. Terima kasih untuk do'a nya bu. " ujar Fahrizi.


"Sama-sama Pak " jawab ibu kantin.


"Semua ini salah saya "ujar Fahrizi.


"Jangan menyalahkan diri sendiri Pak. hilang ingatan bukan ke inginan bapak bukan " ujar ibu kantin.

__ADS_1


"Tetap saja bu. Seharusnya saya tidak jahat kepada isteri saya walaupun saya hilang ingatan. Karena perlakuan saya isteri saya banyak pikiran dia berjalan sambil melamun sehingga mengakibatkan dia tertabrak " ujar Fahrizi.


Ibu kantin terdiam. Di perhatikan nya orang yang ada di depan nya tersebut. Dari gurat wajah nya terlihat sekali sebuah penyesalan.


"Sudahlah Pak. yang penting kedepan nya bapak bisa bersikap lebih baik " ujar beliau.


"Iya bu semoga saja saya masih punya kesempatan untuk menebus semua kesalahan saya " ujar Fahrizi.


"Mudah - mudahan Pak. Jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin " ujar ibu kantin.


"Iya Semoga saja" ujar Fahrizi.


" Ini bu " ujar Fahrizi sambil menyerah kan uang seratus ribuan kepada ibu kantin.


"Tunggu sebentar pak kembalian nya " ujar ibu kantin.


"Untuk ibu saja. Terima kasih untuk cerita nya" ujar Fahrizi.


"Sama-sama Pak. Semoga bapak dan isteri selalu dalam lindungan Allah swt. Aamiiiin " ujar ibu kantin.


"Aamiiin. Saya permisi dulu bu. Assalammu'alaikum.... " ujar Fahrizi.


"Wa'alaikumsalam..., " jawab ibu kantin.

__ADS_1


"Cobaan hidup itu benar-benar rahasia ilahi. Jika di lihat kehidupan Pak Fahrizi begitu sempurna. Ganteng, memiliki isteri cantik, jabatan menjanji kan. Tapi ada-ada aja yang terjadi " batin ibu kantin sambil menatap punggung Fahrizi yang semakin menjauh.


__ADS_2