Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Apakah Kak Rian juga batin Aisyah


__ADS_3

Setelah Aisyah berlalu Rian terpikir untuk mengejar. Rian setengah berlari. Ternyata Aisyah masih di kasir. Rian buru-buru meletakan buku nya dan bilang


"Biar saya aja yang bayar mbak " ujar Rian.


"Nggak usah kak. Aisyah bayar sendiri aja " ujar Aisyah.


"Nggak apa-apa kakak aja. " jawab Rian


Akhir nya Aisyah ngalah dan membiarkan Rian yang membayar nya.


"Makasih ya kak " ujar Aisyah sambil tersenyum.


"Sama-sama " jawab Rian.


"Aish sibuk nggak? tanya Rian


"Nggak juga kak. kenapa? tanya Aisyah.


"Kakak mau ngajak Aish makan bisa " ujar Rian memberanikan diri.


"Bisa " jawab Aisyah singkat


"Yes..., yes... yes. batin Rian kegirangan.


"Yuk " ajak Rian sambil membuka kan pintu mobil untuk Aisyah.


Aisyah tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Rian. Setelah di dalam mobil Aisyah baru sadar kalau dia dalam satu ruangan yang sempit dengan seseorang yang bukan muhrim nya.


Aisyah terdiam seribu bahasa.


"Aish kenapa tanya Rian sambil menoleh ke pada Aisyah.


Mereka sempat beraduh pandangan. Aisyah buru-buru memalingkan muka nya.


"Tenang aja nggak usah takut kakak bukan penjahat yang harus kamu takuti " ujar Rian.


Aisyah berusaha menyembunyikan ke gugupan nya. dan pura-pura tidak apa-apa.


"Kak Rian....Aish itu bukan takut tapi Aish nggak sanggup di tatap kakak seperti itu" batin Aisyah.


"Aish mau makan apa dek? tanya Rian.


"Terserah kakak aja deh. Aish ikut kakak aja " jawab Aisyah.


"Oke kalau gitu kita ke Caffe langanan kakak aja. Menu nya enak-enak " ujar Rian.


Aisyah hanya tersenyum menatap lurus kedepan tanpa berani menatap Rian. Tidak lama kemudian mereka sampai di sebuah Caffe yang cukup mewah. Rian memarkirkan mobil nya. Lalu mereka turun dan masuk ke dalam Caffe. Mereka di sambut hangat sama pemiliki Caffe yang kebetulan adalah teman Rian satu kampus dulu.

__ADS_1


"Selamat datang bro! ngomong - ngomong siapa ni? tumben nggak sendirian. biasa nya sendirian muluk apa ini arti nya sudah berakhir masa jomblo loh bro! goda Gery pada Rian.


"Oh ya kenalin ini Aisyah " ujar Rian.


"Hallo...! saya Gery " ujar Gery sambil menangkup kan kedua tangan nya. Seolah - olah Gery paham kalau Aisyah tidak mau bersalaman.


"Hallo juga Kak...! saya Aisyah " ujar Aisyah sambil melakukan hal yang sama yaitu menangkup kan kedua tangan nya.


"Aisyah cantik sesuai dengan nama nya " ujar Gery.


Aisyah hanya tersenyum.


"Jangan macam-macam " ujar Rian.


"Loh tenang aja bro. Gue tahu diri " jawab Gery.


"Loh berdua silakan duduk dulu gue akan hidangkan menu sepesial untuk kalian berdua" ujar Gery.


"Makasih kak " ujar Aisyah.


"Sama-sama. Santai aja nggak usah sungkan " ujar Gery.


Rian dan Aisyah kelihatan sedikit canggung. Karena mereka tidak tahu harus memulai obrolan dari mana. Kalau boleh jujur sebenar nya mereka saling suka. Namun mereka lebih memilih memendam nya. Karena ketidak percayaan diri masing-masing.


Suasana Caffe begitu hangat dengan lantunan lagu bidadari surga dari vokalis Band yang manggung di Caffe tersebut.


Tiba-tiba Rian di kaget kan oleh Gery. Yang datang membawakan menu yang di janjikan nya.


"Loh kenapa bro. Kesambet loh senyum - senyum sendiri " ujar Gery.


