Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

"Iya dek. Ayo kita tunggu di ruang tunggu aja " ujar mama Maryam.


"Yuk ma"jawab Dinda


Mereka pun pergi keruang tunggu. Saat Dinda dan mama Maryam di ruang tunggu ponsel Dinda berdering.


"Siapa dek ?tanya mama Maryam.


"Key ma " jawab Dinda.


Keylin adalah sahabat Dinda sekaligus tetangga nya. Keylin bersekolah di sekolahan yang sama dengan Dinda dan Elna. Tapi Keylin adik kelas satu tingkat di bawah Dinda dan Elna.


Lebih tepat nya Keylin satu angkatan sama Aisyah adik nya Elna.


"Ya udah angkat " ujar mama Maryam.


Dinda : Assalammu'alaikum Key! Ada apa ? tanya


Keylin : Wa'alaikumsalam..., Kak kami mau kerumah sakit besuk kak Elna. Paviliun apa ya Kak? tanya Keylin.


Dinda : Paviliun xxxxx key


Keylin : Oke. Makasih ya kak!


Dina : Sama-sama. Kakak tunggu ya!


Keylin : Oke, bye.. kak !


Keylin pun memutus kan sambungan ponsel nya.


"Ais kamu jadi ikut kan? tanya Keylin pada Aisyah.


"Aku malas ketemu sama kakak Dinda itu! Jawab Aisyah.


"Tapi kata nya kamu mau lihat kak Elna. Ais anggap aja kak Dinda nya nggak ada. Kamu harus jengguk kakak kamu kak Elna. Kasihan Kak Elna sedang sakit loh. Kak Elna butuh suport dari orang -orang yang dia sayangi. " ujar Keylin.


"Tapi Key rasa nya aku benci bangat sama kak Dinda. Dia sangat jahat sama kak Elna. Dia telah menghancurkan masa depan kak Elna" ujar Aisyah.


"Kamu kesana untuk kak Elna bukan untuk kak Dinda! "jawab Keylin.


"Kalau ketemu dia itu gimana? tanya Aisyah.


"Kamu cuek aja. Anggap aja kak Dinda nggak ada " jawab Keylin.


"Oke. Yuk! ajak Aisyah.


Keylin dan Aisyah pun pergi rumah sakit. Sebelum kerumah sakit mereka mampir untuk membeli buah-buahan.


Aisyah masih ingat buah kesukaan kakak nya Elna. Yaitu buah Leci.


Aisyah membeli berbagai macam buah - buahan segar selain Leci.


Sedangkan Keylin lebih memilih membeli beberapa macam jus buah segar yang tentu nya sehat untuk di minum ibu hamil.

__ADS_1


Setelah selesai mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


Dalam perjalanan terlihat sekali kalau Aisyah sedang gelisah.


"Ais kamu kenapa? tanya Key


"Aku nggak apa-apa kok ! jawab Aisyah.


"Kamu tenang aja. Mama nya kak Dinda itu sangat baik. Dia akan ngerti kalau kamu akan bersikap seperti apa pun ke kak Dinda" ujar Keylin seakan akan tahu kecemasan sahabat nya itu.


Aisyah hanya tersenyum. Aisyah memang belum pernah tahu seperti apa mertua kakak nya itu. Kalau menurut kakak nya memang iya si mertua nya Kak Elna itu sangat baik. Tidak seperti putri nya si Dinda.


"Ais kenapa kamu nggak tinggal sama kak Elna aja. Suami nya kak Elna. Kak Fahri itu orang nya baik kok. Mereka pasti senang kalau kamu tinggal sama mereka " ujar Keylin.


"Aku nggak mau jadi beban kakak ku. lagi pula kalau aku tinggal sama mereka. jauh ke sekolah " jawab Aisyah.


"Ya juga sih" ujar Keylin.


Tidak terasa mereka pun sudah memasuki parkiran rumah sakit. Mereka turun dan menuju Paviliun tempat Elna di rawat.


Samapai di ruang tunggu mereka pun bertemu dengan mama Maryam dan Dinda.


"Assalammu'alaikum..., ujar Keylin dan Aisyah.


"Wa'alaikumsalam..., jawab Dinda dan mama Maryam.


Mama Maryam menghentikan bacaan yasin nya menyadari mereka ada tamu.


