Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Perubaha Pada Tubuh Elna


__ADS_3

Fahrizi tumbang di samping isteri kecil nya.


Dia melingkar kan tangan nya di perut Elna.


"Sayang. terima kasih untuk semua nya. " bisik Fahrizi.


" Iya mas. balas Elna sambil tersenyum.


" Mas mandi yuk. bentar lagi waktu nya magrib" ujar Elna


" Yuk. Mandi bareng ya " ajak Fahrizi


Elna tersenyum sambil turun dari tempat tidur. Mereka masuk kamar mandi bersama.


" Mas hanya mandi ya. Nggak boleh macam - macam" ujar Elna.


" Nggak macam - macam kok sayang. Hanya satu macam aja" ujar Fahrizi mengoda isteri nya.


" Mas aku serius nih. Dah sore bentar lagi magrib ujar Elna sambil ngisi air di bathtub



" Iya Sayaaaaangg. mas nggak akan macam - macam. hanya mandi " ujar Fahrizi.


"Iya hanya mandi " ulang Elna sambil tersenyum pada suami nya.


Akhir nya Fahrizi mandi di bawah shower dan Elna di bathtub.


Selesai mandi mereka melaksanakan sholat magrib.


Habis sholat magrib Elna menyiapkan makan malam.


Mereka makan malam berdua. Lalu lanjut dengan acara nonton televisi.


" Dek kita jalan yuk keluar" ajak Fahrizi


" Kemana mas ?


"Adek mau nya kemana? tanya Fahrizi balik


" Terserah mas aja. " jawab Elna


" Bagai mana kalau kita ke " Tugu Iwak Belido " aja. di situ sangat ramai biasa nya.


Kita bisa melihat anak-anak bermain berlarian.


Itu sangat menyenangkan rasa nya.


Mendengar itu hati Elna berdetak apa kah ini pertanda suami nya menginginkan anak.


Kalau memang iya dan Allah mengizinkan Elna sudah siap menjadi Ibu di umur nya yang belum genap 17 tahun itu.


Itu umur Elna yang sebenar nya sih. Kalau ktp sekarang umur nya 18 tahun.


Karena waktu nikah umur Elna di bikin lebih tua satu tahun dari umur sebenar nya.


lagi pula dalam alqur'an surat Al -baqarah : 187. merupakan firman Allah tentang keturunan atau perintah untuk memiliki anak.


" Ayo " ajak Elna.


Mereka pun pergi jalan-jalan. Mereka menuju tempat yang di maksud Fahrizi.


Sesampai nya di sana benar saja tempat nya memang ramai.


Banyak pengunjung dengan berbagai usia dan kalangan.


Berbaur di tengah sejuk nya malam.


" Dek lihat itu lucu ya" ujar Fahrizi


Sambil menunjuk anak cowok yang berumur sekitar 2 tahunan sedang berlarian.


" Iya mas. lucu " jawab Elna tersenyum.


" Mas suka anak kecil ya mas ? tanya Elna.

__ADS_1


Fahrizi mengangguk sambil tersenyum.


" Dek sebenar nya mas ingin segera memiliki anak. Mas ingin ada seorang anak yang melengkapi hidup kita. Tapi mas takut kamu belum siap menjadi seorang ibu" batin Fahrizi.


" Mas aku tau kalau mas menginginkan seorang anak hadir dalam kehidupan kita.


Aku sudah siap kok mas kalau memang itu ke inginan mas" batin Elna.


Mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan menikmati ke indahan malam.


" Mas aku mau kembang gula dong" pinta Elna.


" Oke" jawab Fahrizi


" Bang kembang gula nya satu ya" pinta Fahrizi


" Iya ini mas" jawab penjual kembang gula


" Dek serius mau makan ini. nanti sakit gigi loh sayang " ujar Fahrizi.


" Nanti kan sikat gigi mas " jawab Elna sambil tersenyum.


Merasa sudah dingin Elna mengajak Fahrizi pulang.


" Mas pulang yuk. Dingin " ujar Elna.


" Adek dingin. Ya udah kita pulang " jawab Fahrizi.


Mereka pulang. Sesampai nya dirumah mereka membersihkan diri lalu menganti pakaian dengan pakaian tidur.


Sebelum tidur Fahrizi ingin menjalankan ritual malam.


Tapi sebelum itu dia minta izin dulu pada isteri kecil nya.


" Dek mas mau itu. rengek Fahrizi.


Elna tersenyum sambil mengangguk.


Fahrizi pun memulai nya dengan sebuah do'a yang arti nya:


Mereka melewati malam panjang nya.


Baru tidur sekitar 3 jam adzan subuh berkumandang.