Muka Rian merah merona karena malu.


"Apa-apaan sih loh Ger.... " ujar Rian.


" Udah ungkapkan aja. Loh bukan ABG lagi bro. Loh dah jamuran " ujar Gery asal.


"Jangan salah loh. Gue sendiri sampe sekarang bukan karena nggak ada yang mau tapi karena gue belum menemukan yang benar-benar cocok aja " ujar Rian.


"Iya gue tahu. Loh itu tampan tajir pasti banyak di gilai cewek - cewek loh aja yang milih - milih. Tapi gue rasa yang ini pas banget buat loh bro. Semua kriteria loh ada sama dia " ujar Gery setengah berbisik. Namun masih bisa di dengar Aisyah. Aisyah diam saja pura-pura tidak dengar dan sibuk dengan ponsel nya.


"Oh ya ini menu sepesial di sini kesukaan loh bro. Silakan di nikmati " ujar Gery.


"Aisyah ayo di coba" ujar Gery.


"Iya kak Makasih " ujar Aisyah.


"Oke bro. gue tinggal dulu Kalau perlu apa-apa. Kasih tahu aja" ujar Gery.

__ADS_1


"Thank you bro " ujar Rian.


Gery kembali meninggal kan sahabat nya itu.


"Aish ayo di makan " ujar Rian.


"Iya kak " ujar Aisyah sambil mulai menyendok makanan nya.


"Mmmm enak banget kak" ujar Aisyah.


"Ini menu favorit kakak di Caffe ini" ujar Rian.


"Kakak sering banget ya datang ke sini? tanya Aisyah.


"Bisa di bilang gitu sih. Sejak Fahri nikah kakak lebih sering datang kesini kalau ada waktu kosong " ujar Rian.


"Memang nya kalau sama Kak Fahri dulu kakak kemana ngisi waktu kosong nya? tanya Aisyah lagi.


"Kalau dulu sama Fahri Kami lebih suka traveling. Kami Sama-sama suka dengan hal - hal yang berbau laut. Seperti pantai danau bahkan jika waktu nya tidak cukup untuk traveling kami sering menghabiskan waktu di (Benteng Kuto Besak ).


Jika di malam hari terkadang kami sampai dini hari merasa kan dingin nya angin malam sambil menghirup segar nya aroma laut" ujar Rian.


"Kakak dekat banget ya sama kak Fahri?. tanya Aisyah.


"Iya. Kami bersahabat sejak bangku TK. samapi sekarang " ujar Rian.


"Berarti kakak tahu semua dong tentang Kak Fahri? ujar Aisyah.


"Bisa di bilang begitu sih " jawab Rian.


"Termasuk kalau kak Fahri itu mantan kasanova! " ujar Aisyah.


"Iya. Dulu Fahri pernah di tinggal tunangan nya saat mereka akan menikah. Karena kejadian itu Fahrizi harus kehilangan pekerjaan nya. Fahri benar-benar terpuruk sampai akhir nya dia bangkit lagi. Saat dia kembali memiliki segala nya. Banyak perempuan yang tergila - gila pada nya. Semua perempuan yang menyukai di jadikan nya tempat pelampiasan dendam nya terhadap mantan tunangan nya.


Di mata Fahri perempuan itu semua sama. Sama-sama mata duitan. Sampai akhir nya Fahri bertemu Elna. Fahri melihat Elna lain dari yang lain. Sejak itu pula Fahri mulai meninggal kan dunia nya itu" ujar Rian.


"Bagaimana dengan Kak Violetta? tanya Aisyah.


"Violetta hanya salah satu dari sekian banyak perempuan yang pernah dekat dengan Fahri. Agak sedikit lebih karena Violetta merupakan sekertaris nya. Jadi mereka memiliki lebih banyak waktu bersama di banding kan dengan yang lain. " ujar Rian panjang lebar.


"Oh " ujar Aisyah.


"Apakah Kak Rian juga seorang kasanova " batin Aisyah bertanya sambil menatap Rian dalam.


"Hey...., kenapa melamun...., " sapa Rian membuyarkan lamunan Aisyah.


" Nggak apa-apa kok kak" jawab Aisyah sambil mengangkat gelas juice nya.

__ADS_1


__ADS_2