"Key. siapa sih cantik ini? tanya mama Maryam.


"Oh Aisyah. Apa kabar mu nak? tanya mama Maryam.


"Alhamdulillah baik bu! jawab Aisyah.


"Syukur lah. Nak Elna pernah cerita tentang Aisyah.


"Iya bu. jawab Aisyah santun.


"Mana kak Elna nya bu? tanya Aisyah.


"Nak Elna sedang di ruangan rontgen nak. Kita berdo'a saja semoga semua nya baik-baik saja sesuai harapan kita " ujar mama Maryam.


"Aamiiin ya robb " ujar Aisyah.


" Ya allah berikan lah kesembuhan untuk kakak hambah Elna. Berikan lah kasih sayang mu kepada kakak hambah dengan memberikan nya kesembuhan ya robb.


Saat ini kakak hambah sedang mengandung izin kan lah dia merawat,mendidik serta melihat anak nya hingga tumbuh besar dan menjadi hambah mu yang taat dan senantiasa berjalan di jalan mu. Aamiiin allahuma aamiiin "Do'a Aisyah dalam hati.


Tidak lama kemudian Elna dan Fahrizi keluar dari ruangan rontgen tersebut.


Mereka semua berdiri menyambut Elna dan Fahrizi.


"Kak bagai mana hasil nya? tanya mama Maryam cemas.

__ADS_1


"Hasil nya belum keluar ma. Nanti dokter akan menjelaskan hasil nya " jawab Fahrizi.


Aisyah mendekati Elna


"Kak. Kakak sakit apa? Kenapa kakak nggak pernah bilang kalau kakak sakit? tanya Aisyah sambil memeluk Elna.


"Kakak nggak apa-apa kok dek " jawab Elna.


"Aisyah tahu dari mana kakak sakit? tanya Elna balik.


"Dari Keylin kak! jawab Aisyah sambil melepas kan pelukan nya.


" Dek terima kasih ya. Adek mau menjenguk kak Elna " ujar Fahrizi.


" Sama-sama Kak. Kenapa kakak nggak ngasih tahu Aisyah kalau kak Elna sakit " ujar Aisyah.


"Ma'af dek. kakak panik jadi lupa kasih kabar Aisyah " jawab Fahrizi.


Ketika mereka tengah berbincang sang dokter masuk ke kamar rawat Elna.


" Permisi Pak, Bu!


" Iya dok. silakan" ujar Fahrizi


" Begini Pak saya mau menyampaikan hasil rontgen hari ini" ujar sang dokter.


"Baik dok. Silakan kebetulan kami semua ingin tahu " ujar mama Maryam.


Sang dokter pun mulai menjelaskan nya. Bahwa memang ada pembekak kan pada syaraf otak Elna.


Namun menurut dokter. itu masih bisa di atasi dengan menjalan kan serangkaian pengobatan dan melakukan nya secara rutin. Tapi sedikit kendala karena Elna sedang mengandung.


Dokter Antonio berjanji akan mengusahakan yang terbaik untuk Elna dan Cabang bayi nya.


Waktu terus berjalan. Kini kandungan Elna memasuki usia bulan ke 7. Seperti rencana Fahrizi sebelum nya.


Bulan ke 7 kandungan Elna mereka akan mengadakan selamatan tujuh bulanan Elna.


Acara pun di gelar cukup meriah. Semua kerabat dan rekan kerja Fahrizi dan mama Maryam di undang.


Fahrizi dan Elna banyak mendapatkan ucapan selamat dari para relasi Fahrizi.


Karangan bunga ucapan selamat pun memenuhi halaman hingga pinggir jalan depan rumah Fahrizi dan Elna.


Di tengah kebahagiaan itu hadir tamu tak di undang.


Yang menatap Fahrizi dan Elna dengan penuh amarah.


Permpuan itu sengaja menjatuhkan gelas yang dia pegang untuk menarik perhatian semua orang.


Cetaaar suara gelas jatuh. Semua orang di sekeliling nya melihat.


"Ma'af - ma'af. Saya tidak sengaja menjatuhkan nya " ujar nya

__ADS_1


Mama Maryam yang menyaksikan itu langsung menghampiri perempuan tersebut.


__ADS_2