Elna terbangun di lihat nya Fahrizi tidur begitu pulas.


Elna tidak tega membangunkan suami nya. Elna pun membiarkan Fahrizi tidur.


Elna beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Dia mandi lalu melaksanakan sholat subuh sendirian.


Selesai sholat Elna ke dapur membuatkan sarapan untuk suami nya.


Saat Elna sedang memasak Fahrizi ke dapur


" Pagi isteri mas. ujar Fahrizi sambil memeluk Elna dari belakang.


" Pagi juga mas." jawab Elna


" Adek kok nggak bangunin mas sih? ujar Fahrizi masih dengan posisi nyaman nya.


" Tadi Elna lihat mas tidur nya pulas banget jadi Elna nggak tega bangunin " jawab Elna.


" Ada yang bisa mas bantu nggak?


" Nggak usah mas dah matang semua kok ". jawab Elna.


Waktu terus berjalan tidak terasa tiga bulan sudah berlalu mereka tinggal berdua.


Sejauh ini semua nya masih baik - baik saja.


Sampai suatu hari Elna merasa kan ada yang lain dengan diri nya.


Dia terlambat menteuasi, tubuh nya mulai berisi terutama pada bagian dada nya.

__ADS_1


"Apakah aku hamil? tapi jika aku hamil kenapa aku tidak merasakan mual - mual seperti ibu-ibu hamil umum nya" Batin Elna.


Sebelum tidur Elna bicara pada suami nya tentang prihal perubahan pada tubuh nya.


" Mas aku mau bicara" ujar Elna


" Bicara apa sayang. Bicara aja mas siap dengarin kok" jawab Fahrizi.


" Mas ngerasa ada yang berubah nggak sama Elna? tanya Elna.


" Ada. tapi mas suka adek semakin sexy. Membuat mas makin ***** sama adek " jawab Fahrizi sambil tersenyum devil.


" Mas Elna serius nih" ujar Elna manyun


" Iya Sayaaaaang. Mas juga serius kok " jawab Fahrizi


" Mas Elna ingin besok kita pergi ke dokter kandungan" ujar Elna


"Oke besok kita ke dokter kandungan" jawab Fahrizi sambil tersenyum dan mengelus rambut coklat isteri nya.


" Tapi malam ini mas mau " ujar Fahrizi


Elna tersenyum tanda setuju. Akhir - akhir ini bukan hanya Fahrizi yang selalu menginginkan itu tapi Elna juga.


Bahkan tidak jarang Elna yang menginginkan itu terlebih dahulu.


Fahrizi sangat suka dengan ke agresifan isteri kecil nya itu.


Ke esokan hari nya. Pagi-pagi sekali mereka sudah siap-siap berangkat ke dokter kandungan.


Fahrizi menghubungi Violetta. Mengabarkan kalau dia akan terlambat masuk kantor.


Karena harus ke dokter kandungan terlebih dahulu.


Mendengar itu Violetta semakin kesal Karena sebentar lagi Fahrizi akan mempunyai anak dari Elna.


Dan itu tentu membuat Violetta semakin sulit memisahkan Fahrizi dan Elna.


Belum punya anak saja semua usaha Violetta gagal untuk memisahkan mereka.


Apa lagi kalau punya anak ikatan mereka akan semakin kuat.


Tapi Violetta tidak putus asa. Dia kembali memikirkan cara agar bisa memisahkan Elna dan Fahrizi.


" Selamat pagi suster " sapa Elna.


" Iya selamat pagi ibu. Ada yang bisa saya bantu? ujar suster dengan ramah.


" Saya mau periksa sus. Apa kah saya hamil atau tidak " jawab Elna.


" Oh baik bu ikut saya" ujar si suster lagi.


Elna dan Fahrizi pun mengikuti si suster. Suster membawa mereka ke sebuah ruangan yang di dalam nya sudah ada seorang dokter ahli kandungan.


" Dok ini ada pasien " ujar suster


" Baik sus. Terima kasih " jawab sang dokter.


" Silakan duduk Pak, bu " sapa sang dokter.


" Terima kasih dok " ujar Fahrizi dan Elna.


" Apa keluhan nya Pak, bu " tanya sang dokter


" Ini Dok saya mau periksa apakah saya hamil atau tidak " jelas Elna.


" Baik lah kalau begitu silahkan Ibu ke kamar kecil. Ambil sedikit urine nya "


Titah si dokter sambil memberikan sebuah mangkuk kecil pada Elna.


Elna mengangguk sambil menerima mangkuk kecil itu.


Setelah urine Elna tersedia sang dokter memasukan alat tes ke hamilan.


Setelah di angkat ternyata alat itu menunjuk kan kalau Elna

__ADS_1


__ADS_2