
Fahrizi pun mengikuti perkataan isteri kecil nya. dia membaca do'a tersebut sambil menguyur tubuh nya dengan air. setelah fahrizi selesai mandi dia membantu isteri kecil mandi mengosok kan punggung nya lalu menyiram nya dengan Air bersih.
" Dek sudah ya mandi nya dingin " ucap fahrizi
Elna mengangguk. Fahrizi ngambil kimono mandi dan membantu elna untuk memakai nya lalu mengendong tubuh kecil elna keluar dari kamar mandi.
mereka berpakaian lalu melaksanakan sholat subuh. selesai sholat subuh Elna lebih memilih melanjutkan tidur, biasa nya elna lansung kedapur setelah selesai sholat namun tidak untk subuh ini Karena elna merasa sangat ngantuk dan Lelah.
Lain dengan fahrizi dia lebih memilih masuk keruang kerja nya.
Saat fahrizi kembali kekamar fahrizi melihat elna masih terlelap dia tidak membangun kan elna namun dia bersiap untuk berangkat kerja tiba- tiba pintu di ketuk tok tok tok
"Kak apa kalian sudah bangun? panggil ibu maryam pada anak dan mantu nya
" Iya ma bentar " jawab fahrizi sambil menuju pintu
" Mana nak elna kak " Tanya bu maryam
" Elna masih tidur ma dia kurang enak badan" jawab fahrizi
"Oh ya sudah biar kan nak elna istirahat nanti kalau nak elna bangun Ibu yang akan ngantar nya ke dokter, jika kakak mau kerja" ucap Ibu maryam lagi
" kayak nya nggak perlu deh ma, elna baik - baik saja elna hanya butuh istirahat aja " jawab fahrizi lagi sambil merapikan dasi nya .
" Tentu saja nak elna hanya butuh istirahat Karena nak elna baru saja kehilangan mahkota nya hingga membuat tubuh nya selemas itu. ucap bu maryam dalam hati.
Di Kantor fahrizi terus memikir kan elna apakah elna baik - baik saja atau tidak. akhir nya fahrizi memutuskan untuk menelpon elna dan menanyakan ke adaan elna
Fahrizi : Assalammu'alaikum sayang kamu
dah bangun
elna. : iya kak aku dah bangun kok baru minum jamu buatan mama
Fahrizi : Kenapa minum jamu sayang ? tanya fahrizi
Elna. : nggak tau mama suruh minum ya aku minum kata mama biar aku cepat pulih ! jawab elna
Fahrizi : Oh ya udah kamu istirahat aja lagi kakak mau lanjut kerja " ucap fahrizi
Elna : Iya kak, "jawab elna, assalammu'alaikum, ucap elna
Fahrizi : Wa'alaikumsalam
Saat ini fahrizi sangat bahagia Karena dia mendapatkan isteri yang sangat sempurna menurut nya.
Selain cantik dan pintar elna juga pandai menjaga diri sehingga dia bisa memberikan kesucian nya kepada orang yang benar - benar berhak atas hal itu.
Memikirkan elna membuat fahrizi tidak sabar untuk pulang kerumah.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Di sebuah gedung menjulang tinggi seorang gadis sedang sibuk membuat pembukuan. " akhir nya selesai juga katanya sambil tersenyum. Dia sangat bahagia Karena apa yang di inginkan nya sudah dia dapat ya Walaupun dengan cara licik. Dia ingat kembali mesti nya posisi ini milik elna tapi dia merebut nya.
" Ma'af kan aku na', Karena aku kejam sama kamu dan aku telah menghancurkan masa depan kamu" ucap dinda dalam hati
🌼🌼🌼
__ADS_1
🌼🌼🌼
"Aku harus bertanya pada fahrizi apa sebenar nya yang terjadi tiga bulan lalu itu.
Aku merasa sangat bersalah pada elna aku telah menghancurkan masa depan nya. Karena aku memaksa nya menikah dengan fahrizi pada hal mungkin saja mereka tidak melakukan apa-apa .pikir Ibu maryam
tok tok tok nak apa elna tidur ?" Tanya bu maryam setelah mengetuk pintu.
" nggak ma masuk aja " jawab elna
" Gimana keadaan mu nak ? tanya mama mertua elna
" Aku gak papa ma"jawab elna
" Mama mau keluar sebentar, elna gak papa kalau mama tinggal? Tanya bu maryam lagi
" nggak papa ma, mama pergi aja " jawab elna
" Baik lah mama keluar sebentar ya nak "
" Iya ma " ucap elna sambil tersenyum
Ibu maryam ingin menemui fahrizi di Kantor nya. Kebetulan jarak rumah dan Kantor fahrizi tidak jauh hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di Kantor tersebut. Setelah sampai Ibu maryam lansung menuju ruang fahrizi sebelum masuk ruang fahrizi ibu maryam bertemu violeta sekertaris sekaligus calon mantu nggak jadi
" Ibu" sapa violeta pada bu maryam
Ibu maryam tersenyum lalu bertanya
"Fahrizi ada?" tanya bu maryam dingin
" Ada bu" jawab violeta
Ibu maryam masuk tanpa mengetuk pintu Fahrizi kaget
" mama.... "ucap fahrizi
" Ada apa mama tiba - tiba kekantor ma" tanya fahrizi
" Mama mau ngomong penting sama kamu" ucap bu maryam
" ngomong apa ma kayak nya penting banget " tanya fahrizi
" Kamu harus jawab jujur pertanyaan mama " ucap ibu maryam
" Tentu ma, mama mau tanya apa " ucap fahrizi
" Apa benar waktu itu kamu tidak ngapa - ngapain elna ?"
" Iya mama" jawab fahrizi
" Kenapa kamu nggak bilang dari awal kalau kamu nggak ngapa-ngapain elna ?
" Aku juga binggung ma kenapa aku bisa di tempat tidur bersama elna dalam ke adaan seperti itu!" ucap fahrizi
" Aku mau jelasin mama nggak mau dengar waktu itu" ucap fahrizi
" Mama bersalah besar pada elna, mama sudah menghancurkan masa depan nya " ucap ibu maryam lirih
__ADS_1
"Ma kok mama tiba-tiba nanya ini kenapa " tanya fahrizi
" Sebenar nya tadi pagi mama masuk kamar Kalian saat mama mendengar elna menjerit, mama nggak sengaja melihat seprai penuh bercak darah itu arti nya kamu baru pertama kali nyentuh elna" jelas bu maryam
" Iya ma, elna memang anak baik2 dan aku sangat bahagia mendapatkan elna dia bisa menjaga diri nya hingga menyerahkan diri nya pada orang yang tepat yaitu suami nya, aku pun merasa bersalah ma karena aku tidak menjelaskan semua ini dari awal" lirih fahrizi .
"Fahrizi rasa semua ini ulah dinda ma, walau pun fahrizi juga nggak tau tujuan nya apa " ucap fahrizi
" Kok kamu bilang gitu , emang nya apa yang sudah di lakukan adik mu itu? tanya bu maryam
" Hari itu dinda mintak tolong sama aku, nyuruh aku nemanin elna sebelum dinda pulang dari Supermarket untuk beli cemilan. dan dia bilang dia sudah menyiap kan Just di kulkas untuk aku minum sama elna selama menunggu dinda datang . dan saat elna datang aku pun memberi elna minum aku pun ikut minum setelah itu aku nggak ingat apa - apa lagi ma. saat aku bangun sudah seperti itu " jelas fahrizi panjang kali leave udah kayak rumus matematika.
Mendengar itu ibu maryam merenung sejenak. Kemudian pamit pada putra nya.
Kini Ibu maryam kembali kerumah dan nelpon dinda menyuruh dinda segera pulang. Dinda yang sedang sibuk kerja kanget kenapa tiba -tiba mama nya mintak dia pulang mendadak. padahal ini masih lama Jam pulang kerja. iya seperti yang di harapkan nya kini dinda sudah bekerja part time di tempat dia magang dan mengantikan posisi elna di Sana.
Dinda pun menemui Ibu Rena kepala bagian di mana tempat dia kerja saat ini. Ibu Rena pun mengizinkan nya pulang.
Sampai di rumah nya dinda sudah di tunggu oleh mama nya di ruang tamu
melihat mama nya dinda mengucapkan salam
" Assalammu'alaikum..... ma " ucap dinda
" Wa'alaikumsalam.... " jawab bu maryam dingin
Begitu dinda masuk Ibu maryam lansung menarik tangan dinda dan membawa nya ke kamar
" Duduk " titah Ibu maryam
" Ada apa sih ma tanya dinda
" Lihat mama dan jawab mama dengan jujur " ucap Ibu maryam
Dinda hanya diam sambil menatap mama nya.
" Kenapa kamu lakukan ini sama elna? tanya bu maryam
Dinda tidak menjawab kini dia tidak lagi menatap mama nya dia hanya menunduk
" Dinda jawab mama " bentak ibu maryam pada dinda
" Karena aku gak suka semua yang aku impikan selalu di dapat kan elna ma, dia merebut semua impian ku selama ini" ucap dinda sambil menangis.
" Plaakkkk sebuah tamparan mendarat di wajah dinda. dinda semangkin menunduk sambil memegang pipi nya yang di tampar mama nya.
" Mama nggak pernah ngajarin kamu untuk menyakiti orang lain. kali ini kamu bukan saja menyakiti nya tapi kamu menghancurkan masa depan dan harapan nya. Kamu bayangin gimana seandai nya kamu yang ada di posisi elna sekarang
Semua harapan dan cita - cita kamu hancur bagaimana sedih dan terpukul nya kamu. itu lah yang di rasakan elna saat ini.
🌼
🌼
Di balik pintu seseorang sedang mendengarkan percakapan mama dan anak itu. dia menangis sejadi -jadi nya sambil memeluk kedua dengkul nya. ternyata orang yang tega sama diri nya adalah sahabat nya sendiri. dan itu terjadi Karena seseorang menginginkan posisi nya.
" ternyata tidak selama nya kecerdasan itu membawa kebaikan "batin ya
__ADS_1
Elna pun berdiri ingin sekali dia menjerit Karena semua yang terjadi ini dia di jauhi keluarga nya bahkan Ibu nya sendiri tidak mengangap nya ada lgi
Dan semua itu terjadi atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Elna keluar rumah terus berjalan sambil menangis